Willy Woo Peringatkan: Bitcoin Memasuki Pasar Bear yang Lebih Dalam dalam Tiga Tahap

Willy Woo Peringatkan: Bitcoin Memasuki Pasar Bear yang Lebih Dalam dalam Tiga Tahap

Willy Woo Peringatkan Bear Market Bitcoin Semakin Menguat

Analis kripto Willy Woo memperingatkan bahwa Bitcoin (BTC) kemungkinan masih berada dalam fase bear market yang semakin menguat.

Pada 17 Februari, Woo membagikan pandangannya di platform X, menyatakan bahwa tren bearish Bitcoin terus berkembang. Ia menyoroti peningkatan volatilitas (pergerakan harga yang tajam) dan perubahan likuiditas (arus masuk dan keluar dana di pasar) sebagai indikator utama.

Ia menegaskan:

“BTC masih memperkuat tren bear-nya.”

Mengapa Volatilitas Penting?

Menurut Woo, analis kuantitatif sering menggunakan volatilitas untuk mendeteksi perubahan besar dalam arah pasar.

Ia membagikan grafik yang menunjukkan harga mingguan Bitcoin dan lonjakan volatilitas sejak 2013. Dalam bear market sebelumnya — seperti 2014–2015, 2018–2019, dan 2022 — volatilitas melonjak tajam di awal penurunan. Setelah itu, volatilitas mencapai puncaknya di pertengahan fase bearish, lalu perlahan menurun ketika harga membentuk titik terendah (bottom).

Saat ini, volatilitas kembali meningkat setelah sebelumnya relatif stabil. Woo menilai pola ini lebih mencerminkan fase awal bear market, bukan sekadar koreksi sementara dalam tren bullish.

Tiga Fase Bear Market Bitcoin

Woo membagi siklus bear market Bitcoin menjadi tiga fase berdasarkan kondisi likuiditas dan situasi makro pasar:

Fase 1: Tanda Awal Pelemahan

Likuiditas mulai menurun. Sebagian investor yang tetap bullish (perma-bull) menganggap penurunan ini hanya koreksi dalam tren naik jangka panjang. Namun, menurut Woo, belum ada bukti kuat adanya arus modal baru yang masuk ke pasar.

Fase 2: Tren Turun yang Jelas

Sebagian besar aset berisiko ikut melemah, dan pasar secara umum mengakui bahwa sedang terjadi bear market. Tekanan jual meningkat dan harga terus menurun.

Fase 3: Fase Akhir dan Kapitulasi

Likuiditas mulai stabil. Partisipasi investor perlahan kembali. Biasanya terjadi penurunan tajam terakhir (kapitulasi) sebelum atau sesaat setelah arus keluar dana mencapai puncaknya. Fase ini sering menjadi tanda mendekati akhir bear market.

Menurut Woo, saat ini BTC masih berada di Fase 1 dan mendekati Fase 2, yang berarti potensi tekanan turun masih ada jika likuiditas tidak segera pulih.

Tidak Semua Sepakat

Beberapa pelaku pasar tidak setuju dengan analisis Woo. Seorang kritikus berpendapat bahwa lonjakan volatilitas biasanya terjadi setelah harga anjlok tajam, bukan sebagai indikator awal.

Ia menyebut volatilitas sebagai indikator yang “berisik” (noisy) dan cenderung kembali ke rata-rata (mean-reverting), sehingga lebih mencerminkan kondisi masa lalu daripada memprediksi arah ke depan. Perdebatan ini menunjukkan bahwa penggunaan volatilitas sebagai sinyal siklus bear market Bitcoin masih menjadi topik diskusi di kalangan analis kripto.