Bursa Kripto Terbesar di Polandia Runtuh, Sosok Pemegang Private Key Menghilang
Awal Mula Krisis Penarikan di zondacrypto
Masalah mulai muncul pada Desember 2025, ketika pengguna menyadari penarikan dana mereka tertahan selama berhari-hari. Banyak keluhan muncul di grup Telegram resmi exchange. Pihak manajemen menyebut penyebabnya adalah lonjakan permintaan dan penerapan sistem keamanan baru.
Memasuki Maret 2026, jumlah keluhan semakin meningkat. Sebuah situs whistleblower bernama zonda-alert.pl dibuat untuk menampung laporan pengguna. Di saat yang sama, analis blockchain mulai merilis data pendukung.
Hasilnya, cadangan Bitcoin milik zondacrypto turun drastis. Dari Agustus 2024 hingga April 2026, saldo turun dari 55,7 BTC menjadi hanya 0,086 BTC — anjlok sekitar 99,7%.
Karena zondacrypto menangani sebagian besar volume trading crypto retail di Polandia, gangguan penarikan ini berdampak pada ratusan ribu pengguna sekaligus.
Kunci yang Hilang dan Founder yang Menghilang
Pada 17 April, CEO Przemysław Kral memberikan penjelasan. Ia mengklaim bahwa exchange masih memiliki sekitar 4.500 BTC (sekitar US$330 juta), yang berarti perusahaan sebenarnya masih solvent.
Namun, ada masalah besar: dana tersebut tidak bisa diakses.
Kral mengakui bahwa private key wallet tersebut hanya dimiliki oleh Sylwester Suszek, pendiri yang menjual perusahaan pada 2021. Suszek menghilang dari publik sejak Maret 2022 dan belum pernah ditemukan hingga sekarang.
Berbagai investigasi telah dilakukan di seluruh Eropa, namun tanpa hasil. Bahkan keluarganya sendiri tidak bisa memastikan apakah ia masih hidup. Tanpa private key, dana tersebut pada praktiknya tidak bisa digunakan.
Di sisi lain, analis dari Recoveris menemukan lebih dari 500 transaksi yang memindahkan dana senilai lebih dari US$21 juta dari wallet zondacrypto ke alamat deposit milik Kraken antara Desember 2025 hingga April 2026.
Kral membantah temuan ini dan mengancam akan mengambil jalur hukum. Namun, kurangnya transparansi justru semakin menurunkan kepercayaan pengguna.
Memicu Kontroversi Politik di Polandia
Kasus ini menjadi sorotan utama di Poland dan mendominasi pemberitaan nasional, baik di televisi, radio, maupun media cetak.
Pada 18 April, Perdana Menteri Donald Tusk ikut angkat bicara. Ia menuduh zondacrypto memberikan dukungan finansial kepada politisi yang menolak regulasi crypto. Ia juga menyinggung adanya dugaan hubungan dengan Rusia.
Kasus ini pun berubah menjadi isu politik, dengan berbagai partai saling menyerang dan membela pihak masing-masing.
Regulator Mulai Turun Tangan
Kantor Kejaksaan Nasional Polandia telah membuka investigasi resmi sejak 8 April. Sementara itu, otoritas perlindungan konsumen juga telah menerima keluhan sejak 2022.
Lembaga tersebut bahkan sudah mulai menyelidiki perusahaan induk zondacrypto sejak Januari 2025. Kini, badan keamanan internal Polandia juga dilaporkan ikut terlibat.
Sejumlah analis membandingkan kasus ini dengan runtuhnya Cinkciarz.pl pada 2024, di mana gangguan teknis awal berujung pada masalah besar dan kerugian pengguna.
Apa yang Akan Terjadi Selanjutnya?
Situasi ini mengingatkan pada krisis crypto sebelumnya seperti FTX — dengan pola yang mirip: penarikan dibekukan, pernyataan yang tidak jelas, dan data on-chain yang bertentangan.
Lebih dari satu juta pengguna bisa terdampak. Kasus ini juga dapat memengaruhi sikap Polandia terhadap regulasi crypto, termasuk aturan MiCA.
Beberapa minggu ke depan akan menjadi penentu. Regulator harus mengungkap apa yang sebenarnya terjadi, mencari keberadaan founder yang hilang, dan memastikan nasib dana pengguna.
Untuk saat ini, kepercayaan pengguna terus menurun — sementara orang yang memegang kunci akses dana masih belum ditemukan.
0 Comments