BNB Chain Bidik 1 Juta TPS dengan Dorongan AI saat Harga BNB Turun ke Level Terendah 2024

BNB Chain Bidik 1 Juta TPS dengan Dorongan AI saat Harga BNB Turun ke Level Terendah 2024

BNB Chain, blockchain yang didukung oleh Binance, tengah melakukan pembaruan besar pada arsitektur jaringannya dengan target ambisius mampu memproses hingga 1 juta transaksi per detik (TPS). Selain itu, jaringan ini juga akan menghadirkan fitur privasi bawaan untuk menarik minat lembaga keuangan tradisional serta mendukung perkembangan ekonomi berbasis kecerdasan buatan (AI).

Langkah ini dilakukan di tengah tantangan yang dihadapi BNB Chain. Berdasarkan data CryptoSlate, harga BNB telah turun lebih dari 35% sepanjang tahun ini ke level sekitar US$563, menjadi titik terendah sejak Oktober 2024.

Aktivitas jaringan juga mengalami perlambatan. Pada kuartal pertama tahun ini, jumlah transaksi di BNB Chain turun 12,5%, sementara Solana dan Ethereum justru mencatat pertumbuhan transaksi masing-masing sebesar 46,4% dan 38%.

Untuk membalikkan tren tersebut, pengembang inti BNB Chain mulai membangun infrastruktur yang tidak hanya ditujukan untuk aplikasi konsumen, tetapi juga untuk mendukung perdagangan berfrekuensi tinggi (high-frequency trading) dan transaksi otomatis antar mesin.

Bersiap Menyambut Ekonomi AI

Salah satu alasan utama di balik pembaruan ini adalah meningkatnya potensi AI agent, yaitu perangkat lunak otonom yang mampu melakukan transaksi keuangan secara mandiri tanpa campur tangan manusia.

Meski pasar pembayaran berbasis AI masih tergolong kecil, perkembangannya mulai menunjukkan potensi. Laporan Keyrock memperkirakan AI agent telah menyelesaikan transaksi senilai sekitar US$73 juta melalui 176 juta transaksi blockchain sepanjang periode Mei 2025 hingga April 2026.

Melihat peluang tersebut, sejumlah perusahaan besar seperti Google, Coinbase, dan Visa juga mulai mengembangkan sistem pembayaran untuk AI agent.

Ke depan, AI agent diperkirakan akan membeli berbagai layanan digital secara otomatis melalui ribuan transaksi kecil dalam waktu singkat. Namun, sistem pembayaran konvensional maupun sebagian besar blockchain saat ini masih belum mampu menangani volume transaksi sebesar itu.

Karena itu, McKinsey memperkirakan nilai pasar perdagangan ritel berbasis AI agent dapat mencapai US$5 triliun pada akhir dekade ini.

Untuk memanfaatkan peluang tersebut, BNB Chain telah meluncurkan BNB Agent Studio beserta software development kit (SDK). Perangkat ini memungkinkan pengembang membangun AI agent otonom yang dapat melakukan pembayaran di blockchain, sekaligus terintegrasi dengan large language model (LLM) dan layanan cloud seperti AWS Bedrock.

BNB Chain Perkuat Fitur Privasi

Selain meningkatkan performa jaringan, BNB Chain juga berupaya memperkuat aspek privasi.

Pada sebagian besar blockchain publik, informasi seperti saldo dompet, riwayat transaksi, dan aktivitas perdagangan dapat dilihat oleh siapa saja. Transparansi ini memang bermanfaat untuk proses audit dan pemantauan pasar, tetapi juga membuat aktivitas keuangan lebih mudah dilacak.

Hal tersebut menjadi perhatian yang semakin besar seiring semakin banyaknya institusi yang memindahkan aset mereka ke blockchain. Perusahaan yang menyelesaikan transaksi aset yang ditokenisasi, dana investasi yang memindahkan jaminan, maupun market maker umumnya tidak ingin saldo, mitra transaksi, atau jalur perdagangan mereka diketahui publik.

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, BNB Chain tengah mengembangkan fitur confidential transactions dan selective disclosure. Fitur ini memungkinkan pengguna menjaga kerahasiaan data sensitif, sekaligus tetap dapat membagikan informasi yang diperlukan untuk proses audit, kepatuhan regulasi, maupun pelaporan.