BI: Lebih dari 1 Juta Orang Tukar Uang Jelang Lebaran 2026, Naik 85%

BI: Lebih dari 1 Juta Orang Tukar Uang Jelang Lebaran 2026, Naik 85%

Antusiasme masyarakat untuk menukarkan uang Rupiah menjelang Hari Raya Idulfitri 2026 tercatat mengalami lonjakan signifikan. Bank Indonesia (BI) melaporkan bahwa hingga 13 Maret 2026, jumlah masyarakat yang telah melakukan penukaran uang melalui layanan resmi mencapai 1.076.282 orang. Tingginya angka tersebut mencerminkan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap uang pecahan kecil menjelang momen Lebaran

Kepala Departemen Pengelolaan Uang BI, Muh. Anwar Bashori, mengatakan bahwa minat masyarakat tahun ini jauh lebih tinggi dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

“Animo masyarakat untuk menukarkan uang Rupiah menjelang Idulfitri 2026 sangat tinggi. Hingga 13 Maret 2026, jumlah penukar melalui layanan resmi mencapai 1.076.282 orang,” ujar Anwar dalam keterangannya di Jakarta, Senin (16/3/2026).

Menurut dia, jumlah tersebut meningkat sekitar 85,4 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu. Pada periode yang sama menjelang Idulfitri 2025, jumlah masyarakat yang menukarkan uang tercatat sebanyak 580.496 orang.

“Meningkat sekitar 85,4 persen dibandingkan tahun lalu sebanyak 580.496 orang,” katanya.

Lonjakan jumlah penukar ini menunjukkan bahwa tradisi berbagi uang baru atau uang pecahan kecil saat Lebaran masih sangat kuat di tengah masyarakat Indonesia. Uang pecahan kecil biasanya digunakan untuk memberikan tunjangan hari raya (THR) kepada anak-anak, kerabat, maupun tetangga, serta untuk berbagai kebutuhan transaksi kecil selama bulan Ramadhan dan perayaan Idulfitri.

Selain faktor tradisi, meningkatnya mobilitas masyarakat menjelang Lebaran serta membaiknya aktivitas ekonomi juga turut mendorong peningkatan kebutuhan uang tunai. Pada periode Ramadhan hingga Lebaran, peredaran uang tunai di masyarakat umumnya meningkat tajam seiring meningkatnya aktivitas belanja, perjalanan mudik, hingga berbagai kegiatan sosial dan keagamaan.

BI Perluas Layanan Penukaran

Untuk mengakomodasi tingginya permintaan masyarakat, Bank Indonesia juga memperluas jangkauan layanan penukaran uang di berbagai daerah. Pada tahun ini, jumlah titik layanan penukaran meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

“Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Bank Indonesia memperluas jangkauan layanan penukaran dengan meningkatkan jumlah titik layanan dari 5.202 layanan pada tahun sebelumnya menjadi 9.294 layanan pada tahun ini,” kata Anwar.

Layanan penukaran tersebut disediakan melalui berbagai kanal resmi, antara lain kas keliling Bank Indonesia, layanan penukaran terpadu, serta kerja sama dengan perbankan di seluruh Indonesia. Melalui kolaborasi dengan bank-bank nasional maupun daerah, masyarakat dapat menukarkan uang baru dengan lebih mudah dan merata di berbagai wilayah.

Bank Indonesia juga terus mendorong masyarakat untuk memanfaatkan layanan penukaran resmi guna menghindari praktik penukaran uang ilegal yang kerap muncul menjelang Lebaran. Penukaran melalui pihak tidak resmi biasanya disertai dengan biaya tambahan yang cukup tinggi.

Selain itu, BI kembali mengingatkan masyarakat untuk menggunakan aplikasi digital pemesanan penukaran uang sebelum datang ke lokasi layanan. Melalui sistem pemesanan tersebut, masyarakat dapat memilih lokasi dan jadwal penukaran sehingga proses layanan menjadi lebih tertib, cepat, dan terorganisir.

Bank sentral juga memastikan bahwa ketersediaan uang layak edar dalam berbagai pecahan telah dipersiapkan dengan baik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama periode Ramadhan dan Idulfitri 2026. Distribusi uang tunai dilakukan secara bertahap ke berbagai daerah guna memastikan kelancaran transaksi ekonomi selama masa puncak perayaan.

Dengan meningkatnya jumlah titik layanan serta tingginya partisipasi masyarakat, Bank Indonesia berharap proses penukaran uang menjelang Idulfitri tahun ini dapat berlangsung lebih lancar, aman, dan merata sehingga tradisi berbagi kebahagiaan saat Lebaran dapat terus terjaga di tengah masyarakat.