Derivatif SHIB Alami Lonjakan Netflow 1.549%: Apakah Short Squeeze Sedang Terbentuk?
Netflow Futures SHIB Melonjak 1.549% Saat Trader Mengubah Posisi di Pasar
Token meme Shiba Inu mencatat lonjakan besar pada aktivitas derivatifnya. Netflow futures SHIB melonjak hingga 1.549% karena trader mulai menyesuaikan posisi mereka di pasar.
Dalam 24 jam terakhir, jumlah dana yang masuk ke kontrak futures SHIB lebih besar dibandingkan yang keluar. Lonjakan netflow ini cukup signifikan karena bisa menandakan peningkatan dana margin yang masuk, saat trader menambah posisi di tengah meningkatnya selera risiko.
Data dari CoinGlass menunjukkan sekitar $14,25 juta dana masuk ke futures SHIB, sementara $13,80 juta keluar. Selisih keduanya menghasilkan netflow positif sebesar $446.810, yang memicu kenaikan netflow hingga 1.549,47%.
Menariknya, peningkatan netflow ini terjadi saat harga SHIB justru sedang turun di pasar.
Harga SHIB Turun di Tengah Aksi Jual Pasar
Pada saat artikel ini ditulis, harga SHIB turun 2,66% dalam 24 jam terakhir menjadi sekitar $0,00000592. Penurunan ini terjadi di tengah aksi jual yang lebih luas di pasar kripto, yang memicu likuidasi sekitar $203 juta.
Sebelumnya, SHIB sempat mencatat kenaikan selama lima hari berturut-turut, dari level $0,00000528 pada 9 Maret hingga mencapai sekitar $0,0000063 pada hari Jumat, sebelum akhirnya kembali melemah.
Pada Sabtu pagi, harga SHIB sempat turun ke $0,00000585 setelah trader short menambah posisi mereka.
Namun, jika indikator on-chain terus menunjukkan sinyal positif, short seller bisa terkena short squeeze apabila pembeli kembali masuk dan mendorong harga naik. Untuk melanjutkan tren kenaikan, SHIB perlu menembus level $0,00000627, yang juga bertepatan dengan moving average harian 50 (MA 50).
Potensi Pergerakan Pasar
Indikator RSI harian saat ini berada di sekitar 50, atau di zona netral. Hal ini menunjukkan bahwa pasar mungkin akan bergerak sideways sementara waktu, karena sedang mencari stabilitas setelah penurunan yang berlangsung selama beberapa bulan terakhir.
Altcoin sendiri belakangan berkinerja lebih lemah dibandingkan kripto utama, dengan banyak aset turun jauh dari harga puncaknya.
Selain itu, pembicaraan tentang “altseason” di media sosial juga turun ke level terendah dalam setidaknya dua tahun terakhir. Menariknya, setiap lonjakan besar pembahasan altseason dalam dua tahun terakhir sering kali bertepatan dengan puncak harga meme coin.
Sebaliknya, ketika pembicaraan tentang altseason menurun, pasar sering kali diikuti oleh reli harga. Meski pola ini tidak selalu sempurna, hubungan antara minat pasar yang rendah dan potensi pemulihan harga menjadi sesuatu yang patut diperhatikan oleh para investor kripto.
0 Comments