Tokoh Penting Iran Beri Saran Trading Saat Strategi “TACO Trade” Mulai Melemah
Strategi “TACO Trade” Mulai Tidak Efektif di Pasar Crypto & Global
Strategi “Trump Always Chickens Out” (TACO) sebelumnya sering dipakai trader sepanjang 2025. Intinya, setiap kali Trump memicu ketakutan pasar (misalnya perang dagang atau konflik), investor akan membeli saat harga turun karena biasanya harga cepat pulih.
Strategi ini cukup berhasil saat konflik tarif dengan China, Kanada, dan Uni Eropa, termasuk di pasar kripto yang ikut rebound setelah sentimen negatif.
Namun, minggu lalu strategi ini mulai tidak berjalan.
Trump menunda keputusan terkait target infrastruktur energi Iran. Biasanya penundaan seperti ini membuat aset berisiko seperti Bitcoin dan altcoin naik, tetapi kali ini tidak terjadi.
Ini menandakan pasar kripto dan saham mulai kehilangan “keyakinan lama” bahwa setiap eskalasi akan segera dibalik.
Dampak ke Ekonomi dan Pasar Kripto
Data ekonomi AS juga menunjukkan perlambatan, dengan proyeksi pertumbuhan turun menjadi 2%.
Sementara itu, pasar memperkirakan suku bunga AS akan tetap tinggi lebih lama hingga 2026.
Ini penting untuk kripto, karena suku bunga tinggi biasanya membuat:
- Likuiditas lebih ketat
- Investor lebih hati-hati masuk ke Bitcoin dan altcoin
- Aset berisiko (risk assets) sulit naik kuat
Yield Obligasi Naik = Tekanan ke Crypto
Imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun naik ke sekitar 4,46%.
Ini penting karena:
- Yield tinggi membuat investor lebih memilih obligasi dibanding crypto
- Likuiditas keluar dari aset berisiko
- Tekanan pada Bitcoin dan market altcoin meningkat
Beberapa analis juga mengatakan pasar obligasi mulai “melawan” kebijakan Trump karena ketegangan perang dagang dan konflik geopolitik.
Risiko Geopolitik Tidak Lagi Sekadar Sentimen
Konflik Iran sekarang berbeda dari konflik dagang biasa.
Jika sebelumnya China atau Uni Eropa bisa bernegosiasi dan meredakan ketegangan, situasi dengan Iran lebih tidak pasti dan lebih berisiko.
Harga minyak sudah naik tinggi, dan gangguan geopolitik membuat pasar global lebih “risk-off”.
Untuk crypto, ini berarti:
- Tidak semua penurunan akan langsung dibeli (dip buy tidak selalu berhasil)
- Premium risiko global lebih permanen
- Volatilitas bisa tetap tinggi lebih lama
Dampak ke Bitcoin & Market Crypto
Dengan kondisi seperti ini:
- Bitcoin tidak selalu ikut rebound seperti pola lama
- Altcoin lebih sensitif terhadap likuiditas dan ketidakpastian
- Investor mulai lebih selektif, bukan sekadar “buy the dip”
Kesimpulan
Strategi lama “beli saat Trump bikin panik” mulai tidak efektif.
Pasar crypto sekarang lebih dipengaruhi oleh:
- Suku bunga tinggi lebih lama
- Yield obligasi yang naik
- Risiko geopolitik yang tidak cepat selesai
Pertanyaan besarnya sekarang:
Apakah likuiditas global masih cukup kuat untuk mendorong crypto naik, atau pasar akan masuk fase lebih hati-hati untuk waktu yang lebih lama?
0 Comments