The Fed Beri Sinyal Naikkan Suku Bunga Lagi Sebelum Akhir 2026

The Fed Beri Sinyal Naikkan Suku Bunga Lagi Sebelum Akhir 2026

The Federal Reserve (The Fed) memberikan sinyal akan kembali menaikkan suku bunga sebelum akhir 2026. Langkah tersebut dipertimbangkan untuk menekan inflasi Amerika Serikat (AS) yang masih berada di atas target bank sentral.

Sinyal kenaikan suku bunga tersebut terungkap dalam risalah rapat The Fed yang dirilis pada Rabu. Meski demikian, risalah tersebut belum memberikan kepastian mengenai kapan kenaikan suku bunga berikutnya akan dilakukan.

The Fed dijadwalkan menggelar pertemuan kebijakan moneter berikutnya pada 28 Oktober dan 9 Desember 2026.

“Sehubungan dengan prospek kebijakan moneter setelah pertemuan saat ini, sebagian besar peserta menilai bahwa kenaikan lain dalam kisaran target suku bunga federal funds kemungkinan akan tepat dilakukan pada akhir tahun,” tulis risalah tersebut, dikutip dari CNBC, Kamis (8/10/2026).

Namun, pejabat The Fed menegaskan bahwa kebijakan suku bunga tetap akan bergantung pada perkembangan data ekonomi dan risiko yang dihadapi.

“Para peserta menekankan bahwa mereka menghadapi setiap pertemuan dengan pikiran terbuka dan keputusan pada pertemuan mendatang akan bergantung pada informasi yang masuk serta implikasinya terhadap prospek dan keseimbangan risiko,” tulis risalah tersebut.

Kenaikan Suku Bunga Oktober Belum Pasti

Setelah rapat tersebut, pasar sempat memperkirakan The Fed akan menaikkan suku bunga kembali pada pertemuan akhir Oktober. Namun, perkembangan data inflasi terbaru dan pernyataan sejumlah pejabat The Fed membuat peluang kenaikan pada Oktober dinilai lebih kecil.

Indikator inflasi pilihan The Fed, yaitu Personal Consumption Expenditures (PCE), menunjukkan inflasi inti mencapai 3% pada Agustus 2026. Sementara itu, inflasi utama berada di level 3,4%.

Kedua angka tersebut masih berada di atas target inflasi The Fed sebesar 2%. Meski demikian, angka tersebut lebih rendah dibandingkan perkiraan sebelumnya.

Dalam rapat September, pejabat The Fed menilai risiko inflasi masih cukup tinggi. Di sisi lain, kondisi pasar tenaga kerja dinilai mendekati tingkat lapangan kerja maksimum, sementara pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan menunjukkan penguatan.

The Fed juga menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin dalam rapat September. Keputusan tersebut disetujui secara bulat.

“Banyak peserta menekankan bahwa jalur yang lebih tinggi untuk kisaran target akan lebih bijaksana berdasarkan pertimbangan manajemen risiko,” tulis risalah The Fed.

Mayoritas Pejabat The Fed Proyeksikan Satu Kenaikan Lagi

Federal Open Market Committee (FOMC) secara keseluruhan memproyeksikan satu kali kenaikan suku bunga lagi pada 2026 dan tidak ada kenaikan tambahan pada 2027.

Dari 18 pejabat FOMC yang menyampaikan proyeksi, sebanyak 16 pejabat memperkirakan adanya kenaikan suku bunga berikutnya.

Meski demikian, tidak semua pejabat mendukung langkah tersebut dalam waktu dekat. Sejumlah pejabat menilai The Fed tidak perlu terburu-buru menaikkan suku bunga, terutama karena data inflasi terbaru menunjukkan perkembangan yang sedikit lebih baik.

Namun, ekspektasi inflasi jangka pendek masih meningkat.

Kekhawatiran Inflasi AS Masih Tinggi

Tekanan inflasi juga terlihat dari sejumlah indikator berbasis pasar. Survei terbaru Federal Reserve Bank of New York menunjukkan kekhawatiran konsumen terhadap kenaikan harga dalam satu tahun ke depan berada pada level tertinggi sejak Mei 2023.

Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan The Fed dalam menentukan kebijakan moneter selanjutnya.

Selain inflasi, kenaikan imbal hasil US Treasury juga menjadi perhatian. Imbal hasil tersebut melonjak ke level yang belum terlihat sejak 2002.

Dalam rapatnya, pejabat The Fed membahas kenaikan imbal hasil US Treasury tersebut. Mereka mengaitkannya dengan ekspektasi suku bunga yang lebih tinggi, perkembangan investasi di sektor kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), serta pertumbuhan ekonomi AS yang masih solid.

Ekonom The Fed juga menilai sebagian kenaikan imbal hasil tersebut kemungkinan dipengaruhi oleh ketidakpastian terkait pengumuman dan pelaksanaan program pembelian kembali US Treasury.

The Fed Masih Bergantung pada Data Ekonomi

Risalah rapat menunjukkan bahwa sebagian besar pejabat The Fed masih membuka peluang kenaikan suku bunga sebelum akhir 2026. Namun, hal tersebut belum berarti kenaikan pada Oktober sudah dipastikan.

The Fed masih akan melihat perkembangan inflasi, pasar tenaga kerja, pertumbuhan ekonomi, serta kondisi keuangan sebelum menentukan kebijakan berikutnya.

Dengan inflasi PCE yang masih berada di atas target 2%, tekanan untuk mempertahankan kebijakan moneter ketat masih cukup besar. Namun, jika data ekonomi menunjukkan perlambatan inflasi yang lebih kuat, ruang bagi The Fed untuk menunda kenaikan suku bunga juga tetap terbuka.