Chainalysis Pemetaan Jalur Stablecoin Iran di Balik Pembekuan USDT Senilai $344 Juta
Jaringan Broker, Routing DeFi, dan Risiko Selat Hormuz
Chainalysis juga menjelaskan aktivitas stablecoin sebelumnya yang terkait jaringan Iran. Pada akhir 2025, individu yang terkena sanksi Babak Morteza Zanjani merilis dokumen bocoran yang berisi alamat crypto yang ia klaim terkait Bank Sentral Iran.
Menurut Chainalysis, dokumen tersebut menunjukkan adanya broker yang membantu rezim Iran membeli stablecoin menggunakan mata uang fiat. Broker ini juga memiliki hubungan dengan Alireza Derakhshan, yang mengoordinasikan lebih dari $100 juta pembelian crypto terkait penjualan minyak Iran antara 2023 hingga 2025.
Aliran transaksi tersebut meliputi pergerakan dana dari broker ke stablecoin, kemudian ke dompet perantara, melewati bridge dan protokol DeFi, sebelum akhirnya kembali ke ekosistem crypto Iran dan entitas yang terkait dengan Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC).
Analisis ini juga menyoroti risiko kepatuhan baru di wilayah Selat Hormuz. Iran dilaporkan menarik biaya tol dari kapal dagang, sementara ada laporan penipuan yang menargetkan perusahaan pelayaran yang mencoba mematuhi pembayaran tersebut.
Beberapa perusahaan disebut membayar pihak palsu, dan kemudian tetap dihentikan oleh kapal angkatan laut IRGC karena dana tidak sampai ke pihak resmi Iran.
Metode pembayaran masih dalam penyelidikan, tetapi Chainalysis mengatakan penggunaan stablecoin kemungkinan sesuai dengan pola transaksi on-chain Iran terbaru jika terbukti benar.
Chainalysis menambahkan:
“Dana Bank Sentral Iran dicuci melalui beberapa protokol bridge dan DeFi sebelum diputar kembali ke ekosistem crypto Iran secara umum.”
Analisis ini menunjukkan bagaimana transaksi tersebut membentuk jalur yang berkelanjutan dan dapat dilacak, yang menghubungkan sumber dana, lapisan perantara, dan entitas yang terkena sanksi.
0 Comments