Kinerja Positif, Arus Peti Kemas IPC TPK Meningkat 7% sampai Juni 2026
Arus Peti Kemas IPC TPK Tumbuh 7% pada Semester I 2026, Terminal Panjang Jadi Motor Utama
PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) mencatat arus peti kemas (throughput) sebesar 1.817.738 TEUs sepanjang semester I 2026 (Januari–Juni). Realisasi tersebut meningkat 7% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 1.698.339 TEUs, seiring meningkatnya aktivitas perdagangan domestik maupun internasional yang dilayani perusahaan di berbagai terminal peti kemas.
Senior Manager Sekretariat Perusahaan IPC TPK Daniel Setiawan mengatakan, pertumbuhan tersebut mencerminkan semakin tingginya aktivitas logistik nasional, sekaligus menunjukkan efektivitas strategi perusahaan dalam menjaga kelancaran operasional di tengah meningkatnya permintaan layanan kepelabuhanan.
“Capaian pertumbuhan ini merupakan buah dari konsistensi perusahaan dalam menerapkan strategi operasional yang berfokus pada aspek keselamatan, kecepatan pelayanan, dan efisiensi di setiap terminal,” ujar Daniel Setiawan di Jakarta, Sabtu (18/7/2026).
Menurut Daniel, peningkatan throughput pada semester pertama tahun ini didorong oleh meningkatnya aktivitas bongkar muat di sejumlah terminal utama yang dikelola IPC TPK. Perusahaan juga terus mengoptimalkan koordinasi dengan para pemangku kepentingan di sektor pelabuhan dan logistik guna memastikan arus barang berjalan lancar.
Terminal Panjang di Lampung menjadi penyumbang pertumbuhan tertinggi dengan kenaikan throughput sebesar 17,4% dibandingkan semester I 2025. Kinerja tersebut menunjukkan semakin kuatnya peran Pelabuhan Panjang sebagai salah satu pintu gerbang distribusi barang di wilayah Sumatra bagian selatan.
Sementara itu, Terminal Tanjung Priok sebagai terminal peti kemas terbesar dalam jaringan IPC TPK mencatat pertumbuhan 7,9%, sedangkan Terminal Pontianak membukukan kenaikan 3,8%. Ketiga terminal tersebut menjadi kontributor utama terhadap peningkatan arus peti kemas perusahaan selama enam bulan pertama tahun ini.
Peningkatan aktivitas di berbagai terminal tersebut juga mencerminkan pulihnya aktivitas perdagangan serta meningkatnya kebutuhan distribusi barang dari sektor industri, manufaktur, perdagangan, hingga komoditas ekspor-impor. IPC TPK menilai tren tersebut menjadi sinyal positif bagi pertumbuhan sektor logistik nasional sepanjang 2026.
Kinerja Operasional Terus Menguat
Selain mencatat pertumbuhan secara kumulatif, kinerja operasional perusahaan juga menunjukkan tren positif secara bulanan. Pada Juni 2026, throughput IPC TPK mencapai 325.017 TEUs, meningkat 11,5% dibandingkan Juni tahun sebelumnya yang tercatat 291.465 TEUs.
Pertumbuhan bulanan tersebut menunjukkan peningkatan aktivitas bongkar muat yang semakin konsisten menjelang paruh kedua tahun ini, periode yang umumnya diwarnai peningkatan aktivitas distribusi barang untuk memenuhi kebutuhan industri dan perdagangan.
Pada Juni 2026, Terminal Panjang kembali menjadi terminal dengan pertumbuhan tertinggi, yakni mencapai 73,7% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kinerja tersebut menunjukkan lonjakan aktivitas logistik yang cukup signifikan di kawasan tersebut.
Di sisi lain, throughput Terminal Tanjung Priok meningkat 10,8%, sedangkan Terminal Palembang mencatat pertumbuhan 9,9% secara tahunan. Peningkatan di berbagai terminal ini menunjukkan bahwa pertumbuhan tidak hanya terkonsentrasi di satu wilayah, tetapi terjadi secara lebih merata pada jaringan operasional IPC TPK.
Perusahaan menyebut keberhasilan menjaga produktivitas terminal tidak lepas dari berbagai upaya peningkatan efisiensi operasional, termasuk optimalisasi pemanfaatan fasilitas terminal, peningkatan koordinasi layanan kapal dan peti kemas, serta penerapan sistem operasional berbasis digital untuk mempercepat proses pelayanan.
Aktivitas Logistik Meningkat
Menurut perusahaan, kenaikan arus peti kemas tersebut mencerminkan meningkatnya aktivitas logistik dan distribusi barang di berbagai wilayah operasional IPC TPK. Kinerja positif itu sekaligus menunjukkan kemampuan perusahaan menjaga kelancaran layanan bongkar muat di tengah meningkatnya permintaan jasa kepelabuhanan.
Arus peti kemas sendiri menjadi salah satu indikator penting dalam mengukur aktivitas perdagangan suatu negara. Peningkatan throughput umumnya mencerminkan naiknya mobilitas barang, baik untuk kebutuhan ekspor, impor, maupun distribusi domestik, sehingga turut mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
IPC TPK menegaskan akan terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan melalui penguatan aspek keselamatan kerja, peningkatan produktivitas terminal, serta percepatan waktu layanan kapal dan peti kemas. Langkah tersebut diharapkan mampu menjaga daya saing pelabuhan nasional sekaligus memberikan layanan yang semakin andal bagi pengguna jasa.
Daniel menambahkan, capaian kinerja pada semester pertama tahun ini juga bertepatan dengan peringatan hari ulang tahun ke-13 IPC TPK.
“Momentum pertumbuhan di pertengahan tahun 2026 ini sekaligus menjadi kado indah dalam menyambut hari jadi IPC TPK yang ke-13. Sejalan dengan tema HUT kami tahun ini, yaitu ‘13 Years of Excellence: Elevating Operational Standards & Service Quality’, kami berharap pencapaian positif ini memacu semangat seluruh insan korporasi untuk terus menaikkan standar operasional dan meningkatkan kualitas pelayanan,” ujar dia.
Ke depan, IPC TPK optimistis tren pertumbuhan arus peti kemas masih dapat berlanjut pada semester II 2026. Perusahaan akan terus memperkuat transformasi operasional, meningkatkan efisiensi layanan, serta mendukung kelancaran rantai pasok nasional agar mampu mengakomodasi pertumbuhan kebutuhan logistik di berbagai wilayah Indonesia.
0 Comments