Anak Usaha BUMA Rampungkan Penerbitan Sukuk Ijarah Rp 2 Triliun

PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA) Terbitkan Sukuk Ijarah I BUMA 2025 Senilai Rp2 Triliun dengan Permintaan Tinggi
Jakarta, 20 Maret 2025 – PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA), anak perusahaan utama dari PT BUMA Internasional Grup Tbk (DOID), mengumumkan keberhasilan penerbitan perdana Sukuk Ijarah I BUMA 2025 senilai Rp2 triliun. Langkah ini menandai pencapaian penting dalam diversifikasi pendanaan perusahaan, dengan memanfaatkan instrumen keuangan berbasis syariah yang semakin diminati oleh investor.
Minat Investor yang Tinggi, Oversubscribed 1,1x
Penerbitan Sukuk Ijarah ini menjadi Sukuk Ijarah korporasi terbesar dengan peringkat Syariah A+ dalam penerbitan tunggal di Indonesia. Permintaan yang luar biasa kuat terhadap sukuk ini terbukti dengan tingkat kelebihan permintaan (oversubscribed) sebesar 1,1x. Hal ini mencerminkan kepercayaan yang tinggi dari investor terhadap fundamental bisnis BUMA serta prospek sektor pertambangan dan jasa pertambangan di Indonesia.
Direktur BUMA International Group, Iwan Fuad Salim, menyatakan bahwa pihaknya merasa terhormat atas kepercayaan yang diberikan oleh para investor. “Keberhasilan penerbitan Sukuk Ijarah I BUMA 2025 ini merupakan bukti nyata dari pengakuan pasar terhadap instrumen keuangan kami sebagai pilihan investasi yang menarik. Kami berkomitmen untuk menjaga hubungan jangka panjang dengan investor dan terus mengembangkan strategi bisnis yang berkelanjutan,” ujarnya dalam pernyataan resmi.
Struktur Sukuk Ijarah I BUMA 2025
Sukuk Ijarah I BUMA 2025 diterbitkan dalam tiga seri dengan detail sebagai berikut:
- Seri A: Nilai nominal Rp542,85 miliar dengan imbalan ijarah sebesar 7,5 persen per tahun dan jatuh tempo dalam 370 hari.
- Seri B: Nilai nominal Rp364,95 miliar dengan imbalan ijarah sebesar 8,5 persen per tahun dan jatuh tempo dalam 3 tahun.
- Seri C: Nilai nominal Rp1,09 triliun dengan imbalan ijarah sebesar 9,25 persen per tahun dan jatuh tempo dalam 5 tahun.
Dana Hasil Penerbitan untuk Ekspansi dan Efisiensi Operasional
BUMA berencana menggunakan dana yang diperoleh dari penerbitan sukuk ini untuk beberapa keperluan strategis, termasuk ekspansi operasional, optimalisasi efisiensi alat berat, serta pengembangan teknologi dalam industri jasa pertambangan. Dengan meningkatnya permintaan batubara global, BUMA optimistis dapat memperkuat posisi pasar dan mempertahankan kinerja keuangan yang solid.
Selain itu, BUMA juga menegaskan komitmennya terhadap prinsip-prinsip investasi berbasis syariah dengan memastikan bahwa seluruh dana yang dihimpun akan dikelola sesuai dengan kaidah syariah. Hal ini diharapkan dapat semakin menarik minat investor yang mencari instrumen investasi yang sesuai dengan prinsip syariah, baik di dalam negeri maupun di pasar internasional.
Tren Sukuk di Indonesia dan Daya Tarik BUMA
Secara lebih luas, penerbitan sukuk korporasi di Indonesia terus mengalami pertumbuhan pesat seiring meningkatnya kesadaran investor akan pentingnya diversifikasi aset dalam instrumen berbasis syariah. Pasar sukuk global juga menunjukkan pertumbuhan yang stabil, dengan peningkatan permintaan dari berbagai institusi keuangan dan investor ritel.
BUMA, sebagai salah satu perusahaan jasa pertambangan terbesar di Indonesia, terus memperkuat posisinya dalam industri dengan berbagai inisiatif strategis. Kepercayaan investor terhadap BUMA tercermin dari kesuksesan penerbitan Sukuk Ijarah ini, yang diharapkan menjadi awal dari lebih banyak lagi langkah inovatif dalam pendanaan syariah di masa depan.
Dengan pencapaian ini, BUMA semakin mantap dalam membangun landasan keuangan yang kuat, mendukung pertumbuhan berkelanjutan, serta memberikan nilai tambah bagi para pemegang sukuk dan pemangku kepentingan lainnya.
0 Comments