Harga Emas Pegadaian Hari Ini, 29 Juni 2026: Simak Update Terbarunya
Harga Emas Pegadaian Hari Ini 29 Juni 2026: Galeri24 Rp2,627 Juta per Gram, Simak Daftar Lengkap Antam dan UBS
Harga emas batangan yang dipasarkan Pegadaian terpantau bergerak stabil pada awal pekan. Berdasarkan pembaruan data pada Senin (29/6/2026) pukul 10.53 WIB, harga emas Galeri24 dibanderol Rp2.627.000 per gram.
Sementara itu, emas Antam dijual seharga Rp2.751.000 per gram, sedangkan emas UBS dipatok Rp2.639.000 per gram. Ketiga produk tersebut masih menjadi pilihan utama masyarakat untuk investasi logam mulia, meski masing-masing memiliki rentang harga dan ukuran yang berbeda.
Perlu diketahui, harga emas di Pegadaian dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan harga emas dunia, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, serta kebijakan masing-masing produsen.
Selain harga, setiap produk juga menawarkan pilihan ukuran yang berbeda. Emas Galeri24 tersedia mulai dari 0,5 gram hingga 1.000 gram atau 1 kilogram. Emas UBS dijual dalam ukuran 0,5 gram hingga 500 gram, sedangkan emas Antam yang dipasarkan Pegadaian tersedia mulai 0,5 gram hingga 100 gram.
Berikut daftar harga emas Pegadaian per Senin (29/6/2026):
Galeri24
- 0,5 gram: Rp1.378.000
- 1 gram: Rp2.627.000
- 2 gram: Rp5.189.000
- 5 gram: Rp12.879.000
- 10 gram: Rp25.688.000
- 25 gram: Rp63.873.000
- 50 gram: Rp127.646.000
- 100 gram: Rp255.166.000
- 250 gram: Rp636.348.000
- 500 gram: Rp1.272.696.000
- 1.000 gram: Rp2.545.391.000
Antam
- 0,5 gram: Rp1.428.000
- 1 gram: Rp2.751.000
- 2 gram: Rp5.440.000
- 3 gram: Rp8.133.000
- 5 gram: Rp13.520.000
- 10 gram: Rp26.983.000
- 25 gram: Rp67.327.000
- 50 gram: Rp134.571.000
- 100 gram: Rp269.061.000
UBS
- 0,5 gram: Rp1.426.000
- 1 gram: Rp2.639.000
- 2 gram: Rp5.237.000
- 5 gram: Rp12.941.000
- 10 gram: Rp25.745.000
- 25 gram: Rp64.237.000
- 50 gram: Rp128.210.000
- 100 gram: Rp256.319.000
- 250 gram: Rp640.607.000
- 500 gram: Rp1.279.711.000
Antam Masih Jadi Produk Termahal
Dari ketiga produk yang tersedia di Pegadaian, emas Antam masih menjadi yang paling mahal dengan harga Rp2.751.000 per gram. Selisih harga Antam mencapai Rp124.000 dibandingkan Galeri24 dan Rp112.000 dibandingkan UBS untuk ukuran 1 gram.
Meski demikian, perbedaan harga tersebut umumnya dipengaruhi oleh reputasi merek, tingkat likuiditas di pasar, serta permintaan investor. Antam selama ini dikenal memiliki jaringan perdagangan yang luas sehingga kerap menjadi pilihan bagi investor jangka panjang.
Sementara itu, Galeri24 dan UBS juga terus diminati karena menawarkan harga yang relatif lebih terjangkau, sehingga menjadi alternatif bagi masyarakat yang ingin mulai berinvestasi emas dengan modal lebih kecil.
Prospek Harga Emas Sepekan Masih Fluktuatif
Sebelumnya, pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi memproyeksikan harga emas dunia maupun logam mulia masih akan bergerak fluktuatif sepanjang sepekan ke depan.
Ia mengatakan harga emas dunia pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu berada di kisaran US$4.077 per troy ounce, sedangkan harga logam mulia domestik ditutup sekitar Rp2.660.000 per gram.
Menurut Ibrahim, apabila tekanan jual meningkat, harga emas dunia berpotensi turun menuju area support di US$3.786 per troy ounce. Sejalan dengan itu, harga logam mulia dalam negeri diperkirakan dapat terkoreksi hingga sekitar Rp2.530.000 per gram.
“Jadi kesimpulannya untuk emas dunia dalam sepekan ke depan kemungkinan besar diperdagangkan di support US$3.786 per troy ounce, kemudian tertinggi ya resistennya di US$4.344 per troy ounce,” ujar Ibrahim dalam keterangannya, Senin (29/6/2026).
Sebaliknya, apabila sentimen pasar kembali mendukung aset safe haven, harga emas dunia diperkirakan berpeluang menguji level resistance di US$4.344 per troy ounce. Untuk pasar domestik, harga logam mulia diproyeksikan bergerak di kisaran Rp2.530.000 hingga Rp2.750.000 per gram sepanjang pekan ini.
Sentimen Global Masih Mendominasi
Ibrahim menilai arah pergerakan emas masih sangat bergantung pada perkembangan berbagai faktor global. Investor saat ini terus mencermati situasi geopolitik di Timur Tengah yang kembali memanas setelah insiden penyerangan kapal tanker serta meningkatnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat.
Di kawasan Eropa, konflik Rusia dan Ukraina juga masih menjadi sumber ketidakpastian yang mendorong investor mencari aset lindung nilai seperti emas.
Selain faktor geopolitik, perhatian pasar juga tertuju pada dinamika politik di Amerika Serikat, termasuk arah kebijakan perdagangan Presiden Donald Trump dan perkembangan di Kongres yang berpotensi memengaruhi sentimen investor global.
Di sisi lain, kebijakan suku bunga Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) tetap menjadi faktor penting. Pelaku pasar kini menilai peluang bank sentral mempertahankan suku bunga masih lebih besar dibandingkan kembali menaikkannya. Ekspektasi tersebut turut memengaruhi pergerakan dolar AS dan imbal hasil obligasi pemerintah, dua faktor yang selama ini memiliki hubungan erat dengan harga emas.
“Apa yang membuat harga-harga tadi yang saya sebutkan berfluktuatif? Yang pertama ini adalah masalah geopolitik, kebijakan perpolitikan di Amerika, kemudian kebijakan bank sentral, kemudian perang dagang,” kata Ibrahim.
Menurutnya, kombinasi berbagai sentimen tersebut akan menjadi penentu utama arah harga emas dunia dan logam mulia dalam beberapa hari mendatang. Selama ketidakpastian ekonomi dan politik global masih tinggi, emas diperkirakan tetap menjadi salah satu aset yang paling banyak diburu investor sebagai instrumen lindung nilai.
0 Comments