Chainlink Naik 5% ke $11,68 Usai Gandeng Bottomline

Chainlink Naik 5% ke $11,68 Usai Gandeng Bottomline

Chainlink Naik 5% Usai Gandeng Bottomline untuk Perluas Pembayaran Institusional

Harga token Chainlink, LINK, kembali menguat setelah Chainlink mengumumkan kerja sama strategis dengan Bottomline, perusahaan teknologi finansial yang melayani lebih dari 600 bank di seluruh dunia.

Kerja sama ini bertujuan mempermudah pembayaran lintas blockchain (cross-chain) dan lintas negara (cross-border). Langkah tersebut juga berpotensi meningkatkan adopsi Chainlink di kalangan institusi keuangan.

Kerja Sama dengan Bottomline Perluas Jangkauan Chainlink

LINK saat ini diperdagangkan di level $11,68, naik 5,05% dalam 24 jam terakhir. Kenaikan tersebut terjadi setelah pengumuman kerja sama dengan Bottomline.

Bottomline memproses pembayaran senilai lebih dari $16 triliun setiap tahun. Melalui integrasi dengan Chainlink, nasabah bank yang menggunakan layanan Bottomline nantinya dapat mengakses pembayaran berbasis blockchain sambil tetap menggunakan standar pesan keuangan yang sudah ada, yaitu ISO 20022.

Chainlink mengatakan Cross-Chain Interoperability Protocol (CCIP) dan Runtime Environment (CRE) akan menjadi bagian utama dalam menjalankan sistem pembayaran tersebut.

Integrasi ini berpotensi memberikan akses terhadap solusi pembayaran berbasis blockchain kepada lebih dari 600 institusi keuangan. Dengan begitu, bank dapat menggabungkan infrastruktur keuangan tradisional dengan teknologi blockchain.

Indikator Teknikal LINK Masih Menunjukkan Sinyal Positif

Secara teknikal, LINK saat ini diperdagangkan di atas sejumlah exponential moving average (EMA) utama. Kondisi ini umumnya menjadi sinyal positif bagi pergerakan harga.

Berikut level EMA LINK terbaru:

  • EMA 20 hari: $10,878
  • EMA 50 hari: $9,876
  • EMA 100 hari: $9,375
  • EMA 200 hari: $9,814
  • Harga LINK: $11,68

Meski demikian, LINK masih menghadapi resistensi di sekitar level $12. Jika harga berhasil menembus dan bertahan di atas level tersebut, tren kenaikan berpotensi semakin kuat.

Sebaliknya, jika LINK turun di bawah EMA 20 hari di level $10,878, sentimen bullish dapat mulai melemah.

Open Interest Turun Saat LINK Bertahan di Atas $11

Data CoinGlass menunjukkan open interest Chainlink sempat melonjak di atas $700 juta pada Agustus sebelum turun menjadi sekitar $600 juta pada awal September.

Penurunan open interest ketika harga LINK masih bertahan di atas $11 dapat menunjukkan bahwa sejumlah posisi dengan leverage telah ditutup.

Kondisi ini berpotensi menandakan bahwa kenaikan LINK lebih banyak didukung permintaan di pasar spot dibandingkan spekulasi di pasar derivatif.

Volume perdagangan LINK juga sempat menembus $1 miliar saat reli pada Agustus. Namun, volume tersebut kembali menurun sehingga peningkatan aktivitas perdagangan mungkin diperlukan untuk mendorong harga naik lebih jauh.

Level $12 Jadi Perhatian Utama

Bagi trader, level $12 menjadi resistensi utama yang perlu diperhatikan dalam jangka pendek. Jika LINK mampu menembus level tersebut, peluang untuk melanjutkan kenaikan dapat semakin terbuka.

Sementara itu, level $10,878 menjadi support jangka pendek penting berdasarkan EMA 20 hari.

Perkembangan adopsi Chainlink oleh Bottomline dan institusi perbankan yang menggunakan layanannya dapat menjadi katalis penting bagi pergerakan LINK dalam beberapa hari ke depan.

Meski sejumlah indikator menunjukkan kondisi positif, pasar kripto tetap memiliki volatilitas yang tinggi. Trader sebaiknya tetap memperhatikan pergerakan harga, volume perdagangan, dan sentimen pasar sebelum mengambil keputusan investasi.