Bank Rakyat Indonesia Bagikan Dividen Rp52,1 Triliun Hari Ini, Investor Kantongi Rp346 per Saham

Bank Rakyat Indonesia Bagikan Dividen Rp52,1 Triliun Hari Ini, Investor Kantongi Rp346 per Saham

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI resmi menyalurkan dividen tunai kepada para pemegang saham pada Jumat, 8 Mei 2026. Pembagian dividen tersebut berasal dari laba bersih tahun buku 2025 dan sebelumnya telah memperoleh persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 10 April 2026.

Dalam aksi korporasi tersebut, BRI membagikan total dividen sebesar Rp52,1 triliun atau setara Rp346 per saham. Jumlah tersebut termasuk dividen interim senilai Rp137 per saham atau setara Rp20,6 triliun yang telah lebih dulu dibayarkan kepada investor pada 15 Januari 2026 lalu.

Dengan demikian, sisa dividen tunai yang dicairkan perseroan pada hari ini mencapai Rp209 per saham dengan total nilai sekitar Rp31,47 triliun. Pembayaran dividen jumbo ini kembali menempatkan BRI sebagai salah satu emiten perbankan dengan pembagian dividen terbesar di Indonesia.

Corporate Secretary BRI, Dhanny, mengatakan kebijakan dividen tersebut tetap mempertimbangkan keseimbangan antara pemberian imbal hasil optimal kepada investor dan kebutuhan penguatan modal perusahaan untuk mendukung ekspansi bisnis ke depan.

“Pembagian dividen tersebut mencerminkan komitmen BRI dalam memberikan economic value yang optimal dan berkelanjutan kepada para pemegang saham, sekaligus mencerminkan fundamental yang kuat serta ketahanan kinerja Perseroan yang tetap terjaga di tengah dinamika ekonomi global,” ujar Dhanny.

Menurutnya, strategi pembagian laba yang diterapkan perseroan juga menjadi bagian dari upaya menjaga kualitas pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan, terutama di tengah kondisi pasar global yang masih dibayangi ketidakpastian suku bunga tinggi, perlambatan ekonomi dunia, dan fluktuasi nilai tukar.

BRI menilai penguatan struktur permodalan tetap menjadi prioritas penting agar perusahaan memiliki ruang yang cukup untuk memperluas pembiayaan, khususnya pada sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang selama ini menjadi fokus utama perseroan.

Sebagai bank dengan portofolio kredit UMKM terbesar di Indonesia, BRI terus mendorong ekspansi pembiayaan ke segmen mikro dan ultra mikro. Langkah tersebut dinilai menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan laba perusahaan sepanjang 2025.

Selain itu, tingginya nilai dividen yang dibagikan juga mencerminkan kuatnya kinerja keuangan BRI sepanjang tahun lalu. Perseroan mampu menjaga profitabilitas di tengah tantangan ekonomi global dan ketatnya persaingan industri perbankan nasional.

Analis pasar menilai konsistensi BRI dalam membagikan dividen besar menjadi sentimen positif bagi saham perbankan, terutama bagi investor yang mencari emiten dengan imbal hasil dividen atau dividend yield menarik. Kebijakan ini juga memperkuat posisi BRI sebagai salah satu saham favorit investor institusi maupun ritel di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Adapun pemegang saham yang berhak menerima dividen tunai tersebut adalah investor yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (recording date) pada 22 April 2026. Sementara itu, pembayaran dividen dilakukan sesuai jadwal yang telah ditetapkan perseroan setelah pelaksanaan RUPST.

Di sisi lain, pasar turut mencermati langkah BRI dalam menjaga rasio permodalan dan likuiditas di tengah meningkatnya kebutuhan pembiayaan domestik. Dengan fundamental yang dinilai solid, BRI optimistis mampu mempertahankan pertumbuhan bisnis positif sepanjang 2026, baik dari sisi penyaluran kredit maupun penghimpunan dana pihak ketiga.