Grayscale Ubah Kripto Staking Senilai US$1,1 Miliar Menjadi Sumber Imbal Hasil bagi Pemegang ETF
Grayscale Ubah Reward Staking Menjadi Sumber Imbal Hasil Berkala bagi Investor ETF
Grayscale resmi menetapkan aturan baru terkait pengelolaan reward staking dari tiga produk crypto exchange-traded product (ETP), yaitu Grayscale Ethereum Staking ETF (ETHE), Grayscale Solana Staking ETF (GSOL), dan Grayscale Avalanche Staking ETF (GAVA).
Berdasarkan perubahan dokumen trust pada 6 Agustus, ketiga produk tersebut wajib mengonversi reward staking yang mereka terima menjadi uang tunai setidaknya sekali dalam setiap tiga bulan.
Hasil bersih dari penjualan tersebut kemudian akan dibagikan kepada pemegang saham setelah dikurangi biaya dan pengeluaran yang berlaku.
Meski batas minimum ditetapkan setiap tiga bulan, ketiga trust tersebut saat ini berencana melakukan distribusi setiap bulan, berdasarkan pengajuan Form 8-K pada 7 Agustus.
Reward Staking Akan Dijual ke Pasar
Ketika ETF menerima token sebagai reward dari aktivitas staking, Grayscale akan menjual reward tersebut secara berkala untuk mendapatkan uang tunai. Dana bersih dari penjualan kemudian disalurkan kepada investor.
Mekanisme ini berpotensi menciptakan tekanan jual rutin di pasar crypto, karena token yang diperoleh dari staking harus dikonversi menjadi uang tunai sebelum didistribusikan kepada pemegang saham.
Namun, aturan tersebut tidak berarti Grayscale akan menjual aset utama ETH, SOL, atau AVAX yang dimiliki ETF secara terjadwal.
Kewajiban penjualan hanya berlaku untuk token yang diperoleh sebagai reward staking. Aset utama tetap dapat dijual untuk kebutuhan lain, termasuk memenuhi redemption investor, membayar biaya, dan menutup pengeluaran trust.
Grayscale juga belum menentukan jumlah token yang akan dijual dalam setiap periode. Besarnya penjualan akan bergantung pada jumlah reward staking yang benar-benar diterima.
Aset Staking GSOL dan GAVA
GSOL melaporkan total aset sekitar US$101,16 juta, dengan sekitar US$101,05 juta berupa SOL yang distaking. Dengan demikian, sekitar 99,9% aset GSOL berada dalam staking.
Sementara itu, GAVA memiliki total aset sekitar US$4,27 juta, dengan sekitar US$3,45 juta berupa AVAX yang distaking, atau sekitar 80,9% dari total aset.
Dokumen terbaru tidak mencantumkan tingkat annualized staking reward. Karena itu, jumlah pembayaran kepada investor di masa depan akan bergantung pada beberapa faktor, seperti jumlah aset yang distaking, tingkat reward dari masing-masing blockchain, harga token, serta biaya yang dikenakan.
Biaya Staking Berbeda di Setiap ETF
ETHE mengenakan sponsor fee tahunan sebesar 2,5%. Selain itu, biaya sponsor staking dan validator secara gabungan mencapai sekitar 23% dari gross staking reward per 30 Juni.
GAVA mengenakan sponsor fee tahunan sebesar 0,35%, dengan total potongan untuk sponsor dan validator juga sekitar 23% dari gross reward.
Sementara itu, GSOL memiliki sponsor fee tahunan sebesar 0,19%, dengan total potongan terkait staking sekitar 7%, termasuk biaya sponsor dan validator.
Namun, sponsor fee tahunan dan potongan dari staking reward memiliki dasar perhitungan yang berbeda. Oleh karena itu, kedua persentase tersebut tidak bisa langsung dijumlahkan sebagai total biaya.
ETHE Sudah Memiliki Riwayat Distribusi
ETHE sebelumnya telah memberikan contoh bagaimana mekanisme distribusi reward staking dapat berjalan.
Pada 6 Januari, ETHE membagikan sekitar US$9,4 juta, atau sekitar US$0,083178 per saham, setelah menjual staking reward yang diperoleh antara 6 Oktober hingga 31 Desember 2025.
Namun, pembayaran tersebut tidak bisa digunakan untuk memprediksi besarnya distribusi ETHE, GSOL, atau GAVA di masa mendatang.
Pasalnya, jumlah reward akan dipengaruhi oleh nilai aset yang distaking, tingkat partisipasi staking, staking yield, biaya, serta harga ETH, SOL, dan AVAX ketika reward dijual.
Mekanisme Ini Juga Memiliki Dampak Pajak
Konversi staking reward menjadi uang tunai dapat membuat pembayaran kepada investor lebih sederhana, tetapi juga menimbulkan sejumlah persoalan pajak.
Berdasarkan pengungkapan pajak ETHE dan GSOL, jika struktur grantor trust berlaku, investor AS pada umumnya dianggap menerima bagian pendapatan staking secara proporsional ketika trust memperoleh reward.
Ketika trust kemudian menjual token reward untuk mendapatkan uang tunai, investor juga dapat menerima bagian keuntungan atau kerugian modal dari transaksi tersebut.
Berdasarkan perlakuan pajak yang dijelaskan dalam dokumen, penerimaan uang tunai dari distribusi tersebut seharusnya tidak menjadi peristiwa kena pajak tambahan.
Namun, Grayscale menegaskan bahwa perlakuan sebagai grantor trust belum tentu selalu berlaku. Dokumen tersebut juga mencatat potensi masalah terkait pajak bagi investor yang bebas pajak serta persoalan sumber pendapatan dan withholding tax bagi investor non-AS.
Grayscale Menciptakan Siklus Penjualan Reward Staking
Dengan aturan baru tersebut, ketiga produk Grayscale akan menjalankan mekanisme yang relatif sederhana:
Menerima staking reward → menjual reward → mengubahnya menjadi uang tunai → mengurangi biaya → membagikan hasil bersih kepada investor.
Mekanisme ini dapat menciptakan arus penjualan token secara berkala di pasar crypto.
Namun, besarnya tekanan jual tidak dapat dihitung hanya berdasarkan total aset ETF. Jumlah token yang dijual akan bergantung pada reward yang diterima, jumlah aset yang distaking, tingkat staking reward, harga token, serta biaya yang harus dibayarkan.
Dengan demikian, kebijakan Grayscale pada dasarnya menjadikan staking reward sebagai sumber distribusi imbal hasil berulang bagi pemegang ETF, bukan sebagai mekanisme untuk melikuidasi aset utama ETH, SOL, atau AVAX yang dimiliki produk tersebut.
0 Comments