American Bitcoin Milik Eric Trump Turun 40% Setelah Masa Lockup Berakhir

American Bitcoin Milik Eric Trump Turun 40% Setelah Masa Lockup Berakhir

American Bitcoin Anjlok 50% Setelah Saham Lockup Dibuka

American Bitcoin (ABTC), perusahaan mining dan akumulasi Bitcoin yang didirikan Eric Trump dan Donald Trump Jr., mengalami penurunan harga saham yang tajam pada Selasa setelah sebagian saham keluar dari masa lockup.

Menurut Google Finance, harga ABTC sempat jatuh hampir 50% dalam satu jam pertama, dari harga penutupan $3,58 menjadi $1,80. Harga kemudian ditutup di $2,19, turun 38,83% dalam sehari.

Eric Trump menjelaskan di X bahwa saham investor awal baru bebas dijual, sehingga wajar memicu volatilitas besar. ABTC sendiri mulai diperdagangkan di Nasdaq pada September setelah merger dengan Gryphon Digital Mining. Trump juga menegaskan bahwa ia tidak menjual sahamnya dan menyebut fundamental perusahaan masih kuat.

Pada kuartal ketiga, American Bitcoin mencatat kinerja yang sangat positif:

  • Pendapatan naik menjadi $64,2 juta dari sebelumnya $11,6 juta,
  • Laba bersih mencapai $3,5 juta, berbalik dari rugi $0,6 juta tahun lalu,
  • Kapasitas mining dan pendapatan lebih dari dua kali lipat,
  • Margin kotor naik tujuh poin persen.

Perusahaan juga terus memperbesar cadangan Bitcoin. Per 13 November, mereka menyimpan sekitar 4.090 BTC sebagai treasury, termasuk yang disimpan di kustodian maupun yang dijaminkan untuk pembelian miner.

Meski begitu, harga saham ABTC tetap melanjutkan tren turun. Dari puncaknya di $9,31 pada September, sahamnya kini sudah terkoreksi 76,5%.

Penurunan ini sejalan dengan melemahnya saham-saham crypto lainnya di tengah pasar aset digital yang masih lesu:

  • Coinbase turun 20% dalam sebulan,
  • Circle turun 39%,
  • Gemini turun 47%.

Analis Brian Dobson dari Clear Street mengatakan masih akan ada gelombang unlock saham ABTC berikutnya pada 2026, sehingga investor perlu memperhatikan jadwal pelepasan saham yang akan datang.