Bitcoin Sentuh Level di Bawah $80K, Analis Prediksi Rebound dalam Siklus STRC

Bitcoin Sentuh Level di Bawah $80K, Analis Prediksi Rebound dalam Siklus STRC

Bitcoin sempat turun di bawah level $80.000 minggu ini, namun seorang analis menilai koreksi tersebut kemungkinan hanya bersifat sementara. Ia menyoroti adanya mekanisme pembelian struktural yang terkait dengan saham preferen milik perusahaan Strategy, yang selama tiga bulan terakhir dinilai menjadi pendorong reli Bitcoin di pertengahan bulan.

Saat ini, Bitcoin diperdagangkan di kisaran $79.680, turun sekitar 0,5% dalam 24 jam terakhir berdasarkan data CoinGecko, setelah sebelumnya menyentuh level terendah harian di $78.795.

Penurunan ini terjadi di tengah arus keluar dana dari ETF spot Bitcoin di Amerika Serikat yang mencapai $630,4 juta pada 13 Mei. Angka tersebut menjadi net outflow harian terbesar dalam tiga bulan terakhir.

“Penurunan ini kemungkinan tidak akan berlangsung lama,” kata Andri Fauzan Adziima, Head of Research Bitrue Research Institute, kepada Decrypt.

Menurutnya, pasar baru saja mengalami liquidity sweep klasik di area support $78.000–$79.000 sebelum harga kembali bertahan kuat di atas MA 50 bulanan dan rebound ke atas $80.000. Ia juga menambahkan bahwa data on-chain menunjukkan wallet besar atau whale masih terus melakukan akumulasi Bitcoin secara agresif.

Namun, ada faktor lain yang turut bekerja di balik layar, yakni saham preferen STRC milik perusahaan treasury Bitcoin, Strategy.

Berdasarkan laporan K33 Research yang dirilis Selasa, STRC telah membantu memicu reli Bitcoin di pertengahan bulan selama tiga bulan berturut-turut. Melalui instrumen ini, Strategy meningkatkan pembelian Bitcoin dari 4.467 BTC pada Januari menjadi 22.131 BTC pada Maret, dan hampir 46.872 BTC pada April.

Jumat ini juga menjadi tanggal ex-dividend STRC berikutnya, yang menurut Head of Research K33 Research, Vetle Lund, berpotensi kembali memicu reli pertengahan bulan.

Mekanismenya bekerja seperti ini: STRC membagikan dividen pada akhir setiap bulan, sementara kepemilikan saham ditentukan berdasarkan tanggal ex-dividend pada tanggal 15. Hal ini mendorong investor membeli saham sebelum tanggal tersebut demi mendapatkan dividen.

Permintaan yang meningkat membuat harga saham mendekati nilai nominal $100, sehingga memberi peluang bagi Strategy untuk menerbitkan saham baru dan menggunakan dana hasil penjualannya untuk membeli lebih banyak Bitcoin.