Menko Airlangga: 60% Penyaluran KUR Berhasil Masuk Sektor Produksi

Realisasi KUR Tembus Rp131,84 Triliun di Semester I 2025, 60% Mengalir ke Sektor Produksi
Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) terus menunjukkan performa positif di tengah dinamika ekonomi global dan tantangan pemulihan ekonomi nasional. Pada semester I tahun 2025, realisasi penyaluran KUR telah mencapai Rp131,84 triliun, atau setara 45,86% dari total target tahunan sebesar Rp287,5 triliun.
Capaian ini menjadi indikator penting meningkatnya kepercayaan dan antusiasme pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terhadap fasilitas pembiayaan bersubsidi yang diberikan oleh pemerintah. Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari dampak geopolitik hingga fluktuasi harga komoditas, KUR tetap menjadi salah satu instrumen vital pemulihan dan penguatan ekonomi kerakyatan.
KUR Sentuh 2,28 Juta Debitur, NPL Terjaga di Level Aman
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dalam Rapat Koordinasi Komite Kebijakan Pembiayaan KUR di Jakarta, mengungkapkan bahwa hingga 30 Juni 2025, total penerima KUR telah mencapai 2,28 juta debitur. Yang lebih menggembirakan, tingkat kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) KUR hanya berada pada angka 2,38%, jauh lebih rendah dibandingkan rata-rata NPL kredit UMKM secara umum yang mencapai 4,36%.
"Capaian KUR semester I 2025 cukup positif. Yang lebih penting, 60% penyaluran KUR berhasil masuk ke sektor produksi sesuai target kita. Ini menunjukkan KUR benar-benar mendorong produktivitas UMKM dan bukan hanya konsumtif," ujar Menko Airlangga dalam pernyataan resmi, Jumat, 11 Juli 2025.
Fokus Baru: Pertanian dan Ketahanan Pangan Jadi Prioritas
Sebagai bagian dari visi pembangunan ekonomi dalam Asta Cita Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah telah menyiapkan dua terobosan besar dalam kebijakan KUR. Salah satunya adalah kemudahan penyaluran KUR ke sektor pertanian pangan, khususnya untuk mendukung komoditas strategis seperti tebu.
Langkah ini dirancang sebagai respons atas tantangan pencapaian swasembada gula konsumsi nasional yang ditargetkan tercapai pada tahun 2028. Data Kementerian Pertanian mencatat bahwa saat ini sekitar 86% dari total tanaman tebu rakyat sudah masuk kategori tua dan memerlukan peremajaan (replanting) secara masif.
"Tanpa intervensi cepat, mimpi swasembada gula akan sulit dicapai. Maka, kemudahan akses KUR untuk pertanian khususnya tebu rakyat hadir sebagai solusi konkret, sekaligus dorongan bagi regenerasi petani dan revitalisasi industri gula nasional," tambah Airlangga.
Dukungan Digitalisasi dan Inklusi Keuangan
Dalam pengembangan lebih lanjut, pemerintah juga tengah mempercepat integrasi digitalisasi penyaluran KUR, termasuk pemanfaatan scoring berbasis data transaksi UMKM dari platform digital dan e-commerce. Hal ini dilakukan untuk memperluas jangkauan pembiayaan serta mempermudah proses pengajuan dan penyaluran KUR secara transparan dan efisien.
Beberapa bank penyalur seperti Bank BRI, BNI, Mandiri, dan BSI, juga mulai menerapkan sistem digital onboarding dan monitoring untuk meminimalisir risiko penyaluran serta meningkatkan efisiensi administrasi.
Outlook Semester II 2025: Potensi Capai Target Penuh
Dengan realisasi hampir 46% dalam enam bulan, pemerintah optimistis bahwa target penyaluran KUR tahun ini bisa tercapai bahkan berpotensi melampaui target. Beberapa sektor yang diprediksi akan semakin menyerap pembiayaan KUR di paruh kedua 2025 antara lain:
-
Pertanian dan hortikultura
-
Perikanan tangkap dan budidaya
-
Industri pengolahan pangan lokal
-
Pariwisata berbasis desa dan ekowisata
-
UMKM berbasis digital
Program KUR juga akan terus diperkuat dengan pengawasan terpadu, evaluasi risiko yang adaptif, serta pelatihan kewirausahaan agar penerima KUR tidak hanya mendapat modal, tetapi juga peningkatan kapasitas usaha.
0 Comments