Prediksi Harga Bitcoin: BTC Turun di Bawah $68.000 karena Sikap Hati-hati Investor Menahan Pemulihan
Bitcoin (BTC) diperdagangkan di bawah level $68.000 pada hari Selasa saat artikel ini ditulis, setelah mengalami penolakan di area batas atas konsolidasi. Laporan dari Glassnode menunjukkan bahwa kondisi pasar masih bersifat defensif untuk aset crypto terbesar ini, sehingga pergerakan sideways masih berlanjut. Pemulihan harga yang berkelanjutan sangat bergantung pada meningkatnya permintaan di pasar spot. Sementara itu, analisis teknikal menunjukkan bahwa BTC berpotensi turun menuju level $60.000 jika menembus batas bawah konsolidasi.
Trader masih berhati-hati, pasar bergerak sideways
Selama 10 hari terakhir, harga Bitcoin bergerak dalam kisaran $65.700 hingga $72.000 tanpa arah yang jelas. Glassnode melaporkan bahwa kondisi pasar secara keseluruhan masih defensif, baik dari sisi pasar spot, derivatif, ETF, maupun indikator on-chain.
Data menunjukkan Spot CVD membaik dari -$352,9 juta di awal Februari menjadi -$193,9 juta pada hari Senin. Ini menunjukkan tekanan jual mulai menurun. Namun, nilainya masih negatif, yang berarti pasar masih netral dan belum menunjukkan dominasi pembeli.
Selain itu, volume perdagangan spot turun tajam sebesar 48,3%, dari $15,8 miliar di awal Februari menjadi $8,2 miliar pada hari Senin. Penurunan ini menunjukkan partisipasi investor menurun dan aktivitas pasar melemah.
Analis Glassnode menyatakan bahwa kondisi ini menunjukkan kepercayaan investor masih rendah. Harga kemungkinan akan terus bergerak stabil atau sideways sampai ada faktor baru yang meningkatkan volume perdagangan.
Analis juga menambahkan bahwa meskipun tekanan jual mulai berkurang, aliran dana dan partisipasi investor masih lemah. Selain itu, penggunaan leverage juga menurun, dan risiko mungkin belum sepenuhnya tercermin di pasar opsi. Oleh karena itu, pemulihan harga Bitcoin yang kuat masih bergantung pada meningkatnya permintaan spot yang mampu mendorong harga naik secara berkelanjutan.
Akumulasi Bitcoin di level $60.000 terlihat lebih lemah
Data tren akumulasi Bitcoin (rata-rata 7 hari) menunjukkan bahwa saat penurunan besar pada November 2025, investor membeli Bitcoin secara agresif, mirip dengan kondisi setelah crash LUNA dan FTX.
Namun, pada penurunan terbaru ke level $60.000 pada 6 Februari, akumulasi terlihat lebih lemah dibandingkan sebelumnya. Ini menunjukkan minat beli saat ini tidak sekuat pada periode crash besar sebelumnya, sehingga memperkuat kondisi pasar yang masih berhati-hati dan bergerak dalam kisaran terbatas.
Prediksi harga Bitcoin: BTC bisa turun ke $60.000
Sejak 7 Februari, harga Bitcoin bergerak dalam kisaran konsolidasi antara $65.729 dan $71.746. Saat ini, BTC diperdagangkan di bawah $68.000 dan mendekati batas bawah kisaran tersebut.
Jika Bitcoin ditutup di bawah level $65.729, maka harga berpotensi turun lebih lanjut menuju level support penting di $60.000.
Indikator Relative Strength Index (RSI) berada di level 34, di bawah level netral 50 dan mengarah ke area oversold, yang menunjukkan momentum bearish semakin kuat.
Namun, indikator MACD menunjukkan sinyal bullish crossover sejak hari Minggu, yang berarti potensi kenaikan harga masih ada.
Di sisi lain, jika Bitcoin berhasil menembus batas atas konsolidasi di $71.746, maka harga berpotensi naik menuju level resistance berikutnya di sekitar $73.072.
0 Comments