Diduga Mangkir Wamil, Song Mino Hadapi Tuntutan 1,5 Tahun Penjara Diduga Mangkir Wamil, Song Mino Hadapi Tuntutan
Nama Song Mino kembali menjadi sorotan setelah rapper sekaligus member grup WINNER itu menjalani sidang perdana terkait kasus dugaan mangkir wajib militer (wamil). Dilansir dari Korea JoongAng Daily dan The Korea Times, jaksa menuntut hukuman penjara selama 18 bulan kepada Song Mino atas dugaan kelalaian saat menjalani layanan wajib militer alternatif sebagai pekerja layanan publik.
Sidang perdana digelar di Pengadilan Distrik Seoul Barat pada Selasa, 21 April 2026. Dalam persidangan tersebut, Mino hadir langsung mengenakan jas hitam, kemeja putih, dan kacamata dengan ekspresi serius sepanjang jalannya sidang. Kehadirannya menjadi perhatian besar media Korea Selatan maupun penggemar internasional, mengingat kasus ini termasuk salah satu skandal wajib militer terbesar yang menyeret idol K-Pop dalam beberapa tahun terakhir.
Di hadapan hakim, Song Mino mengakui seluruh dakwaan yang ditujukan kepadanya. Ia juga menyampaikan permintaan maaf dan penyesalan atas tindakannya.
“Sebagai sosok yang dicintai banyak orang, saya merasa menyesal karena menunjukkan sisi memalukan dari diri saya, alih-alih memberi contoh yang baik,” ujar Mino dalam persidangan.
Rapper berusia 33 tahun tersebut juga mengakui bahwa kondisi kesehatan mental yang selama ini ia alami, termasuk gangguan bipolar dan gangguan panik, tidak dapat dijadikan pembenaran atas tindakannya selama menjalani tugas negara.
“Jika diberi kesempatan untuk mengabdi lagi, saya ingin setia menunaikannya hingga akhir,” lanjutnya.
Pernyataan tersebut langsung menjadi perbincangan hangat di komunitas online Korea. Sebagian netizen menilai Mino menunjukkan itikad baik dengan mengakui kesalahannya, namun tak sedikit pula yang menilai hukuman tetap harus ditegakkan mengingat isu wajib militer merupakan hal yang sangat sensitif di Korea Selatan.
Sebagai informasi, semua pria berbadan sehat di Korea Selatan diwajibkan menjalani wajib militer dengan durasi minimal sekitar 18 hingga 21 bulan, tergantung cabang layanan yang dijalani. Sementara itu, individu dengan kondisi kesehatan tertentu atau alasan khusus dapat ditempatkan dalam layanan alternatif sebagai pekerja publik.
Song Mino sendiri diketahui mulai menjalani tugas sebagai pekerja layanan publik di Mapo-gu Facilities Management Corporation sejak 24 Maret 2023. Berbeda dengan tentara aktif, pekerja layanan publik bekerja layaknya pegawai negeri sipil dan umumnya menjalani masa tugas selama 1 tahun 9 bulan.
Namun, kasus yang menjerat Mino disebut cukup serius. Berdasarkan dokumen dakwaan dari Kantor Kejaksaan Seoul Barat yang diperoleh media lokal, pelantun “Fiancé” itu diduga absen tanpa izin resmi selama total 102 hari.
Menurut Pasal 89-2 Undang-Undang Wajib Militer Korea Selatan, seseorang yang meninggalkan tugas selama delapan hari atau lebih tanpa alasan sah dapat dijatuhi hukuman hingga tiga tahun penjara.
Dengan total hari kerja pekerja layanan publik yang rata-rata mencapai sekitar 430 hari selama masa tugas, angka ketidakhadiran Mino disebut mencapai hampir seperempat masa baktinya. Hal inilah yang membuat jaksa menilai pelanggaran tersebut tidak bisa dianggap ringann
Dalam laporan tambahan media Korea, disebutkan pula bahwa tingkat absensi Mino justru meningkat mendekati akhir masa tugasnya. Hal tersebut menjadi salah satu faktor yang memberatkan dalam proses penyelidikan.
Kasus ini pertama kali mencuat pada akhir 2025 setelah muncul laporan investigasi media yang mempertanyakan catatan kehadiran Mino selama bertugas. Setelah kontroversi merebak, pihak berwenang langsung melakukan pemeriksaan internal terhadap riwayat absensinya.
Agensi yang menaungi WINNER, YG Entertainment, sebelumnya sempat menyatakan bahwa sebagian ketidakhadiran Mino berkaitan dengan pengobatan kesehatan mental yang dijalaninya. Meski begitu, jaksa menilai alasan tersebut tidak cukup untuk membenarkan seluruh absensi yang terjadi.
Kontroversi wajib militer memang menjadi isu yang sangat serius di Korea Selatan. Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah figur publik pernah terseret kasus serupa dan menerima kritik tajam dari masyarakat karena dianggap tidak menjalankan kewajiban negara secara adil.
Di sisi lain, kasus Song Mino juga memicu diskusi luas mengenai kesehatan mental di industri hiburan Korea Selatan. Banyak penggemar menilai idol K-Pop menghadapi tekanan psikologis yang sangat berat akibat jadwal padat, sorotan publik, hingga tekanan karier sejak usia muda.
Hingga kini, pihak pengadilan belum mengumumkan jadwal putusan akhir untuk kasus tersebut. Jika terbukti bersalah, Song Mino terancam hukuman penjara sesuai tuntutan jaksa, meski hakim masih dapat mempertimbangkan faktor penyesalan, rekam medis, serta pengakuan terdakwa dalam menentukan vonis akhir.
0 Comments