Aktivitas Ekonomi Selama Ramadan 2026 Diperkirakan Naik hingga 40%, Penting Mengatur Keuangan dengan Baik

Aktivitas Ekonomi Selama Ramadan 2026 Diperkirakan Naik hingga 40%, Penting Mengatur Keuangan dengan Baik

Ramadan Dorong Lonjakan Aktivitas Ekonomi dan Transaksi Digital di Indonesia

Ramadan tidak hanya menjadi bulan penuh makna spiritual bagi umat Muslim di Indonesia, tetapi juga menjadi periode dengan dinamika ekonomi yang sangat tinggi. Selama bulan suci ini, aktivitas konsumsi masyarakat cenderung meningkat seiring dengan berbagai tradisi yang melekat, mulai dari persiapan sahur dan berbuka puasa, kegiatan berbagi dengan sesama, hingga perencanaan mudik serta perayaan Hari Raya Idulfitri.

Kombinasi antara aktivitas ibadah, tradisi sosial, dan kebutuhan rumah tangga membuat perputaran uang di masyarakat meningkat signifikan. Fenomena ini bahkan sering disebut sebagai salah satu periode puncak aktivitas ekonomi tahunan di Indonesia, yang dampaknya terasa di berbagai sektor mulai dari ritel, transportasi, hingga layanan keuangan digital.

Aktivitas Konsumsi Meningkat Selama Ramadan

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi dan transaksi keuangan di Indonesia meningkat sekitar 30–40 persen selama Ramadan 2025 dibandingkan bulan-bulan biasa. Peningkatan tersebut dipengaruhi oleh meningkatnya mobilitas masyarakat serta kebutuhan konsumsi yang lebih tinggi selama bulan puasa.

Permintaan terhadap berbagai kebutuhan pokok seperti bahan makanan, minuman, serta produk konsumsi harian biasanya melonjak menjelang waktu berbuka dan sahur. Selain itu, masyarakat juga mulai mempersiapkan kebutuhan Lebaran seperti pakaian baru, kue kering, hingga berbagai perlengkapan rumah tangga.

Sejalan dengan temuan tersebut, survei yang dilakukan oleh Snapcart pada 2025 menunjukkan sekitar 75 persen masyarakat Indonesia memperkirakan pengeluaran mereka meningkat selama Ramadan. Sebagian besar peningkatan anggaran tersebut dialokasikan untuk pembelian makanan dan minuman, kebutuhan keluarga, hingga persiapan menyambut Idulfitri.

Tradisi sosial juga turut memengaruhi pola konsumsi masyarakat selama bulan puasa. Kegiatan seperti buka puasa bersama, ngabuburit, dan berbagai kegiatan komunitas tetap menjadi bagian penting dari budaya Ramadan di Indonesia. Survei yang sama menunjukkan sekitar 62 persen masyarakat berencana mengikuti kegiatan buka puasa bersama, dengan rata-rata alokasi anggaran antara Rp1 juta hingga Rp3 juta sepanjang bulan Ramadan.

Fenomena ini menunjukkan bahwa Ramadan tidak hanya menjadi momentum spiritual, tetapi juga periode penting bagi masyarakat untuk mengelola pengeluaran secara bijak agar kebutuhan konsumsi tetap seimbang dengan kondisi finansial mereka.

Lonjakan Transaksi Digital

Selain peningkatan konsumsi, Ramadan juga menjadi pendorong percepatan penggunaan layanan keuangan digital di Indonesia. Perkembangan teknologi pembayaran membuat masyarakat semakin terbiasa melakukan transaksi tanpa uang tunai, baik untuk belanja kebutuhan harian maupun pembayaran layanan.

Bank Indonesia mencatat bahwa volume transaksi menggunakan QRIS selama periode Ramadan dan Idulfitri 2025 tumbuh hingga 111 persen secara tahunan per pengguna. Lonjakan ini didorong oleh meningkatnya penggunaan pembayaran digital di berbagai sektor, mulai dari pembelian makanan di gerai UMKM hingga transaksi di pusat perbelanjaan.

Pertumbuhan transaksi digital juga didukung oleh meningkatnya adopsi pembayaran berbasis ponsel pintar serta promosi dari berbagai lembaga keuangan dan penyedia layanan digital. Banyak pelaku usaha, terutama UMKM, memanfaatkan momentum Ramadan untuk memperluas metode pembayaran digital guna memudahkan pelanggan.

Momentum Ramadan juga biasanya diperkuat oleh pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi pekerja formal. Dana tambahan ini sering dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai kebutuhan, mulai dari tabungan, belanja kebutuhan Lebaran, hingga penyaluran dana sosial seperti zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF).

Tradisi Mudik Dorong Mobilitas Nasional

Selain aktivitas konsumsi dan transaksi digital, Ramadan juga identik dengan tradisi mudik atau pulang kampung menjelang Hari Raya Idulfitri. Tradisi tahunan ini mendorong lonjakan mobilitas masyarakat dalam skala nasional.

Kementerian Perhubungan mencatat bahwa sekitar 154,62 juta orang melakukan perjalanan mudik pada Lebaran 2025, atau setara dengan 54,9 persen dari total penduduk Indonesia. Angka tersebut menunjukkan bahwa lebih dari separuh populasi Indonesia terlibat dalam aktivitas perjalanan selama periode Lebaran.

Lonjakan mobilitas tersebut berdampak pada peningkatan penggunaan berbagai moda transportasi. Data pemerintah menunjukkan bahwa penggunaan transportasi umum meningkat sekitar 11,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan kereta api dan transportasi laut menjadi moda yang mengalami pertumbuhan signifikan.

Selain transportasi umum, penggunaan kendaraan pribadi juga meningkat tajam, terutama untuk perjalanan antar kota dan antar provinsi. Hal ini mendorong meningkatnya konsumsi bahan bakar, layanan perjalanan, serta kebutuhan logistik lainnya selama musim mudik.

Pentingnya Perencanaan Keuangan Selama Ramadan

Dengan meningkatnya aktivitas ekonomi selama Ramadan, perencanaan keuangan menjadi aspek penting agar masyarakat dapat menjalani bulan puasa dengan lebih nyaman tanpa mengganggu stabilitas finansial.

Pengeluaran yang meningkat selama periode ini sering kali terjadi secara bertahap, mulai dari kebutuhan konsumsi harian, kegiatan sosial, hingga biaya perjalanan mudik. Tanpa perencanaan yang matang, pengeluaran tersebut berpotensi menimbulkan tekanan pada kondisi keuangan setelah Lebaran.

Oleh karena itu, banyak lembaga keuangan menghadirkan berbagai solusi dan program khusus untuk membantu masyarakat mengelola transaksi serta kebutuhan finansial selama Ramadan.

Program Finansial untuk Mendukung Ramadan

Melihat tingginya aktivitas ekonomi selama bulan suci, Danamon menghadirkan program #RamadanLebihBerkah yang menawarkan berbagai solusi finansial untuk mendukung kemudahan transaksi serta perencanaan keuangan masyarakat selama Ramadan.

Salah satu program yang ditawarkan adalah cashback 50 persen hingga Rp50.000 untuk transaksi QRIS melalui aplikasi D Bank PRO. Promo ini tersedia setiap hari pada waktu ngabuburit di berbagai merchant, sehingga dapat dimanfaatkan masyarakat saat membeli takjil atau hidangan berbuka puasa.

Selain itu, terdapat pula berbagai promo lain yang dapat dimanfaatkan nasabah, seperti cashback untuk top up e-money, pembelian bahan bakar minyak (BBM), hingga transaksi belanja daring menggunakan Virtual Account Danamon.

Melalui aplikasi D Bank PRO, nasabah juga dapat memanfaatkan berbagai fitur tambahan yang dirancang untuk memudahkan aktivitas keuangan selama Ramadan. Salah satunya adalah fitur Transfer Grup, yang memungkinkan pengguna berbagi biaya dengan keluarga atau teman secara praktis, misalnya untuk pembayaran makan bersama atau kebutuhan acara buka puasa.

Dukungan Finansial untuk Perjalanan Mudik

Sebagai bagian dari tradisi Ramadan, perjalanan mudik juga menjadi fokus dukungan berbagai layanan keuangan. Untuk membantu nasabah mempersiapkan perjalanan tersebut, Danamon menghadirkan sejumlah promo yang dapat dimanfaatkan selama periode Ramadan hingga menjelang Lebaran.

Salah satunya adalah promo hemat hingga Rp50.000 di layanan Grab, termasuk untuk layanan GrabFood yang memudahkan masyarakat memesan makanan berbuka puasa secara praktis, serta GrabDineOut untuk reservasi restoran.

Bagi masyarakat yang melakukan perjalanan menggunakan kendaraan pribadi, tersedia pula cashback hingga Rp80.000 per bulan untuk pengisian BBM di SPBU bp hingga 30 April 2026.

Selain itu, perlindungan perjalanan juga menjadi bagian dari program Ramadan tahun ini. Nasabah dapat memperoleh diskon premi hingga 30 persen untuk Zurich Travel Insurance dengan menggunakan kode promo HEMAT_2026 melalui aplikasi D Bank PRO.

Ramadan sebagai Momentum Berbagi

Consumer Funding & Wealth Business Head Danamon, Ivan Jaya, menyatakan bahwa program tersebut dirancang untuk membantu masyarakat menjalani Ramadan dengan lebih nyaman sekaligus mendukung berbagai kebutuhan finansial selama bulan suci.

Menurutnya, Ramadan merupakan momen yang tidak hanya berkaitan dengan ibadah, tetapi juga kesempatan untuk memperkuat nilai kebersamaan dan berbagi.

Ia menjelaskan bahwa dengan perencanaan keuangan yang tepat, masyarakat dapat menjalani Ramadan dengan lebih tenang tanpa harus khawatir terhadap pengeluaran yang meningkat selama periode tersebut.

“Danamon memaknai keberkahan Ramadan sebagai momen untuk berbagi dan saling mendukung. Dengan perencanaan yang tepat, masyarakat dapat menjalani Ramadan dengan lebih tenang,” ujar Ivan dalam keterangan tertulis, Jumat (13/3/2026).

Ia menambahkan bahwa program ini diharapkan dapat menjadi mitra finansial bagi masyarakat dalam berbagai aktivitas selama Ramadan, mulai dari momen berbuka puasa hingga perjalanan mudik.

“Program ini hadir sebagai mitra finansial untuk berbagai macam kebutuhan selama Ramadan, dari momen berbuka hingga perjalanan mudik, agar nasabah dapat beribadah dan beraktivitas dengan lebih nyaman,” tutupnya.