Astra Otoparts Bagi Dividen Tunai Rp 1,1 Triliun

Astra Otoparts Bagi Dividen Tunai Rp 1,1 Triliun

PT Astra Otoparts Tbk kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan nilai tambah kepada pemegang saham dengan membagikan dividen tunai dalam jumlah signifikan dari kinerja keuangan tahun buku 2025. Berdasarkan hasil keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), perseroan menyetujui pembagian dividen sebesar Rp1,1 triliun atau setara Rp229 per saham, yang berasal dari laba bersih sebesar Rp2,2 triliun.

Jumlah dividen tersebut mencerminkan dividend payout ratio sekitar 50% dari total laba bersih, yang menegaskan kebijakan perseroan untuk menjaga keseimbangan antara distribusi keuntungan kepada investor dan penguatan fundamental keuangan melalui laba ditahan. Langkah ini juga dinilai sejalan dengan strategi Astra Otoparts dalam menghadapi dinamika industri otomotif yang semakin kompetitif, termasuk percepatan transisi menuju kendaraan listrik (electric vehicle/EV).

Dividen yang dibagikan terdiri atas dua tahap, yakni dividen interim sebesar Rp284,36 miliar atau Rp29 per saham yang telah dibayarkan pada 24 Oktober 2025. Sementara itu, dividen final sebesar Rp819,35 miliar atau Rp170 per saham dijadwalkan akan dibayarkan pada 15 Mei 2026 kepada pemegang saham yang tercatat dalam daftar pemegang saham (recording date) pada 4 Mei 2026.

“Sisa laba bersih yang belum ditetapkan penggunaannya dibukukan sebagai laba ditahan,” ujar Division Head of Corporate Communication & Investor Relations Astra Otoparts, Wisnu Wijaya. Laba ditahan ini, lanjutnya, akan difokuskan untuk mendukung ekspansi bisnis, peningkatan kapasitas produksi, serta pengembangan produk berbasis teknologi baru.

Dalam beberapa tahun terakhir, Astra Otoparts memang terus melakukan diversifikasi bisnis, termasuk memperluas portofolio ke komponen kendaraan listrik seperti baterai dan sistem elektrifikasi lainnya. Selain itu, perusahaan juga aktif memperkuat pasar ekspor ke berbagai negara di Asia, Timur Tengah, hingga Afrika, guna mengurangi ketergantungan pada pasar domestik.

Selain menyetujui pembagian dividen, RUPST juga menghasilkan keputusan penting terkait perubahan susunan manajemen perseroan. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari transformasi organisasi dan penyelarasan strategi jangka panjang perusahaan.

Perubahan signifikan terjadi dengan pengunduran diri Hamdani Dzulkarnaen S. dari jabatan Presiden Direktur serta Gidion Hasan dari posisi Presiden Komisaris. Manajemen menyampaikan bahwa perubahan ini merupakan bagian dari proses regenerasi kepemimpinan untuk menghadapi tantangan industri ke depan, termasuk digitalisasi dan disrupsi teknologi.

Sebagai penggantinya, pemegang saham menyetujui pengangkatan Yusak Kristian Solaeman sebagai Presiden Direktur dan Thomas Junaidi Alim sebagai Presiden Komisaris. Keduanya diharapkan mampu membawa perspektif baru sekaligus memperkuat eksekusi strategi bisnis perseroan, khususnya dalam meningkatkan efisiensi operasional dan mempercepat inovasi produk.

Menariknya, Gidion Hasan yang sebelumnya menjabat Presiden Komisaris tetap berada dalam struktur perseroan sebagai Komisaris, menunjukkan keberlanjutan peran strategisnya dalam memberikan arahan dan pengawasan.

Dengan perubahan tersebut, berikut susunan terbaru Dewan Komisaris dan Direksi Astra Otoparts:

Dewan Komisaris:

  • Presiden Komisaris: Thomas Junaidi Alim
  • Komisaris Independen: Bambang Widjanarko E.S.
  • Komisaris Independen: Agus Tjahajana Wirakusumah
  • Komisaris Independen: Djangkep Budhi Santoso
  • Komisaris: Gunawan Geniusahardja
  • Komisaris: Sudirman Maman Rusdi
  • Komisaris: Gidion Hasan

Direksi:

  • Presiden Direktur: Yusak Kristian Solaeman
  • Direktur: Tujuh Martogi Siahaan
  • Direktur: Ronny Kusgianta
  • Direktur: Sophie Handili
  • Direktur: Abun Gunawan
  • Direktur: Prihatanto Agung Lesmono
  • Direktur: Andi Gunanto

Ke depan, Astra Otoparts diperkirakan akan terus mengoptimalkan peluang pertumbuhan seiring dengan pemulihan sektor otomotif nasional dan meningkatnya permintaan kendaraan, baik konvensional maupun listrik. Dukungan dari ekosistem grup Astra serta kolaborasi dengan mitra global juga menjadi faktor penting dalam memperkuat daya saing perusahaan di pasar domestik dan internasional.

Dengan fundamental yang solid, strategi ekspansi yang agresif, serta manajemen baru yang diharapkan lebih adaptif, Astra Otoparts berada pada posisi yang cukup kuat untuk menjaga kinerja positif di tengah tantangan ekonomi global yang masih penuh ketidakpastian.