Jeremy Allaire Klaim Circle Membangun Sistem Keuangan Internet, tetapi Kepemilikan cirBTC Hanya 40 BTC

Jeremy Allaire Klaim Circle Membangun Sistem Keuangan Internet, tetapi Kepemilikan cirBTC Hanya 40 BTC

Wrapped Bitcoin Circle Punya Dukungan Institusional Kuat, tapi Baru Beredar 40 BTC

Produk Bitcoin ter-tokenisasi milik Circle, cirBTC, masuk ke pasar dengan dukungan institusional yang kuat, tetapi adopsinya masih sangat rendah.

Circle meluncurkan cirBTC di Ethereum dengan cadangan Bitcoin yang dipisahkan, kustodian yang berada di bawah pengawasan federal, serta fitur minting dan redemption langsung untuk bisnis yang memenuhi syarat. Produk ini juga didukung infrastruktur distribusi Circle yang sudah digunakan oleh USDC.

Namun, panel cadangan Circle pada 27 Agustus menunjukkan bahwa hanya 40,0245 cirBTC yang beredar, sekitar 11 minggu setelah diluncurkan di Ethereum.

Pada saat yang sama, Circle menyimpan 42,5114 BTC sebagai cadangan di 14 alamat Bitcoin yang diungkapkan kepada publik. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 106,2% tingkat coverage, sehingga terdapat kelebihan cadangan sekitar 2,49 BTC.

Artinya, masalah utama cirBTC bukan soal apakah token tersebut memiliki Bitcoin sebagai backing. Tantangan yang lebih besar adalah adopsi pasar.

Skala cirBTC Jauh di Bawah Kompetitornya

cirBTC dirancang untuk membawa nilai Bitcoin ke Ethereum dan jaringan yang mendukung smart contract. Produk ini bersaing dengan wrapped Bitcoin yang sudah lebih dulu populer, seperti WBTC dan cbBTC milik Coinbase.

Perbedaan skalanya sangat besar.

Saat cirBTC baru memiliki sekitar 40 BTC yang beredar, jumlah WBTC dan cbBTC sudah mencapai ratusan ribu BTC.

Jumlah token yang beredar bukan satu-satunya ukuran keberhasilan. Namun, angka tersebut menunjukkan tingkat permintaan terhadap sebuah produk wrapped Bitcoin.

Supply yang lebih besar juga memberikan likuiditas yang lebih dalam bagi platform DeFi untuk aktivitas seperti trading, lending, dan penggunaan Bitcoin sebagai collateral.

Data pasar publik menunjukkan perbedaan yang sama.

Per 29 Agustus, DefiLlama mencatat sekitar US$110,49 juta volume perdagangan WBTC dalam 24 jam, sementara cbBTC mencapai sekitar US$338,55 juta.

DefiLlama juga mencatat maksimum eksposur lending sekitar US$3,12 miliar untuk WBTC dan US$2,817 miliar untuk cbBTC. Angka tersebut merupakan eksposur maksimum yang tercatat, bukan saldo lending yang sedang aktif.

Sementara itu, CoinGecko belum menunjukkan volume trading 24 jam, likuiditas, maupun transaksi yang terlacak untuk cirBTC.

Hal ini tidak berarti sama sekali tidak ada transaksi cirBTC secara privat atau melalui aktivitas yang tidak terlacak. Namun, data tersebut menunjukkan bahwa cirBTC belum memiliki likuiditas yang signifikan di pasar publik utama.

Circle Membangun Struktur Institusional yang Kuat

Struktur institusional menjadi salah satu keunggulan utama cirBTC.

Menurut whitepaper Circle, Circle International Bermuda Limited merupakan penerbit resmi cirBTC.

Bitcoin yang menjadi underlying asset disimpan oleh Circle National Trust, sementara Circle Internet Financial menyediakan Circle Mint dan layanan distribusi terkait.

Pada Juli, Circle National Trust memperoleh persetujuan final dari Office of the Comptroller of the Currency (OCC).

Namun, penting untuk dicatat bahwa persetujuan tersebut diberikan kepada Circle National Trust sebagai national trust bank. Persetujuan itu bukan berarti cirBTC mendapatkan persetujuan regulasi secara terpisah sebagai produk keuangan.

Meski demikian, struktur tersebut memberikan skema kustodi yang lebih jelas bagi institusi. Bitcoin disimpan oleh trust bank yang mendapat izin federal, sementara Circle menyediakan transparansi cadangan serta mekanisme konversi langsung bagi pelanggan yang memenuhi syarat.

Akses Minting dan Redemption Terbatas untuk Institusi

Circle Mint dirancang untuk institusi yang memenuhi persyaratan dan tidak tersedia bagi pengguna individu.

Bisnis yang memenuhi syarat dapat melakukan minting dan redemption cirBTC secara langsung dengan Circle, dengan tetap mengikuti persyaratan kelayakan, wilayah yang didukung, serta proses compliance.

Pengguna lainnya dapat membeli, menjual, dan mentransfer cirBTC melalui pasar sekunder.

Model ini bisa menarik bagi fund dan perusahaan yang telah teregulasi karena mereka mendapatkan pihak redemption yang jelas.

Namun, model tersebut juga menjadi tantangan.

WBTC dan cbBTC sudah memiliki integrasi yang kuat dengan exchange, wallet, serta berbagai protokol DeFi.

Agar cirBTC bisa bersaing, semakin banyak market maker, protokol lending, exchange, dan platform kustodi perlu mendukungnya.

Dengan kata lain, memiliki struktur kustodi yang kuat saja belum cukup.

Circle Punya Pengalaman Distribusi Besar Lewat USDC

Circle sudah memiliki pengalaman menjalankan salah satu jaringan stablecoin terbesar melalui USDC.

Perusahaan melaporkan US$73,3 miliar USDC yang beredar pada akhir kuartal kedua, serta sekitar US$14,8 triliun volume transaksi USDC secara onchain selama periode tersebut.

Angka ini menunjukkan bahwa Circle memiliki pengalaman dalam mengoperasikan jaringan aset digital berskala besar.

Pertanyaannya sekarang adalah apakah pengalaman tersebut bisa digunakan untuk menciptakan permintaan yang sama terhadap cirBTC.

Circle juga mengatakan bahwa wrapped Bitcoin seharusnya bersifat “strategically neutral.”

Menurut Circle, Bitcoin sebaiknya tidak dikendalikan oleh operator yang sekaligus memiliki centralized exchange, decentralized exchange, atau platform lending sendiri.

Circle menilai pendekatan tersebut memungkinkan cirBTC didistribusikan melalui berbagai platform pihak ketiga, tanpa mengarahkan pengguna ke satu platform tertentu.

Namun, Circle tetap mengendalikan beberapa bagian penting dalam ekosistem cirBTC, termasuk penerbitan, kustodi, redemption, dan distribusi.

Bagi institusi, hal tersebut bisa dianggap sebagai struktur yang lebih sederhana dan efisien. Namun, sebagian pihak juga dapat melihatnya sebagai ketergantungan yang lebih besar terhadap Circle.

Pada akhirnya, pasarlah yang akan menentukan.

Arc Bisa Menjadi Ujian Penting Berikutnya

Jaringan Arc milik Circle bisa menjadi peluang berikutnya bagi cirBTC untuk berkembang.

Circle berencana menghubungkan infrastruktur stablecoin, kustodi, dan aset ter-tokenisasi melalui jaringan tersebut.

Circle mengatakan public mainnet Arc dijadwalkan meluncur pada 16 September, dengan lebih dari 100 developer atau builder yang terlibat serta sejumlah perusahaan besar di sektor keuangan dan pembayaran sebagai validator.

Namun, data per 29 Agustus diambil sebelum jadwal peluncuran tersebut.

Dokumentasi Circle menunjukkan bahwa cirBTC sudah didukung di Arc testnet, sementara dukungan yang lebih luas masih akan tersedia ke depannya.

Artinya, Arc saat ini harus dilihat sebagai peluang di masa depan, bukan bukti bahwa cirBTC sudah memiliki adopsi yang kuat.

Jika Arc hadir dengan dukungan cirBTC, likuiditas USDC, pengguna institusional, serta integrasi lending dan trading, jaringan tersebut dapat membantu mengubah cirBTC dari sekadar token yang bisa dicetak menjadi aset Bitcoin yang benar-benar digunakan dalam aktivitas keuangan onchain.

Backing Kuat, tetapi Adopsi Masih Lemah

Angka terbaru Circle menunjukkan dua hal yang berbeda.

Di satu sisi, jumlah Bitcoin yang disimpan sebagai cadangan cirBTC lebih besar daripada jumlah cirBTC yang beredar, dengan coverage di atas 100% berdasarkan data 27 Agustus.

Namun di sisi lain, hanya sekitar 40 BTC yang telah dicetak.

Angka tersebut sangat kecil dibandingkan kompetitor yang sudah lebih dulu menguasai pasar.

Circle telah membangun infrastruktur institusional yang dibutuhkan untuk menjalankan produk wrapped Bitcoin berskala besar.

Sekarang, Circle harus membuktikan bahwa pengguna, exchange, dan protokol DeFi benar-benar ingin menggunakan cirBTC.

Tantangan cirBTC bukan lagi membuktikan bahwa Bitcoin sebagai backing benar-benar ada. Tantangannya adalah membuktikan bahwa pasar menginginkannya.