Harga Gula dan Kacang Tanah Naik, Tekanan Harga Terasa di Pasar Kebayoran Lama
Harga Sembako Mulai Naik di Pasar Kebayoran Lama, Gula dan Kacang Tanah Paling Terasa
Harga sejumlah kebutuhan pokok mulai mengalami kenaikan di Pasar Tradisional Kebayoran Lama, Jakarta, pada Jumat (4/9/2026). Kenaikan terlihat pada beberapa komoditas, mulai dari gula pasir, kacang tanah, minyak goreng curah hingga tepung terigu.
Kenaikan harga tersebut mulai dirasakan pedagang sejak memasuki September. Kondisi ini membuat pedagang harus menyesuaikan kembali harga jual kepada konsumen karena harga dari pemasok ikut bergerak naik.
Berdasarkan pantauan di Pasar Kebayoran Lama pada Jumat pagi, harga gula pasir lokal yang sebelumnya relatif stabil di kisaran Rp18.000-Rp19.000 per kilogram kini telah menyentuh Rp20.000 per kilogram.
Chris, salah seorang pedagang sembako di Pasar Kebayoran Lama, mengatakan perubahan harga terjadi cukup cepat. Menurutnya, harga jual yang sebelumnya masih berada di level Rp18.000 per kilogram kini sudah harus dinaikkan.
“Kemarin kita masih bisa jual Rp18 ribu per kg, sekarang Rp19-20 ribu per kg,” ujar Chris.
Kenaikan harga gula menjadi salah satu komoditas yang cukup terasa bagi pedagang maupun pembeli. Pasalnya, gula merupakan kebutuhan rumah tangga yang dibeli secara rutin, baik untuk konsumsi sehari-hari maupun sebagai bahan baku makanan dan minuman.
Harga Kacang Tanah Naik Rp2.000-Rp3.000 per Kilogram
Selain gula, kenaikan juga terjadi pada komoditas kacang tanah. Harga kacang tanah yang sebelumnya sekitar Rp45.000 per kilogram kini berada di kisaran Rp47.000-Rp48.000 per kilogram.
Dengan demikian, terdapat kenaikan sekitar Rp2.000-Rp3.000 per kilogram dibandingkan harga sebelumnya.
Chris mengatakan kenaikan tersebut mulai terasa pada awal September. Menurut dia, bukan hanya satu atau dua barang yang mengalami perubahan harga.
“Mulai September ini, bulan ini sudah naik semua barang-barang,” tutur Chris.
Bagi konsumen, kenaikan beberapa ribu rupiah mungkin terlihat kecil ketika membeli dalam jumlah sedikit. Namun, bagi rumah tangga yang membeli berbagai kebutuhan sekaligus, kenaikan pada sejumlah komoditas dapat membuat total belanja ikut meningkat.
Kondisi tersebut juga menjadi tantangan bagi pedagang pasar tradisional. Mereka harus menentukan harga jual yang tetap kompetitif, tetapi pada saat yang sama tetap mampu menutup kenaikan biaya pembelian dari pemasok.
Minyak Goreng Curah Ikut Mengalami Kenaikan
Pergerakan harga juga terlihat pada minyak goreng curah. Berdasarkan pantauan di Pasar Kebayoran Lama, harga minyak goreng curah berada di kisaran Rp22.000-Rp23.000 per kilogram.
Salah seorang pedagang sembako lainnya, Zidan (32), mengatakan sebelumnya minyak goreng curah masih dapat dijual sekitar Rp21.000-Rp22.000 per kilogram. Kini harga jual mulai bergerak naik.
“Kalau minyak curah naik tapi enggak banyak. Kalau kemarin kita jual Rp22 ribu, sekarang Rp23 ribu,” ujar Chris.
Kenaikan minyak goreng menjadi perhatian karena komoditas ini merupakan salah satu kebutuhan utama rumah tangga. Selain digunakan untuk memasak sehari-hari, minyak goreng juga menjadi kebutuhan penting bagi pelaku usaha makanan skala kecil yang berjualan gorengan, lauk matang, dan berbagai produk kuliner.
Artinya, perubahan harga minyak tidak hanya berdampak pada konsumen rumah tangga, tetapi juga berpotensi meningkatkan biaya produksi pedagang makanan.
Tepung Terigu Naik, Beras Masih di Kisaran Rp14.000-Rp15.000
Komoditas lain yang mengalami kenaikan adalah tepung terigu curah. Harga tepung terigu yang sebelumnya sekitar Rp9.000 per kilogram kini berada di kisaran Rp10.000 per kilogram.
Sementara itu, harga beras di Pasar Kebayoran Lama masih berada di kisaran Rp14.000-Rp15.000 per kilogram, tergantung kualitas.
Beras kualitas medium terpantau dijual sekitar Rp15.000 per kilogram, sedangkan beras kualitas rendah berada di sekitar Rp14.000 per kilogram.
Meski harga beras dalam pantauan pasar kali ini masih berada pada kisaran tersebut, konsumen tetap perlu memperhatikan perbedaan kualitas ketika membandingkan harga antar-pedagang. Harga beras dapat berbeda berdasarkan jenis, kualitas, merek, serta jalur distribusinya.
Pedagang Mulai Menyesuaikan Harga Jual
Kenaikan harga sejumlah bahan pangan membuat pedagang pasar berada pada posisi yang cukup sulit. Ketika harga dari pemasok naik, pedagang pada akhirnya perlu menyesuaikan harga jual agar margin usaha tetap terjaga.
Namun, menaikkan harga juga bukan keputusan yang mudah. Pedagang harus mempertimbangkan daya beli pelanggan yang datang ke pasar.
Pasar tradisional memiliki karakteristik konsumen yang cukup sensitif terhadap perubahan harga. Selisih Rp1.000-Rp2.000 untuk satu komoditas dapat menjadi pertimbangan konsumen ketika memilih tempat berbelanja atau menentukan jumlah barang yang dibeli.
Karena itu, pedagang biasanya tidak langsung menaikkan harga secara drastis. Penyesuaian dilakukan secara bertahap mengikuti perubahan harga barang dari pemasok.
Daftar Harga Sembako di Pasar Kebayoran Lama
Berikut harga sejumlah kebutuhan pokok yang terpantau di Pasar Tradisional Kebayoran Lama pada Jumat (4/9/2026):
- Beras kualitas medium: sekitar Rp15.000 per kg
- Beras kualitas rendah: sekitar Rp14.000 per kg
- Minyak goreng curah: sekitar Rp22.000-Rp23.000 per kg
- Gula pasir: sekitar Rp19.000-Rp20.000 per kg
- Kacang tanah: sekitar Rp47.000-Rp48.000 per kg
- Tepung terigu curah: sekitar Rp10.000 per kg
Pergerakan harga tersebut menunjukkan bahwa sejumlah komoditas kebutuhan sehari-hari mulai mengalami kenaikan memasuki September. Bagi konsumen, kondisi ini menjadi pengingat bahwa perubahan harga pangan dapat terjadi dari waktu ke waktu dan tidak selalu bergerak seragam untuk setiap komoditas.
Sementara bagi pedagang, perubahan harga membutuhkan penyesuaian cepat agar usaha tetap berjalan tanpa terlalu membebani pelanggan.
Dengan demikian, perkembangan harga sembako di pasar tradisional masih menjadi hal yang penting untuk diperhatikan, terutama ketika kenaikan terjadi pada beberapa kebutuhan yang dikonsumsi masyarakat setiap hari.
0 Comments