CZ: Ekspansi Hyperliquid ke AS Berpotensi Mendorong Pertumbuhan Pasar Kripto
Changpeng Zhao Dukung Langkah Legal Hyperliquid Masuk Pasar AS
Pendiri Binance, Changpeng Zhao (CZ), mendukung langkah Hyperliquid untuk mendapatkan akses legal dan teregulasi ke pasar Amerika Serikat (AS). Menurut CZ, jika Hyperliquid berhasil masuk secara resmi ke AS, dampaknya bisa positif bagi industri kripto secara keseluruhan.
CZ menyampaikan pandangan tersebut dalam Wyoming Blockchain Symposium pada 19 Agustus. Pernyataan itu muncul setelah Presiden AS Donald Trump membahas Hyperliquid dan menyebut Ketua Commodity Futures Trading Commission (CFTC) Michael Selig sedang mengupayakan jalur yang memungkinkan Hyperliquid beroperasi secara patuh terhadap regulasi AS.
Kabar tersebut turut menarik perhatian pasar terhadap token HYPE. Pada Jumat, harga HYPE diperdagangkan di sekitar US$76 dan mendekati level tertinggi sepanjang masa sebesar US$77,55.
Hyperliquid Bisa Membuka Jalan bagi DEX Lain
CZ menilai keberhasilan Hyperliquid mendapatkan akses legal ke AS dapat menjadi langkah awal bagi perubahan yang lebih besar di industri decentralized finance (DeFi).
Menurutnya, aturan federal yang lebih jelas dapat memberikan kesempatan bagi decentralized exchange (DEX) lainnya untuk menawarkan layanan kepada pengguna AS secara legal.
Hyperliquid sendiri dikenal sebagai platform perdagangan derivatif berbasis blockchain yang menyediakan kontrak perpetual. Produk ini memungkinkan trader mengambil posisi terhadap pergerakan harga aset kripto tanpa harus memiliki aset tersebut secara langsung.
Meski demikian, hingga saat ini belum ada pengumuman resmi mengenai lisensi, bentuk regulasi, atau jadwal masuknya Hyperliquid ke pasar AS.
Platform tersebut juga masih membatasi akses pengguna AS melalui antarmuka resminya. Oleh karena itu, Hyperliquid membutuhkan model operasional yang sesuai dengan berbagai ketentuan federal jika ingin beroperasi secara resmi di AS.
Regulasi Hyperliquid Bisa Berdampak ke Industri Kripto
CZ menilai regulasi yang lebih jelas tidak hanya akan menguntungkan Hyperliquid.
Jika Hyperliquid berhasil memperoleh jalur legal, DEX lain yang menawarkan produk serupa juga dapat menggunakan kerangka regulasi tersebut sebagai acuan.
Masuknya lebih banyak trader AS ke pasar DeFi berpotensi meningkatkan likuiditas. Likuiditas yang lebih besar dapat membuat perdagangan menjadi lebih efisien dan membantu menciptakan harga yang lebih kompetitif.
Persaingan juga dapat memberikan dampak kepada bursa kripto terpusat atau centralized exchange (CEX). Dengan semakin banyak pilihan bagi trader, bursa dapat terdorong untuk menawarkan biaya transaksi yang lebih kompetitif serta meningkatkan kualitas eksekusi perdagangan.
Karena itu, CZ melihat perkembangan Hyperliquid sebagai bagian dari perubahan yang lebih luas di industri kripto, bukan hanya sebagai keuntungan bagi satu platform.
Volume Perdagangan Perpetual Hyperliquid Meningkat
Perhatian terhadap Hyperliquid juga didorong oleh besarnya aktivitas perdagangan di platform tersebut.
Berdasarkan data DeFiLlama, volume perdagangan perpetual Hyperliquid mencapai sekitar US$200 miliar dalam 30 hari. Dalam periode 24 jam, volumenya mencapai sekitar US$16,3 miliar, sedangkan open interest berada di sekitar US$12,55 miliar.
Hyperliquid menggunakan sistem order book berbasis blockchain melalui jaringan Layer 1 miliknya. Pengguna dapat menghubungkan crypto wallet secara langsung tanpa harus menggunakan akun broker tradisional.
Namun, model terdesentralisasi tersebut tetap menghadapi tantangan jika ingin masuk ke pasar AS.
Beberapa aspek yang perlu diperhatikan regulator antara lain verifikasi identitas pengguna, perlindungan pelanggan, batas leverage, pengawasan perdagangan, serta penerapan aturan anti-pencucian uang.
CFTC Memegang Peran Penting
Perkembangan Hyperliquid juga berkaitan erat dengan kebijakan CFTC sebagai regulator pasar derivatif di AS.
Dalam pertemuan Innovation Advisory Committee pada 20 Agustus, CFTC membahas sejumlah isu terkait struktur pasar kripto, teknologi blockchain, keamanan siber, dan ketahanan operasional.
Regulator juga membahas kemungkinan memperbarui aturan yang ada agar dapat mengikuti perkembangan teknologi, sekaligus tetap menjaga perlindungan investor dan integritas pasar.
Bagi Hyperliquid, hal ini menjadi penting karena regulator perlu menentukan bagaimana aturan derivatif AS dapat diterapkan pada platform yang menggunakan sistem terdesentralisasi.
Regulator juga perlu menentukan pihak yang bertanggung jawab atas aktivitas perdagangan, likuidasi posisi, kepatuhan terhadap regulasi, dan perlindungan pengguna.
Jika AS akhirnya memiliki kerangka regulasi yang jelas untuk platform seperti Hyperliquid, akses ke pasar derivatif AS berpotensi menjadi lebih terbuka bagi industri DeFi.
Namun, sampai saat ini belum ada kepastian mengenai bentuk regulasi maupun waktu masuknya Hyperliquid ke pasar AS. Investor masih perlu mencermati perkembangan kebijakan CFTC serta pengumuman resmi dari regulator dan pihak Hyperliquid.
0 Comments