Harga Ondo Berpeluang Naik ke $0,50, Tapi Masih Ada Risiko
Harga Ondo Naik 8% Setelah Kerja Sama dengan Franklin Templeton
Harga token Ondo naik sekitar 8% setelah mengumumkan kemitraan dengan Franklin Templeton untuk meluncurkan ETF yang ditokenisasi di blockchain.
Berdasarkan data, harga Ondo sempat naik ke level tertinggi mingguan di $0,27 pada 26 Maret, sebelum turun sedikit ke sekitar $0,26.
Kenaikan ini terjadi karena Ondo akan menghadirkan versi token dari ETF milik Franklin Templeton. ETF tersebut mencakup saham AS, obligasi, dan emas. Berbeda dengan pasar tradisional, aset ini bisa diperdagangkan 24 jam langsung melalui dompet kripto.
Dengan sistem ini, investor di luar Amerika Serikat bisa lebih mudah mengakses aset-aset tersebut. Hal ini juga membuka peluang masuknya lebih banyak investor.
Kerja sama dengan Franklin Templeton—yang mengelola aset sekitar $1,7 triliun—meningkatkan kepercayaan pasar terhadap Ondo dan memperbesar peluang adopsi oleh investor institusi.
Saat ini, Ondo Finance mengelola lebih dari $2,7 miliar aset yang ditokenisasi. Baru-baru ini, mereka juga menambahkan 60 saham dan ETF AS ke platformnya, sehingga total aset kini lebih dari 250 yang tersedia di jaringan seperti Ethereum, Solana, dan BNB Chain.
Analisis Harga Ondo
Dari sisi teknikal, harga Ondo berhasil menembus pola “falling wedge,” yang biasanya menjadi sinyal potensi kenaikan harga.
Jika tren ini berlanjut, harga Ondo bisa naik hingga kisaran $0,50 sampai $0,64.
Namun, beberapa indikator masih menunjukkan tren melemah. Indikator Supertrend masih memberikan sinyal turun, dan tekanan jual lebih besar dibandingkan tekanan beli.
Level penting yang perlu diperhatikan adalah $0,30. Jika harga berhasil menembus level ini, maka potensi kenaikan ke $0,50 akan semakin kuat.
Sebaliknya, jika harga turun di bawah $0,20, maka tren kenaikan bisa gagal dan harga berpotensi turun lebih dalam.
0 Comments