Telkom Enterprise Raup Pendapatan Rp 19 Triliun, Bidik Ekspansi ke Pasar Global
Telkom Enterprise Catat Pendapatan Rp 19 Triliun, Siapkan Transformasi untuk Kejar Pertumbuhan hingga 30%
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk mencatat Telkom Enterprise membukukan pendapatan sekitar Rp 19 triliun. Meski pertumbuhan pendapatan masih menghadapi tantangan, perseroan menilai peluang peningkatan kinerja masih terbuka lebar apabila transformasi bisnis dijalankan secara konsisten dan menyeluruh.
Direktur Enterprise & Business Service PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, Veranita Yosephine, mengatakan Telkom Enterprise memiliki potensi besar untuk tumbuh lebih cepat, sejalan dengan meningkatnya kebutuhan layanan digital di berbagai sektor industri di Indonesia.
“Revenue saat ini Rp 19 triliun, growth memang masih minus. Tapi kalau dibangun dengan benar, kita yakin bisa tembus pertumbuhan 25 sampai 30%. Global player saja bisa, masa negara dengan populasi dan GDP terbesar keempat di dunia tidak bisa?” kata Veranita saat menggelar pertemuan dengan Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, di Jakarta, Sabtu (18/7/2026).
Dalam pertemuan tersebut, selain membahas kinerja pendapatan, kedua pihak juga mendiskusikan strategi transformasi Telkom Enterprise guna memperkuat bisnis solusi digital dan teknologi komunikasi yang menyasar segmen korporasi, pemerintahan, hingga badan usaha milik negara (BUMN).
Transformasi tersebut dipandang menjadi langkah strategis mengingat kebutuhan perusahaan terhadap layanan digital end-to-end terus meningkat, mulai dari komputasi awan (cloud), pusat data (data center), keamanan siber (cybersecurity), kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), Internet of Things (IoT), hingga layanan konektivitas berkecepatan tinggi.
Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, menegaskan Telkom Enterprise harus menjadi integrator utama yang menyatukan seluruh kapabilitas bisnis Telkom Group. Menurutnya, sinergi antarlini usaha menjadi kunci agar seluruh layanan dapat ditawarkan secara terpadu kepada pelanggan.
“Kita punya banyak bisnis, kalau tidak ada integratornya, mereka jalan sendiri-sendiri. Telkom jadi satu holding enterprise bisnis ini yang perlu, karena ini integratornya,” ujar Dony.
Ia menilai model bisnis yang terintegrasi akan membuat Telkom lebih kompetitif dalam menghadapi persaingan dengan perusahaan teknologi global maupun penyedia layanan digital regional yang semakin agresif masuk ke pasar Indonesia.
Sebagai bagian dari transformasi tersebut, Telkom Enterprise akan melakukan penyempurnaan desain organisasi, penguatan tata kelola perusahaan (good corporate governance), serta pembenahan model akuntansi agar pengelolaan bisnis menjadi lebih efisien dan transparan.
Langkah-langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya saing perusahaan sekaligus menciptakan struktur organisasi yang lebih lincah dalam merespons kebutuhan pelanggan korporasi yang terus berkembang.
Danantara Dorong Transformasi Menyeluruh
Melalui arahan Danantara, transformasi Telkom Enterprise akan difokuskan pada peningkatan efektivitas organisasi, pemanfaatan talenta-talenta muda Indonesia di bidang teknologi informasi, serta penguatan sistem tata kelola perusahaan.
Dony mengatakan Indonesia memiliki potensi sumber daya manusia digital yang besar sehingga perlu diberi ruang lebih luas untuk mendorong inovasi di lingkungan Telkom. Dengan organisasi yang lebih adaptif, perusahaan diharapkan mampu menghasilkan layanan digital yang memiliki daya saing tidak hanya di pasar domestik, tetapi juga di tingkat internasional.
Menurutnya, transformasi juga harus dibarengi dengan penyederhanaan proses bisnis sehingga pengambilan keputusan menjadi lebih cepat dan pelayanan kepada pelanggan korporasi semakin optimal.
“Mulai membangun organisasi dengan benar. Ini kesempatan kita buat ngerapiin semuanya dan masuk ke fase yang baru,” ujar Dony.
Permintaan Solusi Digital Terus Meningkat
Transformasi Telkom Enterprise dinilai sejalan dengan tren digitalisasi yang semakin masif di Indonesia. Berbagai sektor seperti perbankan, manufaktur, kesehatan, pendidikan, energi, hingga pemerintahan kini semakin bergantung pada layanan digital untuk meningkatkan efisiensi operasional dan mempercepat transformasi bisnis.
Kondisi tersebut membuka peluang yang besar bagi Telkom Enterprise untuk memperluas pangsa pasar melalui penyediaan solusi digital yang terintegrasi, mulai dari infrastruktur jaringan, layanan cloud, data center, managed service, keamanan siber, hingga pemanfaatan AI untuk mendukung operasional pelanggan.
Dengan dukungan ekosistem Telkom Group yang mencakup infrastruktur telekomunikasi nasional, jaringan internasional, pusat data, serta berbagai anak usaha di bidang digital, Telkom optimistis transformasi yang sedang dijalankan dapat memperkuat posisi perusahaan sebagai penyedia solusi digital terdepan di Indonesia.
Ke depan, Telkom Enterprise tidak hanya menargetkan peningkatan pertumbuhan pendapatan, tetapi juga berupaya memperluas jangkauan layanan ke pasar regional. Strategi tersebut diharapkan mampu mendukung visi perusahaan untuk berkembang menjadi pemain global (global player), sekaligus memperkuat kontribusi Telkom terhadap percepatan transformasi digital nasional dan peningkatan daya saing ekonomi Indonesia.
0 Comments