Bitcoin Kembali ke $72.000, Analis Incar $80.000 sebagai Pemicu Bull Market
Pada 7 April, Bitcoin—sebagai cryptocurrency terbesar—sempat melonjak ke level $72.767, yang merupakan harga tertinggi sejak 18 Maret.
Saat ini, Bitcoin telah naik lebih dari 5% sepanjang bulan ini, setelah sebelumnya mencatat penurunan selama lima bulan berturut-turut.
Dalam 24 jam terakhir, pasar kripto mengalami volatilitas besar yang menyebabkan sekitar 120.386 trader terkena likuidasi, dengan total nilai likuidasi mencapai hampir $596 juta.
Data menunjukkan terjadi short squeeze yang cukup brutal, di mana para trader yang bertaruh harga turun (bear) mengalami kerugian paling besar.
Likuidasi posisi short mencapai sekitar $427,25 juta, jauh lebih besar dibandingkan likuidasi posisi long yang sebesar $168,75 juta.
Platform Binance mencatat hampir 30% dari total volume likuidasi dalam beberapa jam terakhir. Sementara itu, Bitget dan Gate masing-masing menyumbang sekitar 19% dan 15%. Platform Hyperliquid bahkan mencatat sekitar 81,42% likuidasinya berasal dari posisi short.
Di sisi lain, seorang investor besar (whale) membuka posisi long yang sangat besar pada Bitcoin dan Ethereum dengan leverage 20x. Artinya, posisi ini sangat berisiko, tetapi juga menunjukkan keyakinan tinggi terhadap kenaikan harga. Jika harga naik 1%, maka potensi keuntungan bisa mencapai 20% dari modal awal.
Meski kondisi geopolitik mulai mereda, para pelaku pasar yang optimis (bull) masih menghadapi tantangan. Saat ini, perhatian tertuju pada level $80.000 sebagai titik penting untuk mengembalikan momentum bullish setelah beberapa minggu performa yang lemah.
Analis Fred Krueger meyakini bahwa Bitcoin bisa mencapai level $80.000 dalam waktu dekat, bahkan kemungkinan minggu ini. Sementara itu, Andre Dragosch dari Bitwise menilai bahwa jika harga mampu menembus dan bertahan di atas $80.000, maka pasar berpotensi beralih dari tren bearish ke bullish secara berkelanjutan.
0 Comments