Triliunan Masuk, Harga Bitcoin Tetap Diam — 5 Alasan Kenapa BTC Tak Bergerak

Triliunan Masuk, Harga Bitcoin Tetap Diam — 5 Alasan Kenapa BTC Tak Bergerak

Kenapa Harga Bitcoin Tidak Naik, Padahal Perusahaan Besar Terus Membeli?

Belakangan ini, banyak tokoh besar di dunia kripto—seperti Michael Saylor, David Bailey, Anthony Pompliano, dan Jack Mallers—yang membeli Bitcoin (BTC) dalam jumlah besar untuk perusahaan mereka. Perusahaan besar dan pemain Wall Street membeli Bitcoin senilai miliaran dolar setiap minggu. Tapi anehnya, harga Bitcoin hampir tidak bergerak dalam enam bulan terakhir.

Seorang pengguna Twitter bernama Bitcoin Cam mengajukan pertanyaan sederhana:
“Kenapa banyak perusahaan beli Bitcoin miliaran dolar tiap minggu, tapi harganya tidak naik?”
Tweet itu langsung viral, ditonton lebih dari 800.000 kali dan dibalas lebih dari 1.300 pengguna.

Bahkan Peter Schiff, yang dikenal sebagai pengkritik Bitcoin, ikut berkomentar:
“Para whale yang sudah punya banyak Bitcoin sedang menjual diam-diam untuk ambil untung.”

Namun jawaban paling menarik datang dari akun bernama SightBringer, yang memberi penjelasan lengkap kenapa harga Bitcoin tetap datar meskipun permintaan meningkat. Berikut ringkasannya dalam poin-poin sederhana:

1. Investor Besar Membeli Bitcoin Asli Lewat ETF

Institusi besar seperti BlackRock dan Fidelity sedang membeli Bitcoin asli lewat ETF (Exchange-Traded Fund). Ini bukan transaksi palsu—mereka benar-benar menyimpan Bitcoin untuk jangka panjang. Artinya, semakin sedikit Bitcoin yang tersedia di pasar.

Pada tahun 2025, pembelian Bitcoin oleh perusahaan publik mencapai rekor tertinggi. Miliaran dolar masuk ke ETF, dan koin-koin itu ditarik dari bursa kripto, mengurangi pasokan untuk trader biasa.

2. Sebagian Besar Trading Adalah “Bitcoin Kertas”

Sebagian besar perdagangan Bitcoin yang terlihat di pasar bukan pertukaran koin asli, melainkan hanya janji atau IOU (utang yang akan ditebus nanti). Ini dikenal sebagai “paper Bitcoin”.

Jadi meskipun volume perdagangan terlihat tinggi, sebenarnya tidak banyak Bitcoin sungguhan yang berpindah tangan. Jika semua orang menarik Bitcoin mereka sekaligus, bisa terjadi krisis likuiditas—mirip seperti kasus Silicon Valley Bank pada 2023.

3. Whale Menjual Diam-Diam

Beberapa pemilik besar Bitcoin (whale) menjual koin mereka secara perlahan dan diam-diam, bukan di bursa publik. Tujuannya agar harga tidak naik drastis saat mereka menjual.

Data dari Glassnode menunjukkan bahwa pada bulan April saja, para whale menyerap lebih dari 300% dari total Bitcoin yang baru ditambang. Ini berarti jumlah Bitcoin yang tersisa untuk dibeli orang lain makin sedikit.

4. Volatilitas Sengaja Dikendalikan

Perusahaan seperti BlackRock dan Fidelity tidak suka harga yang naik turun tajam. Mereka butuh harga yang stabil agar mudah mengatur kepatuhan hukum, akuntansi, dan sistem keuangan internal.

Bahkan ada pernyataan dari institusi besar bahwa Bitcoin sekarang lebih stabil dibanding sebelumnya—dan ini membuatnya makin dipercaya sebagai aset serius.

5. Kenaikan Harga Besar Sedang Ditunda dengan Sengaja

SightBringer percaya bahwa harga Bitcoin sengaja ditahan. Kenapa? Karena kalau nanti benar-benar naik, harganya bisa melonjak drastis dan tidak akan turun lagi. Pemain besar ingin siap sepenuhnya sebelum itu terjadi.

Pertanyaan yang Lebih Penting

SightBringer mengakhiri dengan pertanyaan tajam:

“Pertanyaan sebenarnya bukan ‘Kenapa harga Bitcoin nggak naik?’ Tapi: Siapa yang menahannya dan untuk tujuan apa?”