Bitcoin Turun di Bawah US$64.000 Setelah AS dan Israel Melancarkan Serangan ke Iran

Bitcoin Turun di Bawah US$64.000 Setelah AS dan Israel Melancarkan Serangan ke Iran

Bitcoin Anjlok Tajam Usai Israel dan AS Menyerang Iran

Harga Bitcoin turun tajam pada Sabtu dini hari setelah muncul kabar bahwa Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan militer pendahuluan ke Iran.

Bitcoin sempat menembus ke bawah level US$64.000 dan menyentuh harga terendah di US$63.238 di bursa Bitstamp. Penurunan mendadak ini memicu likuidasi posisi leverage di pasar kripto dengan total nilai lebih dari US$175 juta.

Laporan di media sosial menyebutkan bahwa serangan tersebut memicu ledakan di Tehran, ibu kota Iran, serta di sejumlah kota lain seperti Qom, Isfahan, Kermanshah, dan Karaj.

Donald Trump mengonfirmasi keterlibatan Amerika Serikat dalam serangan tersebut. Ia mengatakan bahwa aksi militer ini bertujuan melindungi warga Amerika dengan menghilangkan ancaman yang dianggap segera dari pemerintah Iran.

Sebagai respons, Israel menetapkan status darurat nasional. Israel Defense Forces memerintahkan penghentian seluruh aktivitas non-esensial. Sekolah ditutup, kegiatan publik dilarang, dan hanya sektor penting yang diizinkan beroperasi.

Pejabat menyatakan bahwa operasi militer masih berlangsung. Puluhan serangan udara dilaporkan terus dilancarkan dari pangkalan militer dan kapal induk di kawasan tersebut. Sasaran serangan mencakup gedung pemerintahan dan kantor kementerian, termasuk kantor Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.

Serangan ini terjadi setelah beberapa hari perundingan yang tegang antara Amerika Serikat dan Iran terkait program nuklir Iran serta batas pengayaan uranium yang akan diizinkan oleh pihak AS.

Aksi terbaru ini juga menyusul serangan AS sebelumnya pada 22 Juni, ketika militer Amerika menyerang tiga fasilitas nuklir utama Iran di Fordow, Natanz, dan Isfahan dalam operasi bernama “Midnight Hammer.” Saat itu, Trump menyatakan bahwa fasilitas pengayaan nuklir utama Iran telah dihancurkan sepenuhnya.