Emas Antam Cetak Kenaikan Rp18.000, Berikut Rincian Harganya
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp18.000, Buyback Melonjak Tajam Rp46.000
Harga emas batangan yang dipasarkan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali mengalami kenaikan signifikan pada perdagangan hari ini, Senin (15/6/2026). Penguatan harga emas ini terjadi di tengah pergerakan emas global yang masih dipengaruhi ketidakpastian ekonomi dunia, kebijakan suku bunga Amerika Serikat, hingga tensi geopolitik di Timur Tengah.
Berdasarkan data resmi dari laman Logam Mulia, harga emas Antam hari ini naik sebesar Rp18.000 per gram. Dengan kenaikan tersebut, harga emas Antam kini dibanderol Rp2.729.000 per gram.
Pada perdagangan sebelumnya, Minggu (14/6/2026), harga emas Antam tercatat berada di level Rp2.711.000 per gram. Kenaikan ini melanjutkan tren fluktuatif harga emas domestik yang dalam beberapa pekan terakhir bergerak cukup agresif mengikuti pergerakan pasar global.
Tidak hanya harga jual, harga buyback atau harga beli kembali emas Antam juga mengalami lonjakan yang lebih besar. Hari ini, harga buyback emas Antam tercatat naik Rp46.000 menjadi Rp2.500.000 per gram.
Sebagai informasi, harga buyback merupakan harga yang ditetapkan Antam ketika konsumen ingin menjual kembali emas batangan miliknya. Artinya, apabila investor menjual emas hari ini, Antam akan membeli dengan harga Rp2.500.000 per gram, belum termasuk ketentuan pajak yang berlaku.
Meski mengalami kenaikan, harga emas Antam saat ini masih berada di bawah rekor tertinggi sepanjang masa atau all time high (ATH) yang tercatat pada 29 Januari 2026. Saat itu, harga emas Antam sempat menyentuh level fantastis Rp3.168.000 per gram, sementara harga buyback berada di posisi Rp2.989.000 per gram.
Informasi harga emas Antam ini berasal langsung dari situs resmi Logam Mulia milik PT Aneka Tambang Tbk, sehingga menjadi acuan utama masyarakat dan investor dalam memantau perkembangan harga logam mulia di Indonesia.
Daftar Harga Emas Antam Hari Ini
Berikut rincian harga emas Antam terbaru per Senin, 15 Juni 2026:
- Harga emas 0,5 gram: Rp1.414.500
- Harga emas 1 gram: Rp2.729.000
- Harga emas 2 gram: Rp5.408.000
- Harga emas 3 gram: Rp8.094.000
- Harga emas 5 gram: Rp13.460.000
- Harga emas 10 gram: Rp26.840.000
- Harga emas 25 gram: Rp66.935.000
- Harga emas 50 gram: Rp133.705.000
- Harga emas 100 gram: Rp267.260.000
- Harga emas 250 gram: Rp667.840.000
- Harga emas 500 gram: Rp1.335.400.000
- Harga emas 1.000 gram: Rp2.669.600.000
Harga Emas Dunia Bergerak Volatil Sepekan Terakhir
Sementara itu, harga emas dunia juga mengalami volatilitas tinggi sepanjang pekan lalu. Pasar global diguncang kombinasi sejumlah sentimen besar mulai dari inflasi Amerika Serikat yang kembali meningkat, perkembangan konflik geopolitik di Timur Tengah, hingga ekspektasi kebijakan moneter ketat dari bank sentral AS atau Federal Reserve.
Mengutip Kitco News, pada awal pekan lalu harga emas spot sempat melonjak hingga mencapai US$4.362,94 per ons troy. Kenaikan ini didorong aksi beli investor yang mencari aset aman atau safe haven di tengah meningkatnya ketidakpastian global.
Namun tren tersebut tidak berlangsung lama. Harga emas mulai terkoreksi setelah Iran memberi sinyal meredanya operasi militer terhadap Israel. Di saat yang sama, data inflasi Amerika Serikat untuk periode Mei 2026 menunjukkan angka 4,2 persen secara tahunan, lebih tinggi dibanding ekspektasi pasar.
Kondisi tersebut memicu spekulasi bahwa The Fed kemungkinan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama dari perkiraan. Sentimen ini menekan harga emas karena suku bunga tinggi biasanya membuat investor beralih ke instrumen berbasis dolar AS dan obligasi pemerintah.
Akibatnya, harga emas spot sempat turun tajam hingga menyentuh level US$4.023,10 per ons pada perdagangan Rabu lalu sebelum akhirnya kembali pulih dan menutup pekan di kisaran US$4.210,52 per ons.
Investor Menanti Keputusan The Fed
Pelaku pasar kini menaruh perhatian besar pada agenda rapat Federal Open Market Committee (FOMC) pekan ini. Keputusan The Fed mengenai arah suku bunga diperkirakan menjadi faktor utama yang akan menentukan arah harga emas dalam jangka pendek.
Survei mingguan Kitco News menunjukkan sebagian analis Wall Street masih memandang prospek emas cukup positif dalam jangka menengah. Namun investor ritel mulai menunjukkan sentimen bearish setelah harga emas beberapa kali gagal bertahan di atas level US$4.300 per ons.
Selain faktor suku bunga, pasar juga terus memantau perkembangan ekonomi China sebagai salah satu konsumen emas terbesar dunia. Perlambatan ekonomi Negeri Tirai Bambu berpotensi memengaruhi permintaan fisik emas global.
Di dalam negeri, kenaikan harga emas Antam membuat sebagian investor memilih menahan asetnya sambil menunggu peluang harga kembali mendekati rekor tertinggi yang tercipta awal tahun ini. Emas sendiri masih dianggap sebagai salah satu instrumen lindung nilai favorit masyarakat Indonesia di tengah ketidakpastian ekonomi global yang belum sepenuhnya mereda.
0 Comments