Breakout Pi Coin Terkonfirmasi — Apakah Reli ke $0,27 Mulai Kehabisan Tenaga?

Breakout Pi Coin Terkonfirmasi — Apakah Reli ke $0,27 Mulai Kehabisan Tenaga?

Pi Coin mengalami kenaikan harga seperti yang sebelumnya diprediksi ketika berhasil menembus level $0,204, yang merupakan garis leher (neckline) dari pola grafik cup-and-handle. Namun, reli tersebut dengan cepat menghadapi tekanan jual kuat di sekitar $0,239, di mana para penjual mulai masuk secara agresif.

Penolakan di level tersebut membuat harga Pi Coin turun cukup tajam, bahkan sempat mendekati kembali area $0,204 sebelum pembeli mencoba menstabilkan pergerakan harga. Saat artikel ini ditulis, Pi Coin diperdagangkan di sekitar $0,209, sementara para trader mengamati apakah struktur tren naik yang lebih besar masih dapat bertahan setelah koreksi terbaru ini.

Divergensi Bearish Memicu Penurunan Pi Coin

Indikator Relative Strength Index (RSI) digunakan untuk mengukur kekuatan dan kecepatan pergerakan harga. Trader memanfaatkan indikator ini untuk melihat apakah pembeli atau penjual yang lebih mendominasi pasar.

Antara 15 Februari hingga 7 Maret, harga Pi Coin membentuk higher high (puncak harga yang lebih tinggi) seiring dengan berjalannya reli yang diprediksi sebelumnya.

Namun pada periode yang sama, RSI justru membentuk lower high, meskipun masih berada di area overbought.

Kondisi ini dikenal sebagai bearish divergence. Pola ini biasanya muncul ketika harga masih terus naik, tetapi kekuatan beli di balik pergerakan tersebut mulai melemah.

Dengan kata lain, pasar masih bergerak naik, tetapi momentum kenaikannya mulai berkurang.

Hal inilah yang terjadi pada Pi Coin. Meskipun harga sempat naik mendekati $0,239, RSI yang melemah menunjukkan bahwa kekuatan pembeli mulai berkurang secara bertahap.

Sinyal ini terbukti ketika candle 8 jam berikutnya pada 8 Maret memicu koreksi tajam sekitar 14%, yang mendorong harga turun kembali ke area breakout.

Berbeda dengan hidden divergence yang biasanya mendukung kelanjutan tren, bearish divergence standar sering kali menyebabkan koreksi yang lebih dalam atau perlambatan tren.

Dalam kasus Pi Coin, tren naik yang terbentuk sejak pertengahan Februari hingga awal Maret hampir berbalik arah sebelum akhirnya pembeli masuk kembali di sekitar area neckline.

Indikator Aliran Dana Menunjukkan Tekanan Beli Melemah

Indikator aliran modal sebenarnya sudah memberi sinyal bahwa reli Pi Coin mulai kehilangan kekuatan sebelum penurunan terjadi.

Indikator Chaikin Money Flow (CMF) melacak apakah modal sedang masuk atau keluar dari suatu aset dengan menggabungkan pergerakan harga dan volume perdagangan. Indikator ini sering digunakan untuk melihat aliran dana besar di pasar.

Antara 5 hingga 7 Maret, harga Pi Coin terus naik. Namun dalam periode yang sama, indikator CMF justru membentuk lower high.

Walaupun CMF masih berada di atas garis nol (yang berarti masih ada aliran dana masuk), tren yang melemah menunjukkan bahwa arus modal tersebut tidak cukup kuat untuk mendukung kenaikan harga.

Dengan kata lain, aliran dana besar mulai melambat meskipun harga masih naik.

Indikator Money Flow Index (MFI) juga menunjukkan pola yang serupa.

MFI mengukur tekanan beli berdasarkan harga dan volume perdagangan, dan sering digunakan untuk melihat aktivitas pembelian saat harga turun (buy the dip).

Biasanya ketika MFI naik, itu menandakan trader secara agresif membeli saat harga mengalami koreksi.

Namun antara 5 hingga 7 Maret, MFI juga membentuk lower high, sementara harga Pi Coin justru terus naik.

Ini menunjukkan bahwa tekanan beli mulai melemah, yang akhirnya berkontribusi pada koreksi harga Pi Coin.