Jaringan XRP Jalani Pembaruan Besar, Bagaimana Pengaruhnya terhadap Sentimen Pasar?
XRP Ledger Bersiap Jalankan Upgrade Besar Versi 3.2.0
Jaringan XRP Ledger (XRPL) tengah mempersiapkan salah satu pembaruan infrastruktur terbesarnya sejauh ini. Versi 3.2.0 yang telah lama dinantikan dijadwalkan segera diluncurkan di mainnet. Menurut pengembang dan tim XRP Ledger Operations, upgrade ini dirancang untuk meningkatkan stabilitas jaringan, memperkuat keamanan, serta memperbarui arsitektur inti protokol.
Perangkat Lunak Inti Berganti Nama
Pada Kamis, 4 Juni, XRP Ledger Operations mengumumkan peluncuran XRPL versi 3.2.0. Dalam pembaruan ini, perangkat lunak server utama akan berganti nama dari “rippled” menjadi “xrpld”. Tim pengembang menyebut perubahan nama tersebut sebagai langkah untuk menciptakan implementasi referensi yang lebih seragam bagi pengguna dan operator node di seluruh jaringan.
Menjelang peluncuran versi terbaru ini, penyedia infrastruktur, validator, dan operator node diwajibkan memperbarui sistem mereka. Tim operasional juga mengungkapkan bahwa proses transisi dapat memerlukan beberapa penyesuaian tambahan pada sisi infrastruktur. Untuk menjaga kelancaran konsensus dan partisipasi jaringan selama upgrade berlangsung, mereka telah menyiapkan panduan teknis yang rinci.
Melanjutkan Pembaruan Versi 3.1.3
Versi 3.2.0 hadir setelah upgrade XRPL 3.1.3 yang diaktifkan pada Mei 2026. Pembaruan sebelumnya menghadirkan berbagai peningkatan pada pengelolaan NFT, sistem vault, domain berizin (permissioned domains), serta protokol pinjaman (lending protocol).
Upgrade tersebut diaktifkan pada ledger index 104.507.137 pada 27 Mei dan ditujukan untuk meningkatkan keandalan jaringan dalam jangka panjang. Saat itu, seluruh node yang masih menggunakan perangkat lunak lama diwajibkan melakukan pembaruan agar tetap dapat berpartisipasi dalam proses konsensus.
Berdasarkan laporan yang beredar, upgrade tersebut berhasil disetujui dengan tingkat konsensus 100 persen. Tokoh teknis XRP Ledger, David Schwartz, juga sempat memberikan penjelasan kepada komunitas terkait proses pembaruan tersebut.
Harga XRP Melemah, Data On-Chain Tunjukkan Akumulasi
Di sisi lain, harga XRP masih menunjukkan tren pelemahan sejak Juli 2025. Aset kripto ini turun dari sekitar US$3,65 menjadi US$1,20 pada Juni 2026.
Setelah menutup Mei di level US$1,33, harga XRP turun ke US$1,29 pada 1 Juni, kembali melemah ke US$1,21 pada 2 Juni, dan bergerak di sekitar US$1,18 pada 4 Juni.
Dalam waktu kurang dari satu minggu, XRP kehilangan sekitar 11 persen nilainya, yang setara dengan lebih dari US$8 miliar kapitalisasi pasar yang menguap. Tekanan jual di pasar kripto secara keseluruhan, termasuk penurunan harga Bitcoin ke kisaran US$61.300, disebut menjadi salah satu faktor yang memicu koreksi tersebut.
Meski demikian, data on-chain menunjukkan gambaran yang berbeda. Selama periode penurunan harga tersebut, lebih dari 25 juta XRP tercatat keluar dari bursa kripto. Pergerakan seperti ini umumnya dianggap sebagai indikasi bahwa investor memindahkan aset mereka ke penyimpanan jangka panjang, bukan untuk dijual.
Selain itu, jumlah dompet yang menyimpan setidaknya 10.000 XRP juga mencapai rekor tertinggi sepanjang masa, yakni sebanyak 332.230 alamat. Data ini mengindikasikan bahwa sebagian investor masih terus melakukan akumulasi XRP meskipun harga sedang mengalami tekanan.
0 Comments