Program MBG Kembali Bergulir, Harga Pangan di Pasar Kebayoran Lama Ikut Naik
Harga Ayam hingga Telur Naik di Pasar Kebayoran Lama, Pedagang Sebut Pasokan Ketat dan MBG Jadi Pemicu
Pantauan pasar pada Jumat (17/7/2026) pagi menunjukkan harga sejumlah komoditas pangan, terutama sumber protein, mengalami kenaikan di Pasar Tradisional Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Daging ayam, telur ayam, hingga daging sapi masih dijual dengan harga yang relatif tinggi dibandingkan beberapa pekan sebelumnya.
Kenaikan harga paling mencolok terjadi pada daging ayam. Jika sebelumnya dijual sekitar Rp40.000 per kilogram, kini harganya melonjak menjadi Rp50.000 per kilogram atau naik sekitar 25%. Selain itu, harga beras premium juga masih bertahan tinggi di kisaran Rp17.000 per kilogram.
Komoditas utama seperti daging ayam, daging sapi, dan telur ayam menjadi produk yang mengalami tekanan harga paling besar pada perdagangan Jumat pagi.
Seorang pedagang daging ayam di Pasar Kebayoran Lama, Arif (35), mengatakan harga ayam mulai merangkak naik sejak Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali berjalan.
“(Sekarang) Rp50.000 per kg dari sebelumnya Rp40.000 per kg,” ujar Arif saat ditemui pada Jumat (17/7/2026).
Menurutnya, permintaan ayam dari berbagai pihak meningkat sehingga harga di tingkat pedagang ikut terdorong naik.
Pedagang ayam lainnya menambahkan bahwa kenaikan harga tidak hanya dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan, tetapi juga terbatasnya pasokan dari peternak. Berkurangnya pasokan ayam hidup ke rumah potong membuat harga di tingkat distributor ikut naik sebelum sampai ke pasar tradisional.
“Kami ambil barang dari pemasok juga sudah mahal, jadi terpaksa harga jual ikut naik,” kata salah seorang pedagang.
Pasokan Jadi Faktor Penting
Secara umum, kenaikan harga ayam biasanya dipengaruhi kombinasi antara meningkatnya konsumsi masyarakat, biaya produksi peternak seperti pakan dan DOC (day old chick), serta ketersediaan stok di tingkat peternak. Ketika pasokan berkurang sementara permintaan meningkat, harga cenderung terdorong naik dalam waktu singkat.
Program MBG yang kembali berjalan juga dinilai meningkatkan kebutuhan bahan pangan bergizi, termasuk ayam dan telur, sehingga ikut menambah permintaan di sejumlah daerah.
Meski demikian, pengaruh program tersebut terhadap harga nasional masih bergantung pada kemampuan distribusi dan kecukupan produksi dari peternak.
Harga Telur Ikut Terkerek
Selain daging ayam, telur ayam juga mengalami kenaikan harga. Saat ini telur dijual Rp26.000 per kilogram, naik dari sebelumnya Rp24.000 per kilogram.
Salah satu pedagang telur, Dwi (25), mengatakan kenaikan tersebut sudah terjadi sejak dua hari terakhir.
“Naik menjadi Rp26.000 per kg dari sebelumnya Rp24.000 per kg semenjak dua hari lalu,” katanya.
Meski demikian, pedagang sembako lainnya, Sariman (33), menilai fluktuasi harga telur merupakan kondisi yang lazim terjadi di pasar.
“Kalau telur mah memang biasa naik turun,” ujarnya.
Menurut pedagang, harga telur biasanya sangat dipengaruhi oleh harga pakan ternak, permintaan industri makanan, hingga kebutuhan rumah tangga yang berubah setiap pekan.
Harga Daging Sapi Masih Bertahan Tinggi
Sementara itu, harga daging sapi belum menunjukkan tanda-tanda penurunan. Saat ini daging sapi dijual sekitar Rp150.000 per kilogram, lebih tinggi dibandingkan harga yang sempat turun ke kisaran Rp140.000 per kilogram beberapa waktu lalu.
Pedagang daging sapi, Haris (54), mengatakan harga tersebut sudah bertahan selama beberapa minggu terakhir.
“Masih sama harganya (semenjak beberapa minggu lalu),” jelas Haris.
Hal senada disampaikan Humaedi (36). Menurutnya, harga daging sapi sempat menurun sebelum kembali naik setelah momentum Iduladha.
“Habis Lebaran Iduladha kemarin, harganya langsung naik lagi,” ungkap Humaedi.
Para pedagang memperkirakan harga daging sapi masih akan bertahan tinggi apabila pasokan belum bertambah dan permintaan tetap stabil.
Beras Premium Masih Mahal
Selain komoditas protein, harga beras premium juga masih berada di level tinggi.
Pedagang beras, Farhan (20), mengatakan beras premium kini dijual Rp17.000 per kilogram.
“Beras premium lagi naik, sekarang Rp17 ribu per kg,” ujarnya.
Sementara itu, beras kualitas medium relatif stabil di kisaran Rp14.500 per kilogram. Adapun beras kualitas rendah mengalami kenaikan tipis dari Rp11.000 menjadi Rp12.000 per kilogram.
Menurut pedagang, konsumen saat ini mulai menyesuaikan pilihan beras dengan kemampuan belanja. Sebagian pembeli beralih ke beras medium karena selisih harga yang cukup jauh dibandingkan beras premium.
Minyak Goreng dan Gula Stabil
Berbeda dengan komoditas protein, harga minyak goreng dan gula pasir masih relatif stabil.
Minyak goreng kemasan dua liter dijual sekitar Rp46.000 hingga Rp47.000 per kemasan, sedangkan gula pasir bertahan di kisaran Rp19.000 per kilogram.
Salah seorang pedagang sembako, Rendi (25), mengatakan harga gula memang belum berubah, meski sewaktu-waktu bisa mengalami kenaikan cukup tajam.
“Kalau lagi naik, banyak (selisihnya),” ujarnya.
Pedagang Berharap Pasokan Segera Normal
Sejumlah pedagang berharap distribusi pasokan pangan segera kembali normal agar harga dapat kembali stabil. Mereka menilai kestabilan pasokan menjadi faktor penting untuk menjaga daya beli masyarakat, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan rumah tangga.
Masyarakat juga diimbau membandingkan harga di beberapa pasar karena harga komoditas pangan dapat berbeda tergantung wilayah, ketersediaan stok, serta biaya distribusi.
Daftar Harga Pangan Sumber Protein di Pasar Kebayoran Lama
- Daging ayam: Rp50.000/kg (sebelumnya Rp40.000/kg)
- Telur ayam: Rp26.000/kg (sebelumnya Rp24.000/kg)
- Daging sapi: Rp150.000/kg
Daftar Harga Sembako
- Beras premium: Rp17.000/kg
- Beras kualitas medium: Rp14.500/kg
- Beras kualitas rendah: Rp12.000/kg
- Minyak goreng: Rp46.000–Rp47.000 per kemasan 2 liter
- Gula pasir: Rp19.000/kg
0 Comments