KEK Industropolis Batang Targetkan Tambahan Investasi Rp 75,8 Triliun dalam 5 Tahun
KEK Industropolis Batang Jadi Pusat Hilirisasi Baru, Investasi Tembus Rp 22 Triliun dan Diproyeksikan Terus Melesat
Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) kini memainkan peran penting dalam mengakselerasi pertumbuhan industri hilirisasi nasional. Salah satu yang bergerak paling progresif adalah KEK Industropolis Batang, sebuah kawasan terintegrasi dengan tiga fokus utama: industri dan pengolahan, logistik dan distribusi, serta pariwisata. Kombinasi ketiganya menjadikan kawasan ini sebagai salah satu KEK paling lengkap dan modern di Indonesia.
Hilirisasi Jadi Motor Pertumbuhan Industri Baru
Pengembangan KEK Industropolis Batang diarahkan untuk mendukung agenda hilirisasi pemerintah, terutama dalam rantai pasok energi terbarukan dan kendaraan listrik. Beberapa sektor strategis yang kini mulai berkembang di kawasan ini meliputi:
- Pabrik diesel nabati (biofuel)
- Industri panel surya dan modul fotovoltaik
- Komponen kendaraan listrik (EV parts)
- Dry port dan pusat logistik terpadu
- Kawasan komersial, rekreasi, dan perhotelan
Sektor-sektor ini sejalan dengan tren global transisi energi, yang membuat Indonesia semakin menarik bagi investor dari Asia Timur, Timur Tengah, hingga Eropa.
Investasi Mengalir, Fasilitas Infrastruktur Makin Lengkap
Dengan luas mencapai 2.886,7 hektare, KEK Industropolis Batang telah menarik 34 investor dengan total komitmen Rp 22 triliun. Dalam lima tahun ke depan, nilai investasi tersebut diproyeksikan melonjak hingga Rp 75,8 triliun, seiring beroperasinya fase-fase industri hijau dan logistik.
Pertumbuhan ini ditopang oleh infrastruktur kelas dunia yang menjadi tulang punggung operasional kawasan, antara lain:
- Akses langsung ke Tol Trans Jawa
- Jalur kereta api khusus menuju super dry port
- Koneksi ke Pelabuhan Tanjung Emas Semarang dan Pelabuhan Kendal
- Akses cepat ke Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) dan Akses Bandara Ahmad Yani
- Sistem utilitas modern berbasis smart industrial park
Beberapa investor global seperti perusahaan manufaktur baterai asal Korea Selatan, perusahaan energi terbarukan dari Jepang, serta produsen komponen elektronik dari Eropa disebut mulai melakukan land clearing pada 2025.
Dorong Penciptaan Lapangan Kerja Besar-besaran
Dengan pertumbuhan investasi yang agresif, KEK Industropolis Batang diprediksi menciptakan:
- 58.000 lapangan kerja baru dalam lima tahun
- 250.000 tenaga kerja pada kapasitas penuh
Data ini sejalan dengan target pemerintah yang ingin menjadikan Batang sebagai pusat industri baru di Pulau Jawa, menggantikan dominasi kawasan industri lama yang mulai padat di wilayah Jabodetabek dan Karawang.
Diperkuat Status BUMN Holding Danareksa
Sebagai bagian dari Holding BUMN Danareksa, KEK Industropolis Batang mendapat dukungan tata kelola dan pengembangan kawasan yang lebih profesional. Dengan demikian, pengembangan tidak hanya berfokus pada industri, tetapi juga sektor pendukung seperti:
- Perumahan pekerja
- Kawasan pendidikan vokasi
- Ruang publik dan area rekreasi
- Pusat komersial dan perhotelan
Langkah ini bertujuan membangun kawasan industri yang benar-benar hidup (liveable industrial city), bukan sekadar area pabrik.
Menjadi Model Ekosistem Industri Modern di Indonesia
“KEK Industropolis Batang dirancang sebagai ekosistem industri modern yang terintegrasi, inklusif, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi utama investasi global di Asia,” ujar Kepala Divisi Corporate Secretary, M. Burhan Murtaki, Jumat (28/11/2025).
Kawasan ini dikembangkan dengan tiga prinsip utama:
- Sustainability – Pembangunan ramah lingkungan dengan energi terbarukan
- Inclusivity – Melibatkan UMKM lokal dan serapan tenaga kerja daerah
- Innovation – Menghadirkan smart monitoring system, digital logistic hub, dan fasilitas industri berbasis otomasi
Upaya ini selaras dengan agenda pemerintah yang menargetkan sektor hilirisasi memberikan kontribusi lebih dari Rp 1.500 triliun ke PDB nasional pada 2026.
Raih Penghargaan Penggerak Hilirisasi dan Ekonomi Regional
Atas inovasi dan kontribusinya, KEK Industropolis Batang meraih penghargaan Perusahaan Penggerak Hilirisasi dan Ekonomi Regional 2025. Penghargaan ini menunjukkan keberhasilan kawasan tersebut dalam mendorong pemerataan ekonomi, terutama di wilayah Jawa bagian utara.
“Penghargaan ini mendorong kami untuk terus berinovasi dan mempercepat realisasi investasi, dengan tujuan menjadikan Batang sebagai pusat industri unggulan yang berkontribusi signifikan pada perekonomian nasional,” tutup Burhan.
0 Comments