Amundi Prediksi Reli Aset Kripto Berbasis AI di Asia Masih Berlanjut Meski Dibayangi Risiko The Fed

Amundi Prediksi Reli Aset Kripto Berbasis AI di Asia Masih Berlanjut Meski Dibayangi Risiko The Fed

Amundi, manajer aset terbesar di Eropa yang mengelola dana sekitar €2,4 triliun (US$2,8 triliun), menilai tren kenaikan aset kripto yang didorong oleh perkembangan kecerdasan buatan (AI) di Asia masih memiliki ruang untuk berlanjut. Namun, prospek tersebut tetap bergantung pada arah kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed).

Kepala Strategi Pasar Berkembang Global Amundi, Alessia Berardi, mengatakan kuatnya minat investor terhadap tema AI, valuasi yang masih dianggap menarik, serta besarnya investasi perusahaan teknologi Amerika Serikat menjadi faktor yang mendukung sentimen positif di pasar aset digital.

Perusahaan teknologi raksasa seperti Microsoft, Google, Amazon, dan Meta terus meningkatkan belanja modal untuk membangun infrastruktur AI. Tren ini turut mendorong optimisme investor terhadap proyek kripto yang memiliki keterkaitan dengan sektor AI, komputasi terdesentralisasi, data, dan teknologi blockchain pendukung AI.

Menurut Berardi, kondisi pasar saat ini masih berbeda dengan gelembung dot-com pada akhir 1990-an. Kenaikan harga aset yang terkait dengan AI dinilai masih memiliki dasar fundamental berupa pertumbuhan adopsi teknologi dan investasi yang terus mengalir ke sektor tersebut.

“Kami tidak melihat adanya gelembung pasar,” ujar Berardi.

Meski demikian, Amundi mengingatkan bahwa kebijakan The Fed tetap menjadi faktor risiko terbesar. Perubahan ekspektasi suku bunga AS dapat memengaruhi aliran modal ke aset berisiko, termasuk pasar kripto.

Jika The Fed mempertahankan atau mulai menurunkan suku bunga, likuiditas pasar berpotensi meningkat sehingga dapat mendukung kenaikan harga aset kripto, khususnya token yang terkait dengan narasi AI. Sebaliknya, jika ekspektasi suku bunga kembali naik, minat investor terhadap aset berisiko dapat melemah dan menekan pergerakan pasar.

Bagi investor kripto, perkembangan belanja modal perusahaan teknologi AS serta arah kebijakan The Fed menjadi dua faktor yang perlu dicermati. Selama investasi AI terus meningkat dan kondisi likuiditas global tetap mendukung, sentimen terhadap token AI dan aset digital terkait teknologi diperkirakan masih berpotensi positif dalam jangka menengah.