Penipu Kripto Raup Lebih dari $9 Miliar di 2024 dengan Bantuan AI

Penipu Kripto Raup Lebih dari $9 Miliar di 2024 dengan Bantuan AI

Penipuan Kripto Mencuri Hampir $10 Miliar di 2023, AI Membuatnya Semakin Parah

Peretas dan penipu mencuri sekitar $9,9 miliar dari dunia kripto tahun lalu, menurut laporan dari Chainalysis. Namun, para ahli memperkirakan jumlah sebenarnya bisa meningkat menjadi $12,4 miliar seiring dengan terungkapnya lebih banyak aktivitas penipuan.

AI Mempercepat Penipuan Kripto

Kecerdasan buatan (AI) telah memudahkan para penipu untuk menipu orang. Mereka menggunakan identitas palsu yang dibuat dengan AI, video deepfake, dan skema investasi palsu untuk mencuri uang.

Menurut laporan, 85% dari penipuan menggunakan akun yang telah diverifikasi sepenuhnya, sehingga sulit dideteksi oleh sistem keamanan tradisional.

Elad Fouks, pakar dari Chainalysis, mengatakan:

“AI membuat penipuan lebih besar, lebih murah, dan lebih sulit dideteksi. Penjahat kini bisa berpura-pura menjadi pengguna asli dan menciptakan skema investasi palsu yang sangat meyakinkan.”

Salah satu platform pasar gelap, Huione Guarantee, telah menjadi pusat penipuan berbasis AI. Penipu menggunakannya untuk membeli identitas palsu yang dibuat AI, teknologi suara deepfake, dan layanan verifikasi palsu. Data menunjukkan bahwa pembayaran untuk layanan ini meningkat beberapa hari sebelum penipuan besar diluncurkan.

Meningkatnya Penipuan Investasi Kripto

Dua jenis penipuan yang paling banyak mencuri uang tahun lalu adalah:

  1. Penipuan investasi berimbal hasil tinggi (HYIS) – Program investasi palsu yang menjanjikan keuntungan besar tetapi tidak pernah membayar. Ini menyumbang 50,2% dari total uang yang dicuri.
  2. Penipuan pig butchering – Penipu membangun kepercayaan dengan korban secara bertahap, meyakinkan mereka untuk berinvestasi lebih banyak sebelum akhirnya mencuri semua dana mereka. Skema ini menyumbang 33,2% dari total penipuan dan meningkat 40% tahun lalu.

Banyak dari penipuan ini berasal dari operasi penipuan besar di Asia Tenggara, tetapi sekarang telah menyebar ke seluruh dunia.

Pada Desember 2024, pihak berwenang di Nigeria menangkap 48 warga negara China dan 40 warga Filipina karena menjalankan penipuan investasi kripto yang menargetkan korban di Eropa dan Amerika. Sementara itu, Interpol telah menindak jaringan penipuan, termasuk di Namibia, di mana 88 pemuda dipaksa untuk melakukan penipuan kripto.

Penipu Mengubah Taktik

Para penipu juga mulai menggunakan penipuan lowongan kerja untuk mencuri kripto. Mereka menipu pencari kerja agar mengirim uang sebagai "biaya" untuk mendapatkan pekerjaan.

Eric Heintz, analis dari International Justice Mission, mengatakan:

“Penipuan ini sangat berbahaya karena menargetkan orang-orang yang sedang mencari pekerjaan dan sangat membutuhkan penghasilan.”

Di saat yang sama, para penipu membangun jaringan keuangan mereka sendiri. Pada 2024, Huione meluncurkan proyek blockchain bernama Xone dan stablecoin bernama USDH untuk menghindari pemantauan pemerintah.

Pihak Berwenang Kewalahan

Interpol dan regulator keuangan bekerja keras untuk menghentikan penipuan ini, tetapi para penjahat menggunakan AI untuk tetap selangkah lebih maju. Ini berarti alat anti-penipuan tradisional mungkin tidak lagi cukup untuk menangani kejahatan kripto.