Bitcoin Bersiap Hadapi Kedaluwarsa Opsi $8 Miliar, Dibayangi Perang, Harga Minyak, dan The Fed

Bitcoin Bersiap Hadapi Kedaluwarsa Opsi $8 Miliar, Dibayangi Perang, Harga Minyak, dan The Fed

Bitcoin sedang menghadapi salah satu momen paling krusial tahun ini karena akan memasuki jatuh tempo (expiry) opsi dalam jumlah besar di tengah kondisi pasar yang penuh ketidakpastian. Berdasarkan data dari CoinGlass, sekitar 8,07 miliar dolar AS nilai open interest opsi Bitcoin di Deribit akan kedaluwarsa pada 24 April, terdiri dari 56.300 kontrak call (posisi bullish) dan 49.540 kontrak put (posisi bearish). Meski rasio ini cenderung bullish, kondisi makro saat ini justru menjadi salah satu yang paling tidak pasti dalam beberapa bulan terakhir.

Jatuh tempo ini terjadi hanya beberapa hari sebelum agenda ekonomi besar, yakni pertemuan Federal Reserve pada 28–29 April, serta rilis data penting seperti GDP kuartal pertama dan inflasi PCE pada 30 April. Kombinasi ini menjadikan pekan tersebut sebagai salah satu periode paling padat dari sisi makroekonomi, apalagi di tengah peringatan dari pejabat The Fed bahwa lonjakan harga minyak dapat membuat inflasi tetap tinggi dan menahan suku bunga di level tinggi lebih lama dari perkiraan pasar.

Dari sisi struktur pasar derivatif, terdapat ketegangan yang cukup besar. Di Deribit, yang kini memiliki total open interest opsi sekitar 31 miliar dolar AS, posisi call cukup terkonsentrasi di area strike harga 75.000 dolar. Sementara itu, level “max pain”—yaitu titik di mana sebagian besar kontrak opsi akan berakhir tidak bernilai dan menguntungkan penjual—berada di kisaran 71.500 hingga 72.000 dolar, atau sekitar 3.000–4.000 dolar di bawah harga Bitcoin saat ini. Kondisi ini berpotensi menciptakan tekanan penurunan harga mendekati waktu expiry.

Tekanan tambahan datang dari faktor geopolitik. Konflik yang melibatkan AS, Israel, dan Iran sempat memicu penutupan Strait of Hormuz, yang merupakan jalur vital bagi sekitar 20% pasokan minyak dunia. Hal ini sempat mendorong harga minyak Brent menembus 100 dolar per barel untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun terakhir. Meski sempat ada penurunan harga setelah Iran mengumumkan pembukaan kembali jalur tersebut, ketegangan kembali meningkat setelah insiden penyitaan kapal, sehingga ketidakpastian tetap tinggi dan aktivitas pelayaran masih jauh di bawah normal.

Sejumlah pejabat The Fed juga memberikan sinyal hawkish. Alberto Musalem menyebut bahwa lonjakan harga energi berpotensi menjaga inflasi di sekitar 3% sepanjang tahun, di atas target 2%. Senada, John Williams mengatakan bahwa kenaikan harga energi sudah mulai berdampak ke harga tiket pesawat, bahan makanan, pupuk, dan produk lainnya. Pasar pun kini memperkirakan kemungkinan hampir pasti bahwa The Fed akan menahan suku bunga dalam waktu dekat.

Sementara itu, Christopher Waller menggambarkan situasi saat ini sebagai persimpangan jalan: jika konflik mereda dengan cepat, inflasi bisa kembali turun menuju target dan membuka peluang penurunan suku bunga; namun jika konflik berkepanjangan, inflasi berisiko tetap tinggi dan menyebar ke berbagai sektor, diperparah oleh gangguan rantai pasok.

Dalam konteks ini, jatuh tempo opsi Bitcoin berpotensi menjadi “penguat” pergerakan harga. Jika kondisi makro membaik—misalnya tensi geopolitik mereda dan ekspektasi pemangkasan suku bunga meningkat—maka posisi call yang dominan bisa mendorong harga Bitcoin menembus 75.000 dolar. Sebaliknya, jika terjadi eskalasi baru, tekanan bisa berbalik arah dengan level sekitar 72.000 dolar menjadi area pertahanan pasar.

Selain itu, strategi institusi yang sebelumnya menjual eksposur kenaikan harga Bitcoin untuk mendapatkan yield kini mulai berakhir seiring jatuh tempo kontrak, sehingga “penyangga” pasar ikut menghilang dan membuat Bitcoin lebih rentan terhadap sentimen makro dan geopolitik.

Dalam 10 hari ke depan, arah pergerakan Bitcoin akan sangat ditentukan oleh tiga faktor utama: jatuh tempo opsi pada 24 April, keputusan suku bunga The Fed, serta rilis data GDP dan inflasi AS. Kombinasi ketiga faktor ini berpotensi memicu volatilitas besar dan bahkan mengubah arah tren pasar kripto secara keseluruhan.