Harga Emas Antam 24 Desember 2025 – Mencapai Rekor Baru

Harga Emas Antam 24 Desember 2025 – Mencapai Rekor Baru

Harga Emas Antam Cetak Rekor Tertinggi Baru, Tembus Rp 2,59 Juta per Gram Jelang Natal 2025

Harga emas batangan yang dipasarkan oleh PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali mencatatkan rekor tertinggi sepanjang masa pada perdagangan Rabu, 24 Desember 2025. Kenaikan harga ini memperpanjang tren bullish emas yang telah berlangsung kuat sejak awal tahun, seiring meningkatnya ketidakpastian ekonomi global dan pergeseran investor ke aset lindung nilai.

Berdasarkan data resmi dari situs Logam Mulia Antam, harga emas hari ini naik Rp 29.000 menjadi Rp 2.590.000 per gram, dibandingkan harga Selasa (23/12/2025) yang berada di level Rp 2.561.000 per gram. Lonjakan ini menandai rekor baru, melampaui rekor sebelumnya yang baru saja tercipta sehari sebelumnya.

Tak hanya harga jual, harga buyback emas Antam atau harga pembelian kembali oleh Antam juga mengalami kenaikan serupa sebesar Rp 29.000. Hari ini, harga buyback ditetapkan di Rp 2.449.000 per gram, yang menjadi acuan bagi masyarakat yang ingin menjual kembali emas batangan mereka.

Sebagai catatan, rekor harga emas Antam sebelumnya tercatat pada Selasa, 23 Desember 2025, dengan harga jual Rp 2.561.000 per gram dan harga buyback Rp 2.420.000 per gram. Dengan kenaikan hari ini, emas Antam resmi mencetak rekor tertinggi baru dalam sejarah perdagangan emas domestik Indonesia.

Daftar Harga Emas Antam Hari Ini (Rabu, 24/12/2025)

Berikut rincian harga emas Antam di Butik Emas Pulogadung:

  • 0,5 gram: Rp 1.345.000

  • 1 gram: Rp 2.590.000

  • 2 gram: Rp 5.120.000

  • 3 gram: Rp 7.655.000

  • 5 gram: Rp 12.725.000

  • 10 gram: Rp 25.395.000

  • 25 gram: Rp 63.362.000

  • 50 gram: Rp 126.645.000

  • 100 gram: Rp 253.212.000

  • 250 gram: Rp 632.765.000

  • 500 gram: Rp 1.265.320.000

  • 1.000 gram: Rp 2.530.600.000

Harga tersebut dapat berbeda di tiap daerah, tergantung lokasi butik dan ketersediaan stok.

Jelang Natal 2025, Harga Emas dan Perak Sama-Sama Menguat

Menjelang perayaan Natal dan akhir tahun, harga emas dan perak kompak menguat baik di pasar domestik maupun global. Sepanjang 2025, kedua logam mulia ini menunjukkan performa luar biasa dan terus mencetak rekor baru.

Mengutip laporan CNBC, harga emas dunia pada perdagangan internasional sempat melonjak ke level tertinggi baru. Emas berjangka naik sekitar 0,8% ke USD 4.505,70 per ons, setelah menyentuh rekor intraday di kisaran USD 4.530,80 per ons. Sementara itu, harga emas spot tercatat naik 1,03% ke USD 4.491,23 per ons.

Tak kalah impresif, harga perak melonjak lebih tajam. Perak berjangka naik 4,46% ke USD 71,62 per ons, sedangkan harga spot perak diperdagangkan di kisaran USD 71,44 per ons, naik lebih dari 3,5%. Ini menjadi pertama kalinya harga perak menembus level psikologis USD 70 per ons.

Faktor Pendorong Kenaikan Harga Logam Mulia

Analis menilai reli harga emas dan perak tahun ini didorong oleh sejumlah faktor utama, antara lain:

  1. Ketidakpastian ekonomi global, termasuk kekhawatiran terhadap pertumbuhan ekonomi dan stabilitas pasar keuangan.

  2. Lonjakan utang global dan risiko penurunan nilai mata uang fiat.

  3. Sentimen negatif terhadap aset berisiko, terutama di tengah kekhawatiran terbentuknya gelembung di sektor teknologi dan kecerdasan buatan (AI).

  4. Ketidakjelasan arah kebijakan moneter AS, termasuk spekulasi mengenai kepemimpinan Federal Reserve hingga 2026.

Dalam kondisi seperti ini, emas kembali mengukuhkan perannya sebagai safe haven atau aset perlindungan nilai yang banyak diburu investor.

Proyeksi Harga Emas Masih Positif

Chief Investment Officer Livermore Partners, David Neuhauser, dalam wawancara dengan CNBC menyatakan bahwa tren kenaikan emas masih memiliki ruang yang cukup besar untuk berlanjut.

Menurutnya, kepemilikan emas secara global masih relatif rendah, sementara risiko ekonomi terus meningkat. Neuhauser bahkan memperkirakan harga emas berpotensi menembus USD 6.000 per ons dalam jangka menengah hingga panjang.

“Saya melihat semua logam mulia sedang berada dalam tren naik karena investor membutuhkan aset pelindung nilai di tengah ledakan utang global dan ketidakpastian ekonomi. Kondisi ini bisa bertahan lebih lama,” ujarnya.

Kilas Balik: Harga Emas dan Perak Awal Pekan

Pada awal pekan ini, harga emas dan perak juga telah mencetak rekor tertinggi. Harga emas berjangka untuk pengiriman Februari ditutup menguat 1,9% ke USD 4.469,40 per ons, setelah menyentuh level tertinggi di USD 4.477,70 per ons. Sementara harga emas spot naik hampir 2% ke USD 4.440,26 per ons.

Secara year-to-date, harga emas global telah melonjak hampir 70%, sedangkan harga perak mencatat kenaikan yang jauh lebih agresif, mencapai sekitar 128% sejak awal tahun.

Kenaikan signifikan ini menegaskan bahwa logam mulia masih menjadi pilihan utama investor sebagai instrumen lindung nilai di tengah dinamika ekonomi global yang penuh tantangan.