Bitcoin Mulai Menjauh dari Saham Teknologi, Kini Bergerak Mengikuti Emas

Bitcoin Mulai Menjauh dari Saham Teknologi, Kini Bergerak Mengikuti Emas

Bitcoin Mulai Menjauh dari Saham Teknologi dan Mendekati Emas

Selama bertahun-tahun, Bitcoin (BTC) dikenal sebagai “emas digital”. Namun, peran Bitcoin sebagai aset penyimpan nilai terus berkembang seiring perubahan pasar crypto.

Kini muncul pertanyaan, apakah Bitcoin pada akhirnya bisa bersaing dengan emas?

Bitcoin dan Emas Semakin Bergerak Sejalan

Selama ini, trader terbiasa melihat Bitcoin bergerak seperti aset teknologi. Sepanjang sebagian besar tahun lalu, pergerakan BTC cukup erat dengan indeks Nasdaq. Kondisi ini menunjukkan bahwa Bitcoin masih dipandang sebagai aset berisiko yang memiliki karakter seperti saham teknologi.

Namun, tren tersebut mulai berubah.

Korelasi Bitcoin dengan Nasdaq dalam 90 hari terakhir turun dari lebih dari 60% menjadi sekitar 33%. Artinya, pergerakan BTC kini semakin tidak bergantung pada saham teknologi.

Sebaliknya, hubungan Bitcoin dengan emas justru semakin kuat. Korelasi BTC dengan emas kini berada di atas 50%, setelah sebelumnya lebih rendah sepanjang tahun lalu.

Hal ini bukan berarti Bitcoin tiba-tiba berubah menjadi emas. Namun, pasar mulai memperlakukan kedua aset tersebut dengan cara yang lebih mirip.

Dalam lima minggu terakhir, Bitcoin telah naik sekitar 22,2%, sementara emas meningkat sekitar 13,3%.

Meski sama-sama menguat, Bitcoin tetap memiliki volatilitas yang lebih tinggi. Karena itu, BTC bisa dianggap sebagai versi yang lebih agresif dari aset langka seperti emas.

Jika tren ini berlanjut, Bitcoin berpotensi semakin kuat sebagai aset kelangkaan (scarcity asset), sekaligus tetap memberikan potensi keuntungan yang lebih besar dibandingkan emas.

CZ: Bitcoin Bisa Mengalahkan Emas

Pendiri Binance, Changpeng “CZ” Zhao, melihat peluang besar bagi Bitcoin untuk mengejar posisi emas.

Dalam acara Bitcoin Asia 2026 di Hong Kong, CZ mengatakan bahwa Bitcoin berpotensi melampaui emas pada siklus bullish berikutnya.

Menurut CZ, hal tersebut bisa terjadi dalam bull run crypto berikutnya jika adopsi dan permintaan terhadap Bitcoin terus meningkat.

Namun, Bitcoin masih menghadapi satu tantangan besar. Pemerintah di seluruh dunia sudah memiliki infrastruktur yang kuat untuk menyimpan dan mengelola emas.

Sistem tersebut mencakup valuasi, penyimpanan, hingga pengelolaan emas sebagai bagian dari cadangan negara.

Karena itu, peralihan dari emas ke Bitcoin kemungkinan akan berlangsung secara bertahap.

CZ juga mengatakan bahwa dirinya sering menyarankan pemerintah untuk mulai membangun cadangan crypto, dengan Bitcoin menjadi salah satu aset utama dalam alokasi tersebut.

Saat ini, kapitalisasi pasar emas masih sekitar 10 kali lebih besar dibandingkan Bitcoin. Meski demikian, kesenjangan tersebut sudah semakin kecil dibandingkan sebelumnya.

Bitcoin Semakin Dekat dengan Status Aset Cadangan

Selama bertahun-tahun, Bitcoin berada di antara dua kategori. BTC bisa dianggap sebagai aset teknologi berisiko tinggi, tetapi juga sebagai penyimpan nilai seperti emas.

Jika korelasi Bitcoin dengan Nasdaq terus melemah sementara hubungannya dengan emas semakin kuat, karakter Bitcoin sebagai aset penyimpan nilai bisa semakin jelas.

Hal ini juga dapat membuka peluang bagi Bitcoin untuk semakin diterima sebagai aset cadangan oleh institusi dan pemerintah.

Emas masih memiliki keunggulan karena telah digunakan sebagai aset cadangan selama puluhan tahun. Namun, Bitcoin memiliki beberapa kelebihan, seperti pasokan yang terbatas, mudah dipindahkan, dapat diperdagangkan secara global, serta semakin mendapat perhatian dari investor institusional.

Dengan meningkatnya adopsi, Bitcoin berpotensi semakin dekat dengan posisi emas sebagai salah satu aset penyimpan nilai utama di dunia.