Bitcoin Tembus $85.000, Ketegangan AS-Iran Jadi Sorotan Pasar Kripto

Bitcoin Tembus $85.000, Ketegangan AS-Iran Jadi Sorotan Pasar Kripto

Harga Bitcoin kembali bergerak naik setelah mengalami volatilitas tinggi akibat rilis data ekonomi Amerika Serikat (AS) pada Jumat. Pada akhir pekan, Bitcoin perlahan menguat dan kini kembali berada di atas level US$85.000.

Namun, pergerakan Bitcoin masih dibayangi risiko geopolitik. Ketegangan terbaru antara AS dan Iran menjadi perhatian pasar karena sejumlah perkembangan penting terjadi dalam 36 jam terakhir.

Pertemuan Pejabat AS Bahas Perang dengan Iran

Ketegangan meningkat setelah muncul laporan mengenai pertemuan sejumlah pejabat keamanan nasional AS di Camp David pada Jumat.

Pertemuan tersebut berlangsung selama beberapa jam dan membahas perang dengan Iran. Pertemuan itu disebut tidak diumumkan sebelumnya oleh pemerintahan AS dan dinilai sebagai pertemuan yang tidak biasa.

Wakil Presiden AS JD Vance dilaporkan memimpin pertemuan tersebut. Sejumlah pejabat senior lainnya juga hadir, termasuk Direktur CIA John Ratcliffe dan Ketua Joint Chiefs of Staff Jenderal Dan Caine.

Salah satu pejabat bahkan menyebut bahwa sejumlah keputusan telah dibuat dalam pertemuan tersebut.

Ketika ditanya mengenai makna pertemuan itu dan kemungkinan langkah AS berikutnya, Presiden Donald Trump tidak memberikan penjelasan secara rinci.

Trump hanya mengatakan bahwa jika dirinya memberikan informasi lebih jauh, hal tersebut akan menjadi berita besar. Ia kemudian menyatakan bahwa publik akan melihat perkembangan selanjutnya.

Pertemuan tersebut juga menjadi perhatian karena pertemuan serupa pernah terjadi pada Juni 2025, beberapa hari sebelum Israel melancarkan serangan terhadap Iran.

Iran Disebut Bersiap Menghadapi Serangan Baru

Ketegangan semakin meningkat setelah muncul laporan bahwa Iran disebut sedang mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan serangan baru dari AS.

Menurut laporan yang beredar, serangan tersebut berpotensi memiliki skala lebih besar dibandingkan serangan sebelumnya.

Seorang pejabat senior Iran juga memperingatkan bahwa serangan baru dari AS, baik melalui udara maupun darat, akan dianggap sebagai perang terbuka dan akan mendapat respons keras dari Iran.

Situasi tersebut berpotensi meningkatkan kekhawatiran investor terhadap kondisi geopolitik global.

AS Kerahkan Ribuan Tentara ke Timur Tengah

AS juga dilaporkan telah mengerahkan hampir 10.000 personel militer ke kawasan Timur Tengah.

Pasukan tersebut termasuk sekitar 2.000 Marinir AS yang dikirim bersama kapal induk ketiga dan kelompok kapal amfibi. Armada tersebut diperkirakan tiba di kawasan pada November.

Perkembangan ini menjadi perhatian karena bertepatan dengan jadwal pemilihan umum paruh waktu atau midterm elections AS yang akan berlangsung pada 3 November.

Trump sebelumnya juga menyebut bahwa gelombang serangan baru berpotensi terjadi setelah pemilu paruh waktu tersebut.

Houthi Serang Fasilitas Saudi Aramco

Selain ketegangan AS dan Iran, situasi di Timur Tengah kembali memanas setelah kelompok Houthi dilaporkan menyerang fasilitas Saudi Aramco di Riyadh menggunakan rudal balistik.

Serangan tersebut disebut menjadi serangan pertama terhadap fasilitas tersebut dalam lebih dari empat tahun.

Perkembangan ini menambah tekanan geopolitik di kawasan dan berpotensi memengaruhi sentimen investor global.

Bitcoin Masih Bertahan di Atas US$85.000

Di tengah berbagai perkembangan tersebut, harga Bitcoin justru masih relatif stabil. Bitcoin bahkan sedikit menguat dan bertahan di atas US$85.000.

Namun, kondisi tersebut belum tentu mencerminkan reaksi penuh pasar.

Pasar kripto dapat mengalami perubahan ketika pasar keuangan tradisional kembali dibuka setelah akhir pekan. Karena itu, pergerakan Bitcoin pada Senin pagi menjadi salah satu hal yang diperhatikan investor.

Bitcoin Pernah Anjlok Setelah Akhir Pekan Memanas

Pergerakan Bitcoin sebelumnya menunjukkan bahwa reaksi pasar terhadap perkembangan geopolitik terkadang baru terlihat setelah akhir pekan berakhir.

Contohnya terjadi pada pekan sebelumnya. Saat itu, Trump menolak tawaran kesepakatan damai dari Iran pada Sabtu.

Harga Bitcoin awalnya relatif tidak bergerak ketika berita tersebut muncul. Namun, pada Senin pagi ketika pasar tradisional mulai dibuka, Bitcoin mengalami penurunan sekitar US$2.000.

Pola tersebut membuat investor kembali waspada terhadap potensi volatilitas Bitcoin pada awal pekan.

Dengan meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, Bitcoin menghadapi kondisi pasar yang cukup sensitif. Meski saat ini masih bertahan di atas US$85.000, perkembangan geopolitik dalam beberapa hari ke depan dapat menjadi faktor penting yang menentukan arah harga Bitcoin selanjutnya.