The Fed Buka Proposal Basel III dengan Masa Komentar 90 Hari, Bitcoin Hadapi Bobot Risiko 1.250%

The Fed Buka Proposal Basel III dengan Masa Komentar 90 Hari, Bitcoin Hadapi Bobot Risiko 1.250%

Proposal Basel The Fed Beri Bobot Risiko 1.250% untuk Bitcoin, Bank Bisa Hadapi Tekanan Modal

Bank sentral Amerika Serikat sedang menyiapkan aturan baru yang dapat memengaruhi cara bank berinteraksi dengan aset kripto, khususnya Bitcoin.

Pada 12 Maret, Wakil Ketua Federal Reserve untuk Pengawasan Michelle Bowman menyatakan bahwa regulator AS akan segera merilis proposal untuk menerapkan tahap akhir kerangka permodalan perbankan global Basel III di Amerika Serikat.

Proposal tersebut diperkirakan akan diumumkan pada minggu 17–21 Maret. Aturan ini disusun bersama Office of the Comptroller of the Currency dan Federal Deposit Insurance Corporation.

Salah satu poin yang paling kontroversial adalah perlakuan terhadap bitcoin. Dalam proposal ini, bitcoin akan dikenakan bobot risiko sebesar 1.250%, yang merupakan tingkat risiko tertinggi dalam aturan permodalan bank.

Apa Arti Bobot Risiko 1.250%

Bank harus menyimpan modal berdasarkan tingkat risiko dari aset yang mereka miliki.

Semakin tinggi bobot risiko suatu aset, semakin besar modal yang harus disiapkan bank untuk menutup potensi kerugian.

Sebagai contoh:

  • Jika sebuah bank memiliki eksposur bitcoin senilai $100 juta, regulator akan menghitungnya sebagai aset tertimbang risiko sebesar $1,25 miliar.
  • Artinya, bank tersebut harus menyediakan sekitar $100 juta modal berkualitas tinggi untuk mendukung eksposur tersebut.

Dengan kata lain, setiap $1 eksposur bitcoin harus didukung oleh sekitar $1 modal bank.

Perbandingan dengan Aset Lain

Dibandingkan dengan aset keuangan tradisional, bitcoin mendapat perlakuan yang jauh lebih ketat:

  • Uang tunai, emas, dan obligasi pemerintah AS: 0% bobot risiko
  • Pinjaman korporasi: 20% – 100%
  • Bitcoin: 1.250%

Secara teknis bank masih boleh memiliki bitcoin, tetapi aturan ini membuatnya menjadi sangat mahal dari sisi permodalan.

Mengapa Bitcoin Diberi Risiko Tinggi

Aturan ini berasal dari kerangka regulasi kripto global yang dibuat oleh Basel Committee on Banking Supervision pada tahun 2022.

Dalam kerangka tersebut, aset kripto dibagi ke dalam beberapa kategori. Bitcoin dimasukkan ke dalam Group 2b, yaitu kategori aset kripto yang dianggap regulator memiliki volatilitas tinggi dan sulit untuk dilindungi risikonya (hedging).

Aset dalam kategori ini otomatis dikenakan bobot risiko maksimum 1.250%.

Penolakan dari Industri

Beberapa pihak di industri kripto menilai klasifikasi ini tidak tepat.

Bitcoin Policy Institute berpendapat bahwa bitcoin diperlakukan seperti produk keuangan kompleks, padahal sebenarnya merupakan komoditas digital yang transparan dengan likuiditas pasar yang besar.

Managing Director mereka, Conner Brown, mengatakan aturan ini dapat membuat bank enggan menyediakan layanan terkait bitcoin, seperti:

  • perdagangan bitcoin
  • pinjaman dengan jaminan bitcoin
  • kepemilikan bitcoin di neraca bank

Kritik dari Perusahaan

Kritik juga datang dari sektor korporasi.

Pada 19 Februari, CEO Strategy Inc., Phong Le, meminta regulator AS untuk meninjau kembali perlakuan terhadap bitcoin dalam aturan Basel.

Menurutnya, standar Basel memiliki pengaruh besar terhadap cara bank berinteraksi dengan aset digital.

Jika aturan terlalu ketat, bank bisa memilih tidak terlibat langsung dalam pasar bitcoin, meskipun permintaan investor terus meningkat.

Permintaan Bitcoin Terus Tumbuh

Saat ini, permintaan terhadap bitcoin masih terus berkembang:

  • Perusahaan-perusahaan besar telah menyimpan lebih dari 1,1 juta BTC di kas mereka
  • Pasar derivatif bitcoin mencatat volume perdagangan yang sangat besar
  • Produk investasi institusional berbasis bitcoin terus bertambah

Namun, aturan permodalan yang ketat membuat bank kesulitan untuk berpartisipasi langsung dalam pasar tersebut.

Usulan Solusi Alternatif

Beberapa analis kebijakan menyarankan pendekatan yang lebih fleksibel, seperti:

  • menggunakan perhitungan risiko yang lebih sensitif terhadap kondisi pasar
  • menerapkan batas konsentrasi eksposur
  • mengakui strategi hedging yang sudah digunakan di pasar keuangan lain

Langkah Selanjutnya

Bahkan Basel Committee sendiri telah memberi sinyal bahwa aturan ini bisa ditinjau kembali. Pada akhir 2025, mereka mengumumkan rencana untuk melakukan evaluasi ulang terhadap kerangka regulasi aset kripto seiring perkembangan pasar.

Jika proposal dari regulator AS dirilis minggu depan, aturan tersebut akan masuk ke masa konsultasi publik selama 90 hari.

Selama periode itu, bank, perusahaan kripto, dan kelompok kebijakan dapat memberikan masukan sebelum aturan tersebut difinalisasi.