Bitcoin Turun di Bawah Level Penting, Apakah $45.000 Jadi Target Berikutnya?

Bitcoin Turun di Bawah Level Penting, Apakah $45.000 Jadi Target Berikutnya?

Bitcoin kembali mengalami penurunan tajam, mematahkan harapan investor yang menunggu pemulihan cepat. Harga Bitcoin turun lebih dari 5% dan menembus level penting US$65.000 pada perdagangan awal Asia, Senin.

Penurunan ini dipicu oleh dua faktor utama:

  • Ketidakpastian ekonomi global
  • Struktur teknikal Bitcoin yang semakin melemah

Salah satu pemicu utama adalah ketidakpastian kebijakan perdagangan Amerika Serikat. Pada akhir pekan, White House mengumumkan rencana untuk menaikkan tarif global menjadi 15%. Pengumuman ini muncul tak lama setelah Supreme Court of the United States membatalkan penggunaan kewenangan darurat sebelumnya untuk menerapkan tarif tersebut.

Secara kinerja, Bitcoin sudah turun 26% sepanjang tahun ini (year-to-date) dan anjlok lebih dari 47% sejak mencapai puncak di US$125.000 pada Oktober tahun lalu.

Level US$60.000 kini kembali menjadi sorotan. Level ini sebelumnya disebut sebagai dasar dari siklus bearish saat ini oleh Jurrien Timmer, analis dari Fidelity.

Sementara itu, trader kripto populer DonAlt memperingatkan bahwa Bitcoin perlu ditutup (daily close) di atas US$71.000 untuk menghindari penurunan perlahan atau “slow bleed”. Di sisi lain, para trader bearish agresif menargetkan penurunan lebih dalam ke area US$42.000–US$45.000.

Sejumlah tokoh besar juga mengakui kondisi pasar yang melemah. Anthony Scaramucci dari SkyBridge Capital serta Michael Saylor dari Strategy menyatakan bahwa Bitcoin saat ini berada dalam fase bear market, sebagaimana dilaporkan oleh U.Today.

Tekanan pasar ini memicu likuidasi besar-besaran. Data dari CoinGecko menunjukkan sekitar US$464 juta aset kripto telah dilikuidasi dalam 24 jam terakhir. Sekitar 82% dari total likuidasi tersebut terjadi hanya dalam rentang waktu 4 jam. Likuidasi terbesar tercatat senilai US$61,5 juta di bursa X.