Laporan: Iran dan Rusia Diduga Gunakan Kripto untuk Pembelian Drone Militer

Laporan: Iran dan Rusia Diduga Gunakan Kripto untuk Pembelian Drone Militer

Penggunaan Kripto untuk Pembelian Drone dalam Konflik Rusia–Iran

Sebuah laporan terbaru menyebutkan bahwa kelompok yang terkait dengan Rusia dan Iran semakin banyak menggunakan cryptocurrency (kripto) untuk membeli drone komersial murah yang digunakan dalam berbagai konflik yang masih berlangsung.

Menurut firma analitik blockchain Chainalysis, entitas yang terkena sanksi—termasuk sektor pertahanan Iran dan kelompok yang bersekutu dengannya—memanfaatkan kripto untuk menghindari pembatasan ekspor dan mendapatkan komponen drone yang sulit diperoleh secara legal.

Cara Kripto Digunakan

Laporan tersebut menjelaskan dua cara utama penggunaan kripto:

1. Pembayaran langsung
Produsen drone menerima pembayaran langsung menggunakan cryptocurrency.

2. Pembayaran tidak langsung
Penjual di platform e-commerce seperti Alibaba juga menerima kripto, sehingga memungkinkan pembeli dengan identitas dan tujuan yang tidak jelas untuk membeli drone dan komponennya.

Program Drone Iran

Program drone Shahed milik Iran, yang banyak digunakan dalam konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel, sangat bergantung pada jaringan pasokan internasional. Banyak komponennya diperoleh melalui negara ketiga untuk menghindari sanksi.

Laporan juga menyebutkan bahwa pola penggunaan kripto ini sudah terlihat sejak invasi Rusia ke Ukraina pada 2022, ketika kelompok pro-Rusia mengumpulkan lebih dari $8,3 juta dalam bentuk kripto untuk membeli drone secara online.

Kerja Sama Rusia dan Iran

Selain itu, Rusia dilaporkan telah berbagi teknologi drone dengan Iran. Ini termasuk bantuan dalam meningkatkan produksi serta penyisipan teknologi buatan Rusia ke dalam drone Iran yang digunakan dalam serangan regional.

Strategi Iran terhadap Kripto

Iran sendiri sudah lama memanfaatkan cryptocurrency untuk menghindari sanksi Barat. Lembaga pertahanan Iran bahkan disebut terbuka untuk menggunakan aset digital dalam kontrak militer.

Negara tersebut juga pernah mendorong penambangan Bitcoin dan berencana mengatur kripto sambil tetap memanfaatkan manfaatnya.