Bursa Kripto OKX Luncurkan Platform Sosial yang Menghubungkan Postingan dengan Aktivitas Trading
Bursa kripto OKX pada Kamis mengatakan bahwa mereka meluncurkan fitur jejaring sosial langsung di dalam aplikasi trading mereka. Fitur ini memungkinkan pengguna berdiskusi tentang pasar, membagikan performa trading, serta melakukan transaksi langsung dari sebuah postingan.
Fitur tersebut bernama Orbit. Melalui Orbit, pengguna bisa berdiskusi secara real-time di dalam aplikasi OKX. Pengguna dapat membagikan ide trading, melakukan siaran langsung (livestream), dan membuat grup komunitas. Selain itu, pengguna juga bisa menautkan aset kripto yang bisa langsung diperdagangkan melalui cashtag seperti $BTC untuk Bitcoin atau $ETH untuk Ethereum.
Peluncuran fitur ini menunjukkan tren yang lebih luas di platform trading, yaitu menggabungkan media sosial dengan aktivitas pasar.
Model social trading sebenarnya sudah lebih dulu dipelopori oleh platform eToro pada 2010 melalui platform OpenBook dan fitur CopyTrader. Sejak itu, beberapa bursa kripto juga menghadirkan fitur serupa, termasuk Bybit pada 2022 dan Binance pada platform futures mereka pada 2023.
Peluncuran ini juga terjadi saat OKX semakin memperluas langkahnya ke sektor keuangan tradisional setelah menerima investasi dari Intercontinental Exchange, perusahaan induk dari New York Stock Exchange. Kesepakatan tersebut menilai OKX sekitar US$25 miliar dan bertujuan untuk memungkinkan perdagangan saham yang ditokenisasi.
OKX mengatakan Orbit dibuat untuk mengatasi masalah kredibilitas yang sudah lama ada di komunitas trading online, di mana banyak influencer sering membagikan tangkapan layar keuntungan trading tanpa bukti yang bisa diverifikasi secara independen.
Menurut juru bicara OKX, ketika pengguna membuka profil seseorang di Orbit, mereka dapat beralih antara tab “posts” dan “performance.” Kedua data tersebut diperbarui secara real-time dan dihitung berdasarkan riwayat trading pengguna di aplikasi OKX.
Di tab performance, pengguna dapat melihat kepemilikan aset trader, total keuntungan atau kerugian (profit and loss), serta riwayat trading seperti posisi terbuka, tertutup, dan yang masih berjalan. Informasi penggunaan leverage juga akan terlihat.
Data tersebut juga bisa disortir berdasarkan beberapa periode waktu, seperti 7 hari, 30 hari, 90 hari, hingga satu tahun.
Untuk menggunakan Orbit, pengguna harus menyelesaikan proses verifikasi identitas serta mematuhi syarat layanan platform. Fitur ini juga mengikuti aturan KYC dan AML, serta sistem pemantauan transaksi yang sama seperti di seluruh layanan OKX.
Namun, berbagi data performa tetap bersifat opsional. Pengguna dapat memilih apakah ingin menampilkan data performa trading mereka atau tidak. Meski demikian, pengguna tidak dapat mengedit atau menghapus sebagian data yang ditampilkan karena informasi tersebut diambil langsung dari data bursa.
Orbit juga menghadirkan sistem reward bagi kreator yang sebagian didasarkan pada aktivitas dan keterlibatan pengikut. Salah satu cara mendapatkan reward adalah melalui aktivitas trading para follower.
Selain itu, trader juga bisa mendapatkan imbalan dari membuat konten, melakukan livestream, serta membangun komunitas di platform tersebut.
Pada tahap awal, fitur ini belum tersedia di beberapa wilayah seperti Amerika Serikat, Eropa, Singapura, Australia, dan Uni Emirat Arab, yaitu pasar yang regulatornya lebih memperhatikan aktivitas social trading dan promosi investasi online.
Saat ini Orbit mulai diluncurkan kepada sejumlah pengguna terbatas dan akan diperluas setelah fase uji coba (beta) selesai.
0 Comments