Bitcoin di $76.000 Itu Tidak Biasa — Ini Perkiraan Harga Berikutnya

Bitcoin di $76.000 Itu Tidak Biasa — Ini Perkiraan Harga Berikutnya

Lonjakan Harga Bitcoin Baru-Baru Ini Bisa Jadi “Fakeout”, Kata Analis

Seorang analis crypto yang sebelumnya memperingatkan bahwa lonjakan harga Bitcoin baru-baru ini bisa bersifat sementara, kini memberikan pembaruan terbaru. Ia menegaskan prediksi sebelumnya dan menjelaskan ke mana kemungkinan arah harga Bitcoin selama pasar bearish saat ini.

Ke Mana Arah Bitcoin Selanjutnya?
Peneliti DeFi dan analis pasar, Sherlock, membagikan analisis terbarunya di X. Ia memprediksi harga Bitcoin bisa turun ke sekitar $53.000, yang menurutnya merupakan level support penting, bukan sekadar tebakan.

Sherlock menjelaskan bahwa harga Bitcoin pekan lalu yang mencapai $76.000 adalah lonjakan yang tidak biasa. Meskipun ada harapan rebound ini bisa berlanjut, ia memperkirakan ini bersifat sementara. Ia mengatakan jika candle mingguan ditutup di bawah $72.500, tren penurunan ini akan terkonfirmasi.

Ia juga membandingkan situasi ini dengan Januari lalu, ketika Bitcoin sempat mencapai $94.500 sebelum turun sekitar 38%. Lonjakan cepat diikuti penurunan tajam seperti ini disebut “fakeout”—gerakan yang menipu trader untuk masuk posisi sebelum harga berbalik.

Situasi Pasar Saat Ini
Bitcoin saat ini berada di sekitar $68.100, lebih dari 10% di bawah puncak pekan lalu. Harga jatuh tajam dalam satu hari setelah The Federal Reserve AS menunjukkan sikap hawkish. Bitcoin sempat menyentuh $70.000 hari itu dan terus menurun sejak.

Data dari CoinMarketCap juga menunjukkan penurunan ini diperburuk oleh ketegangan geopolitik setelah Donald Trump mengeluarkan ultimatum 48 jam kepada Iran, memicu penjualan lebih luas di aset berisiko.

Melihat Kembali Lonjakan $76.000
Sherlock sebelumnya memperingatkan trader untuk tidak terjebak lonjakan harga jangka pendek. Pada Januari 2026, banyak trader yang membuka posisi long saat harga naik, tetapi akhirnya rugi karena Bitcoin turun dalam beberapa minggu berikutnya.

Ia mengatakan bahwa jika Bitcoin gagal ditutup di atas $74.500 pada chart mingguan, rebound ini hanya bersifat sementara, bukan breakout nyata. Dengan adanya pertemuan FOMC baru-baru ini dan prediksi jeda kenaikan suku bunga, Sherlock menilai prospek Bitcoin tidak terlalu bullish. Ia menyebut rebound sebelumnya sebagai jebakan untuk menarik trader masuk posisi berisiko.