Selat Hormuz: Iran Dikabarkan Kaji Skema “Toll Bitcoin” untuk Kapal Tanker
Iran Pertimbangkan Penggunaan Bitcoin untuk Pembayaran Tol Kapal Minyak
Laporan menyebutkan bahwa Iran sedang mempertimbangkan untuk mengenakan biaya kepada kapal yang melintasi Selat Hormuz, dengan nilai antara $200.000 hingga $2 juta per kapal. Menariknya, pembayaran ini kemungkinan akan dilakukan menggunakan криптовalu (cryptocurrency).
Alasan utama di balik rencana ini adalah untuk menghindari sanksi keuangan internasional yang membatasi akses Iran ke sistem perbankan global. Karena cryptocurrency tidak bergantung pada bank tradisional, aset digital ini dianggap sebagai alternatif yang memungkinkan.
Beberapa ahli crypto mendukung ide ini. Justin Bechler menjelaskan bahwa stablecoin seperti USDT dan USDC memiliki mekanisme yang memungkinkan penerbitnya membekukan atau memblokir dana pengguna. Sementara itu, Bitcoin tidak memiliki pihak pusat yang mengontrol atau dapat membekukan aset, sehingga lebih tahan terhadap sensor.
Jack Mallers juga berpendapat bahwa Bitcoin berpotensi menjadi mata uang cadangan global karena sifatnya yang netral, tidak bisa dimanipulasi, dan tidak dikendalikan oleh pemerintah atau perusahaan mana pun.
Ada juga pembahasan tentang bagaimana sistem pembayarannya akan dilakukan. Salah satu kemungkinan adalah penggunaan Lightning Network, yang memungkinkan transaksi Bitcoin berlangsung sangat cepat dengan biaya rendah. Namun, hal ini masih diperdebatkan karena transaksi besar mungkin memiliki keterbatasan teknis. Alternatif lain adalah transfer Bitcoin langsung melalui wallet atau QR code.
Namun, tidak semua pihak sepakat. Beberapa analis menilai Iran mungkin juga mempertimbangkan stablecoin atau bahkan yuan China sebagai alternatif, tergantung pada stabilitas dan kebutuhan transaksi.
Secara keseluruhan, Iran sebenarnya sudah cukup lama terlibat dalam ekosistem crypto, termasuk aktivitas mining dan penggunaan aset digital untuk perdagangan internasional. Jika sistem ini benar-benar diterapkan, ini akan menjadi langkah lanjutan dalam adopsi crypto oleh negara tersebut, meskipun masih ada banyak tantangan teknis dan operasional yang harus dihadapi.
0 Comments