Trader Prediction Market Dorong Volume April 2026 ke $8,6 Miliar, Kalshi Memimpin
Pasar prediksi merupakan platform di mana pengguna dapat membeli dan menjual kontrak berdasarkan hasil suatu peristiwa di masa depan, mulai dari pemilu, olahraga, hingga pergerakan harga kripto dan indikator ekonomi. Harga kontrak mencerminkan probabilitas suatu hasil menurut konsensus pasar, di mana kontrak akan bernilai $1 jika prediksi benar dan $0 jika salah. Konsep ini sudah ada sejak abad ke-19 di Wall Street, terutama dalam bentuk taruhan pemilu, dan semakin berkembang ketika profesor dari University of Iowa meluncurkan Iowa Electronic Markets pada 1988. Eksperimen ini menunjukkan bahwa prediksi berbasis kerumunan (crowd) sering kali lebih akurat dibandingkan metode survei tradisional.
Seiring waktu, berbagai platform komersial mulai bermunculan. Intrade sempat populer pada 2000-an sebelum akhirnya ditutup akibat tekanan regulasi di Amerika Serikat. Memasuki era blockchain, Augur hadir pada 2010-an, namun adopsinya masih terbatas. Perubahan besar baru terjadi pada 2020-an dengan hadirnya Polymarket yang dibangun di atas Polygon dan menggunakan USDC sebagai alat settlement, serta Kalshi yang pada 2021 resmi mendapatkan izin dari regulator AS sebagai bursa prediksi pertama yang diatur secara federal. Popularitas kedua platform ini melonjak tajam terutama setelah pemilu Presiden AS 2024, yang mendorong volume transaksi hingga miliaran dolar per bulan. Sepanjang 2025, total volume industri bahkan melampaui $63 miliar, dengan puncak bulanan mencapai sekitar $25,7 miliar pada Maret 2026 sebelum turun menjadi $8,6 miliar pada April.
Berdasarkan data dari Dune Analytics, pada April 2026 Kalshi mencatat volume transaksi sebesar $5,42 miliar dan unggul signifikan dibandingkan Polymarket yang mencatat $1,99 miliar. Kesenjangan ini semakin melebar sejak akhir 2025. Sementara itu, platform lain seperti Predict.fun, Opinion, dan Limitless masih tertinggal jauh dengan kontribusi volume yang relatif kecil. Secara keseluruhan, total volume nominal industri mencapai $29,8 miliar pada April, dengan Kalshi memimpin di angka $14,8 miliar, diikuti Polymarket sebesar $9 miliar, serta tambahan $1,26 miliar dari produk Polymarket versi AS setelah kembali masuk pasar Amerika melalui akuisisi QCEX.
Dari sisi aktivitas, total transaksi industri mencapai 184,3 juta pada April, dengan Kalshi mencatat 94,4 juta transaksi dan Polymarket 87,4 juta transaksi, menegaskan dominasi keduanya di pasar. Namun, dalam hal jumlah pengguna, Polymarket masih unggul jauh dengan 678.342 pengguna aktif, melampaui Kalshi dan platform lainnya. Untuk open interest (OI), total industri per 1 Mei 2026 mencapai $1,11 miliar, di mana Kalshi menguasai $630,7 juta dan Polymarket $449,9 juta, sementara platform lain masing-masing berada jauh di bawah angka tersebut.
Dari sisi pendapatan, total fee industri pada April mencapai $31,15 juta, dengan Polymarket mendominasi sebesar $29,22 juta. Angka ini menunjukkan bahwa meskipun volume transaksi Kalshi lebih besar, Polymarket mampu menghasilkan pendapatan lebih tinggi. Hal ini mengindikasikan bahwa rata-rata nilai transaksi pengguna Polymarket cenderung lebih besar, didukung oleh likuiditas yang dalam serta basis pengguna global. Secara keseluruhan, pasar prediksi mengalami pertumbuhan yang sangat pesat sejak pertengahan 2024, meningkat lebih dari 17 kali lipat dalam waktu kurang dari dua tahun. Saat ini, Kalshi dan Polymarket diperkirakan menguasai sekitar 85% hingga 95% total volume industri, menjadikannya pemain utama dalam ekosistem pasar prediksi berbasis kripto yang terus berkembang pesat.
0 Comments