Balancer Labs Tutup; DAO Komunitas Akan Tentukan Masa Depan Protokol

Balancer Labs Tutup; DAO Komunitas Akan Tentukan Masa Depan Protokol

Balancer Labs Ditutup, Tapi Protokol Masih Jalan

Balancer Labs, perusahaan yang mengembangkan protokol pertukaran terdesentralisasi (DEX) Balancer, resmi ditutup setelah enam bulan menghadapi masalah hukum, reputasi, dan ekonomi yang sulit.

Menurut Martinelli, pendiri Balancer, keputusan ini mencerminkan perubahan cara kerja protokol: kini yang lebih penting adalah organisasi terdesentralisasi (DAO), yayasan, dan penyedia layanan, bukan struktur perusahaan terpusat.

Salah satu alasan utama penutupan adalah eksploitasi keamanan pada 3 November 2025, yang menimbulkan risiko hukum bagi perusahaan. Meski begitu, protokol Balancer tetap beroperasi dan tidak ditutup.

Martinelli sempat mempertimbangkan menutup seluruh protokol, tapi memutuskan untuk tetap berjalan karena masih menghasilkan pendapatan dan terus dikembangkan. Dalam tiga bulan terakhir, Balancer menghasilkan lebih dari $1 juta dalam bentuk biaya tahunan, menunjukkan sistem inti masih berfungsi meski desain ekonominya perlu diperbaiki.

Masalah utama ada pada tokenomics (cara penggunaan token) dan biaya operasional, yang menurut Martinelli bisa diperbaiki. Rencana perbaikan meliputi:

  • Menghentikan emisi token BAL
  • Menata ulang distribusi biaya
  • Mengurangi biaya operasional agar seimbang dengan pendapatan

Selain itu, model governance veBAL akan dihentikan karena terlalu dipengaruhi insentif eksternal, bukan kontributor inti. Dalam struktur baru, semua biaya protokol akan masuk ke treasury DAO, sementara bagian protokol akan disesuaikan untuk menarik likuiditas organik.

Balancer juga merencanakan buyback token BAL, memberi pemegang kesempatan keluar dengan harga tetap sekaligus mendukung sistem yang direstrukturisasi. Fokus protokol akan diarahkan ke produk utama seperti reCLAMM, liquidity bootstrapping pools (LBP), stable dan liquid staking pools, serta weighted pools.

Martinelli akan meninggalkan peran formalnya setelah Balancer Labs ditutup, tapi tetap mendukung proyek sebagai penasihat. Dia menekankan ini adalah “reset”, bukan akhir, karena proyek DeFi bisa bangkit kembali dengan memangkas yang berlebihan, memperbaiki insentif, dan bekerja disiplin.