Harga Perak Antam Hari Ini 29 Desember 2025: Melanjutkan Kenaikan & Tren Global Silver Rally

Harga Perak Antam Hari Ini 29 Desember 2025: Melanjutkan Kenaikan & Tren Global Silver Rally

Harga Perak Antam Naik Tajam, Sentuh Level Tertinggi Seiring Rekor Harga Global

Harga perak PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali melanjutkan tren kenaikan pada perdagangan Senin (29/12/2025). Penguatan harga perak domestik ini sejalan dengan lonjakan harga perak di pasar global yang kembali mencetak rekor tertinggi baru di pasar spot.

Berdasarkan data dari logammulia.com, harga perak Antam tercatat naik Rp 800 menjadi Rp 48.765 per gram, dari posisi sebelumnya di Rp 47.965. Kenaikan ini menegaskan sentimen positif terhadap logam mulia non-emas yang semakin dilirik investor sebagai alternatif aset lindung nilai (safe haven) dan diversifikasi portofolio.

Di pasar internasional, harga perak spot tercatat melonjak menembus USD 80 per ounce, level tertinggi sepanjang sejarah. Para analis menilai reli harga perak kali ini tidak hanya dipicu oleh faktor spekulatif, tetapi juga oleh ketatnya pasokan fisik perak yang masih berlangsung hingga akhir 2025.

Menurut Sprott Asset Management, reli perak sepanjang 2025 mencerminkan kondisi pasar yang mengalami penipisan persediaan perak yang diperdagangkan secara bebas (free-floating inventories). Situasi ini membuat pergerakan harga menjadi semakin sensitif terhadap lonjakan permintaan, baik dari sektor investasi maupun industri.

“Persediaan perak global terus menyusut, sementara permintaan tetap kuat, khususnya dari sektor energi terbarukan, elektronik, dan kendaraan listrik. Kondisi ini memperkuat reli harga yang kita lihat sepanjang tahun ini,” ungkap Sprott dalam catatan riset terbarunya.

Sementara itu, Senior Investment Analyst Global X ETF’s, Trevor Yates, menilai pergerakan harga perak juga mencerminkan ekspektasi makroekonomi yang lebih kondusif ke depan.

“Harga perak mencerminkan prospek makro yang lebih menguntungkan memasuki 2026, dengan potensi penurunan suku bunga global dan melemahnya dolar AS yang secara historis meningkatkan daya tarik aset riil seperti logam mulia,” ujarnya.

Selain faktor makro, permintaan industri menjadi pendorong utama kenaikan harga perak. Perak merupakan komponen penting dalam produksi panel surya, semikonduktor, hingga teknologi baterai. Dengan tren transisi energi dan digitalisasi yang terus berkembang, kebutuhan terhadap perak diperkirakan tetap tinggi dalam jangka menengah hingga panjang.

Spesifikasi Produk Perak Antam

Antam menyediakan berbagai pilihan produk perak yang dapat dimanfaatkan sebagai instrumen investasi maupun kebutuhan industri. Berikut rincian spesifikasinya:

Perak Batangan 250 Gram
Perak batangan (silver bar) 250 gram diproduksi melalui proses minting dengan finishing halus. Produk ini banyak diminati investor ritel sebagai alternatif investasi selain emas.

  • Berat: 250 gram

  • Kemurnian: 99,95%

  • Tebal: 7,3 mm

  • Dimensi: 38 x 86 mm

Perak Batangan 500 Gram
Perak batangan 500 gram hadir dalam desain klasik dengan finishing halus dan cocok untuk investor dengan horizon investasi lebih besar.

  • Berat: 500 gram

  • Kemurnian: 99,95%

  • Tebal: 8,5 mm

  • Dimensi: 38 x 86 mm

Perak Butiran Murni 99,95%
Perak butiran (silver granules) diproduksi melalui proses pemurnian dan granulasi lanjutan. Produk ini umumnya digunakan untuk kebutuhan industri dan manufaktur.

  • Pilihan berat: 1 kg, 5 kg, dan 10 kg

  • Kemurnian: 99,95%

  • Ukuran butiran: 2 mm – 5 mm

Prospek dan Prediksi Harga Perak Dunia 2026

Ke depan, prospek harga perak masih menjadi sorotan para pelaku pasar. Sejumlah analis menilai perak tetap memiliki ruang penguatan, meskipun potensi volatilitas juga meningkat setelah reli tajam sepanjang 2025.

Analis BMO Capital Markets menyampaikan bahwa meskipun harga perak saat ini berada di level rekor, logam mulia tersebut masih berpeluang menguat pada 2026. Namun, BMO memperingatkan bahwa perak mungkin tidak mampu mempertahankan harga tertinggi sepanjang masa dalam jangka panjang.

Mengutip laporan Kitco, BMO Capital Markets memproyeksikan rata-rata harga perak berada di kisaran USD 56,3 per ounce sepanjang 2026, dengan potensi mencapai puncak sekitar USD 60 per ounce pada kuartal IV 2026.

BMO juga mencatat bahwa meskipun reli emas diperkirakan berlanjut pada 2026, investor perlu lebih berhati-hati terhadap logam mulia lainnya seperti perak dan platinum. Kedua logam tersebut menunjukkan indikasi overbought dalam beberapa pekan terakhir.

“Perak dan platinum memang dapat diperdagangkan layaknya emas ketika pasar berada dalam kondisi defisit, bahkan menawarkan potensi kenaikan harga yang lebih agresif. Namun, model terbaru kami menunjukkan bahwa defisit pasokan mulai menyempit,” tulis BMO dalam laporannya.

Dengan kombinasi faktor pasokan yang ketat, permintaan industri yang kuat, serta dinamika kebijakan moneter global, harga perak diperkirakan tetap bergerak volatil namun menarik bagi investor yang mencari peluang di luar emas.