Update Harga Pangan: Cabai Rawit Merah Tembus Rp75 Ribu per Kg, Telur Ayam Rp30.350
Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Merah Tembus Rp75.150 per Kg, Telur Ayam Rp30.350
Harga pangan di tingkat pedagang eceran secara nasional masih bergerak relatif stabil pada awal pekan. Meski demikian, sejumlah komoditas hortikultura, terutama cabai, masih bertahan di level tinggi dan menjadi salah satu penyumbang utama kenaikan biaya belanja rumah tangga.
Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dihimpun Bank Indonesia dan dikutip Selasa (10/6/2026), harga cabai rawit merah tercatat mencapai Rp75.150 per kilogram (kg). Komoditas ini menjadi salah satu bahan pangan dengan harga tertinggi di pasar eceran saat ini.
Tingginya harga cabai rawit merah dipengaruhi oleh faktor pasokan yang belum sepenuhnya pulih di sejumlah daerah sentra produksi. Selain itu, kondisi cuaca yang tidak menentu dalam beberapa waktu terakhir turut memengaruhi produktivitas dan distribusi hasil panen.
Tidak hanya cabai rawit merah, jenis cabai lainnya juga masih dibanderol dengan harga yang relatif tinggi. Harga cabai merah besar tercatat sebesar Rp62.200 per kg, cabai merah keriting Rp58.400 per kg, sedangkan cabai rawit hijau mencapai Rp53.750 per kg.
Pengamat pertanian menilai harga cabai berpotensi tetap berfluktuasi dalam beberapa pekan ke depan, terutama jika pasokan dari sentra produksi belum meningkat secara signifikan. Namun, masuknya masa panen di beberapa wilayah diharapkan dapat membantu menambah ketersediaan pasokan dan menahan laju kenaikan harga.
Di kelompok bumbu dapur, harga bawang merah tercatat Rp56.250 per kg, sementara bawang putih berada di level Rp40.800 per kg. Kedua komoditas tersebut masih menjadi kebutuhan utama rumah tangga dan pelaku usaha kuliner sehingga pergerakan harganya terus dipantau.
Telur Ayam dan Beras Relatif Stabil
Sementara itu, harga telur ayam ras secara nasional tercatat sebesar Rp30.350 per kg. Harga ini masih berada dalam kisaran yang relatif stabil dibandingkan beberapa pekan sebelumnya.
Telur ayam ras merupakan salah satu sumber protein yang paling banyak dikonsumsi masyarakat. Stabilnya harga telur dinilai penting untuk menjaga daya beli, terutama bagi rumah tangga berpenghasilan menengah dan rendah.
Untuk komoditas beras, harga berbagai kategori masih menunjukkan pergerakan yang terkendali. Beras kualitas bawah I tercatat Rp14.650 per kg dan kualitas bawah II sebesar Rp14.450 per kg.
Selanjutnya, beras kualitas medium I dijual Rp16.200 per kg dan medium II sebesar Rp16.050 per kg. Adapun beras kualitas super I dipasarkan dengan harga Rp17.450 per kg, sedangkan kualitas super II berada di level Rp16.950 per kg.
Stabilitas harga beras dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga inflasi pangan nasional. Pemerintah bersama Perum Bulog terus menjaga ketersediaan stok beras melalui pengelolaan cadangan pangan pemerintah serta distribusi ke berbagai wilayah.
Beberapa daerah juga masih menjalankan program stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) untuk memastikan masyarakat memperoleh beras dengan harga yang terjangkau.
Harga Daging Masih Tinggi
Pada kelompok protein hewani, harga daging ayam ras segar tercatat Rp37.700 per kg. Komoditas ini masih menjadi pilihan utama masyarakat karena harganya lebih terjangkau dibandingkan daging sapi.
Sementara itu, harga daging sapi kualitas I mencapai Rp148.150 per kg dan kualitas II sebesar Rp139.400 per kg.
Harga daging sapi yang masih tinggi menjadi perhatian karena komoditas ini memiliki kontribusi besar terhadap pengeluaran rumah tangga, terutama menjelang periode tertentu seperti libur panjang, perayaan keagamaan, maupun musim hajatan.
Pelaku usaha peternakan menilai biaya produksi, harga pakan ternak, serta distribusi masih menjadi faktor yang memengaruhi harga daging di tingkat konsumen.
Gula dan Minyak Goreng Cenderung Stabil
Di sisi lain, harga sejumlah kebutuhan pokok lainnya masih relatif stabil. Untuk komoditas gula, harga gula pasir premium tercatat sebesar Rp20.250 per kg, sedangkan gula pasir lokal dijual Rp19.100 per kg.
Sementara itu, harga minyak goreng curah berada di level Rp20.700 per liter. Adapun minyak goreng kemasan bermerek I tercatat Rp24.050 per liter dan minyak goreng kemasan bermerek II sebesar Rp23.250 per liter.
Stabilnya harga gula dan minyak goreng memberikan ruang bagi masyarakat untuk menjaga pengeluaran konsumsi rumah tangga di tengah masih tingginya harga beberapa komoditas pangan segar.
Pemerintah Terus Pantau Inflasi Pangan
Pergerakan harga pangan terus menjadi perhatian pemerintah karena berpengaruh langsung terhadap tingkat inflasi dan daya beli masyarakat. Bank Indonesia dan Tim Pengendalian Inflasi Pusat (TPIP) bersama pemerintah daerah terus memantau perkembangan harga berbagai komoditas strategis.
Upaya menjaga stabilitas harga dilakukan melalui penguatan pasokan, kelancaran distribusi, pelaksanaan operasi pasar, serta peningkatan produksi pangan di daerah sentra.
Meski sejumlah komoditas seperti cabai dan daging sapi masih berada pada level tinggi, secara umum harga pangan nasional masih terjaga dalam rentang yang relatif stabil. Pemerintah berharap kondisi tersebut dapat membantu menjaga inflasi pangan tetap terkendali sekaligus mendukung daya beli masyarakat sepanjang tahun 2026.
0 Comments